Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2017
  MASA BIASA PEKAN 4
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 31        
  Minggu, 29 Januari 2017
  St. Yosef Freinademetz, imam, misionaris SVD di Cina
 

BERBAHAGIALAH ORANG YANG MISKIN
DI HADAPAN ALLAH, KARENA MEREKALAH
YANG EMPUNYA KERAJAAN SURGA

 
 
 
Zef 2:3; 3:12-13 | Mzm 146:7-10; R.Mat 5:3 | 1 Kor 1:26-31 | Mat 5:1-12a

Di antara kamu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah (Zef 2:3; 3:12-13)

Carilah Tuhan, hai semua orang yang rendah hati di negeri, hai semua yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan Tuhan. Dan Allah berifirman, "Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, yang akan mencari perlindungan pada nama Tuhan. Mereka itulah sisa Israel. Mereka tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong. Dalam mulut mereka tidak akan terdapat lidah penipu. Sebaliknya mereka akan seperti kawanan domba yang makan rumput dan berbaring tanpa ada yang mengganggu- nya."

 

PERCAKAPAN antara Nikan dan Musashi memiliki pengaruh yang besar di dalam pemahaman Musashi tentang jalan samurai yang dipilihnya sebagai jalan hidup. Sebagai pendekar, Musashi tidak bisa terpisah dari pedang dan bergaul rapat dengan kematian. Melihat potensi besar di dalam diri Musashi, Nikan, biarawan Ozoin yang menjadi saksi pertarungan Musashi dengan Agon, memberi masukan berharga baginya. Musashi sudah mengalahkan Agon dengan satu pukulan pedang kayu. Di mata Nikan, jika tidak diolah dengan baik, kekuatan itu akan menghancurkan diri Musashi sendiri. "Kekuatanmu itulah yang menjadi masalah. Kau mesti mengendalikannya, mesti lebih lemah", kata Nikan (Yoshikawa, E. Musashi. Jakarta: Gramedia, 2006, hal. 214).

MENGAPA Tuhan justru memilih, memperhatikan dan mendukung orang yang lebih lemah? Melalui Nabi Zefanya, Tuhan berfirman, bahwa Ia akan membiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, yang mencari perlindungan dalam nama Tuhan. Santo Paulus mengingatkan umat di Korintus, bahwa Tuhan memilih yang bodoh di mata dunia untuk mempermalukan mereka yang merasa diri pintar, yang berhikmat. Sementara Yesus sendiri memuliakan orang-orang yang secara sosial terpinggirkan, seperti orang yang miskin dan yang dianiaya. Tuhan sesungguhnya sedang menanam nilai penting di dalam hidup umat beriman, yakni kerendahan hati dan kerinduan untuk menyerahkan diri pada penyelenggaraanNya. Semua ini merupakan kebajikan yang menjadi jalan menuju Bapa, melekatkan mereka pada karunia dari Bapa, dan menghantar mereka menuju keselamatan yang telah disiapkan Bapa bagi orang yang percaya kepadaNya. Tekanan utama ialah pengelolaan kehendak bebas, agar manusia tidak mengandalkan diri sendiri saja tetapi mengandalkan Tuhan untuk meraih penyempurnaan dirinya dalam Kerajaan Abadi.

MENJADI LEMAH tentu bukan anjuran yang saya ingin dengar. Tetapi menjadi lemah di hadapan Tuhan perlu untuk mengikis kesombongan di dalam diriku. Bertolak dari pengajaran Yesus hari ini, saya merasa betapa perlunya membuat diri lemah tersebut. Pertama, mengakui Tuhan sebagai asal dan tujuan hidup, agar saya selalu berada di jalan yang dikhendakinya. Kedua, mengakui semua pencapaian yang saya peroleh sebagai berkat dari Tuhan yang diturunkan kepadaku melalu pengembangan talenta diriku, karya-karyaku, kerja samaku dengan sesama, dan aneka unsur lain yang membuat hidupku bertumbuh dan berkembang. Ketiga, menyiapkan segenap sumber daya yang ada padaku agar dapat dipergunakan Tuhan mewujudkan rencanaNya bagi umat manusia. Milikku adalah milik Tuhan yang dititipkanNya, sehingga ketika Ia membutuhkannya untuk memberkati sesamaku, aku siap menjadi alat-Nya. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, kuatkanlah aku dalam kelemahanku, agar aku terus belajar rendah hati dan siap menjadi pelayan SabdaMu. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 146:1.7-10; R: Mat 5:3)

Ref: Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya
        Kerajaan Surga
.
  1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Dialah yang menegakkan keadilan bagi orang yang diperas, dan memberi roti kepada orang-orang yang lapar. Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung.
  2. Tuhan membuka mata orang buta, Tuhan menegakkan orang yang tertunduk, Tuhan mengasihi orang-orang benar, Tuhan menjaga orang-orang asing.
  3. Anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, Tuhan itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun temurun!
 

Yang bodoh di mata dunia dipilih Allah (1 Kor 1:26-31)

Saudara-saudara, coba ingatlah bagaimana keadaanmu ketika dipanggil. Menurut ukuran manusia, tidak banyak di antara kamu yang bijak, tidak banyak yang berpengaruh, tidak banyak yang terpandang. Namun apa yang bodoh di mata dunia dipilih Allah untuk mempermalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia dipilih Allah untuk meniadakan yang berarti, supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah. Tetapi Allah telah membuat kamu berada di dalam Kristus Yesus, dan oleh Dia, Kristus telah menjadi hikmat bagi kita. Dialah yang membenarkan, menguduskan dan menebus kita. Maka, sebagaimana tertulis dalam Kitab Suci, "Barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan."
 

Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah (Mat 5:1-12a)

Sekali peristiwa, ketika melihat orang banyak, naiklah Yesus ke atas bukit. Setelah ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Yesus pun mulai berbicara dan menyampaikan ajaran ini kepada mereka, "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah kamu, jika demi Aku kamu dicela dan dianiaya, dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, sebab besarlah ganjaranmu di surga."
 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge