Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2017
  MASA BIASA PEKAN 1
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 31        
  Rabu, 11 Januari 2017
   
 

KAMI TELAH MELIHAT BINTANGNYA,
KINI KAMI DATANG UNTUK MENYEMBAH
DIA, RAJA YANG BARU LAHIR

 
 
 
Ibr 2:14-18 | Mzm 105:1-4.6-9 | Mrk 1:29-39

Yesus harus menjadi sama dengan saudara-saudara-Nya (Ibr 2:14-18)

Saudara-saudara, orang-orang yang dipercayakan Allah kepada Yesus adalah anak-anak dari darah dan daging. Maka Yesus juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya melalui kematian-Nya, Yesus memusnakan dia, yakni Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Yesus pun membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan karena takut akan maut. Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang dikasihi-Nya, melainkan keturunan Abraham. Itulah sebabnya, dalam segala hal Yesus harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

 

SITUASI sosial politik, bahkan budaya dan mentalitas bangsa ini telah diubah oleh sosok Presiden Joko Widodo yang membawa iklim baru ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satu ciri khasnya ialah kedekatannya dengan rakyat. Ia menyebut istana negara sebagai istana rakyat, sehingga dibuka untuk umum. Dalam satu acara televisi nasional, diceriterakan, bahwa ia marah kepada penyelenggara rumah tangga kepresidenan karena soal makanan yang disiapkan bagi rakyat. Pada awalnya, tidak ada makanan yang disiapkan. Presiden mengatakan harus ada makanan. Selanjutnya disiapkan makanan kotak. Presiden tidak setuju dengan jenis itu. "Untuk rakyat harus yang terbaik", maka disiapkanlah sajian istimewa, sementara ia sendiri menikmati jenis makanan sesuai kesehatannya. Disadari atau tidak, sikap dan peri laku ini berpengaruh bagi kehidupan seluruh bangsa.

BAGI komunitas Yahudi, Tuhan itu figur ilahi yang mahakuasa dan dahsyat, jauh, tak terjangkau dan ditakuti. Walaupun Tuhan itu maha pengampun, Ia juga menghukum. Menghormati Tuhan ada ritus dan tempatnya. Yerusalem menjadi jantung kehidupan iman, sekaligus sosial, politik dan penegakan hukum. Justru karena itu, kehadiran Yesus dan pewartaanNya mengubah paradigma lama tersebut dan membimbing umat beriman ke cara hidup yang baru. "Yesus menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya melalui kematianNya, Ia memusnahkan Iblis yang berkuasa atas maut" (Ibr 2:14). Menjadi sehakekat dengan manusia dalam kelemahan itu membuat Yesus masuk ke dalam lingkungan manusia dan mengubahnya dari dalam. Dan berkat itu tidak boleh hanya eksklusif untuk orang Kapernaum, tetapi juga orang-orang lain.

KEBERHASILAN sebuah karya pewartaan Injil antara lain terletak pada sejauh mana kita mampu menerjemahkan nilai-nilai Injil ke dalam konteks sosial dan budaya setempat. Ketika persoalan adalah ketidakadilan, kita menjawabi dengan keberpihakan pada orang-orang kecil. Ketika ada perpecahan, kita menjawabinya dengan membawa pesan persatuan dan keharmonisan. Demikian juga masalah-masalah lain. Luasnya dimensi Injil memungkinkan kita membawanya ke dalam konteks konkrit yang menjadi sasaran kita. Kita perlu mempelajari situasi, menentukan nilai-nilai pokok dan menjawabinya dengan tepat sehingga orang-orang merasa kehidupannya dijiwai Injil. Kristus telah menjadi manusia, kita perlu menjadi Kristus bagi sesama. (ap)

Seperti Engkau telah menjadi manusia, ya Kristus, doronglah kami untuk hidup sesuai dengan kehendakMu, agar mampulah kami menampilkan wajahMu ke tengah dunia yang membutuhkan. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 105:1-4.6-9; R: 8a)

Ref: Selamanya Tuhan ingat akan perjanjian-Nya.
  1. Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah nama-Nya, maklumkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa. Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!
  2. Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan. Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya.
  3. Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya! Dialah Tuhan, Allah kita, ketetapan-Nya berlaku di seluruh bumi.
  4. Selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya, akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan; akan perjanjian yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak.
 

Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit (Mrk 1:29-39)

Sekeluarnya dari rumah Ibadat di Kapernaum, Yesus, Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Yesus pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya, Yesus membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka. Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan. Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.
Keesokan harinya, waktu hari masih gelap, Yesus bangun dan pergi keluar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Yesus. Waktu menemukan Yesus, mereka berkata, “Semua orang mencari Engkau.” Jawab Yesus, “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.” Lalu pergilah Yesus ke seluruh Galilea, memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge