Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2017
  MASA NATAL
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 31        
  Kamis, 5 Januari 2017
   
 

MARIA MENYIMPAN
SEGALA PERKARA ITU DI DALAM HATI
DAN MERENUNGKANNYA

 
 
 
1 Yoh 3:11-21 | Mzm 100:1-5 | Yoh 1:43-51

Kita sudah berpindah dari maut ke dalam hidup, karena kita mengasihi saudara kita
(1 Yoh 3:11-21)

Anak-anakku terkasih, inilah berita yang telah kamu dengar dari semula, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi; bukan seperti Kain yang berasal dari si jahat dan membunuh adiknya. Apakah sebabnya Kain membunuh adiknya? Sebab segala perbuatannya jahat, sedang perbuatan adiknya benar. Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu. Kita tahu bahwa kita sudah berpindah dari maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap berada di dalam maut. Setiap orang yang membenci saudaranya adalah seorang pembunuh. Dan kamu tahu, tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup kekal di dalam dirinya. Tetapi kita mengetahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; maka kita pun wajib menyerahkan nyawa untuk saudara-saudara kita. Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan, tetapi ia menutup pintu hatinya terhadap saudara itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?
Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Demikianlah kita ketahui bahwa kita berasal dari kebenaran, dan kita dapat menghadap Allah dengan hati tenang, sebab jika kita dituduh oleh hati kita, dan Ia mengetahui segala sesuatu. Saudara-saudara terkasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian penuh iman untuk mendekati Allah.

 

PERTEMUAN kita dengan seseorang dapat mengubah jalan hidup kita. Ketika pria dan wanita bertemu dan jatuh cinta, jalan hidup perkawinan mengubah keduanya, kedua keluarga mereka, dan juga orang-orang yang ada di sekitarnya. Ketika bertemu dengan seorang penjahat, hidup kita bisa hancur karena perilaku orang yang tidak memperhatikan kemanusiaan tersebut. Ketika bertemu seorang playboy, hidup seorang gadis baik-baik bisa berantakan. Karena itu, sangatlah penting membangun kesadaran akan tanggung jawab sosial, bahwa kita tidak berhak menghancurkan hidup seseorang oleh kehadiran, ulah dan perbuatan kita. Pada sisi lain, kita juga didorong agar hati- hati dalam memilih teman, agar hidup kita tidak sampai hancur karena ulah teman baru tersebut.

PERTEMUAN dengan Yesus jelas memberikan kesan yang dalam, sehingga ia tanpa ragu menyampaikan pengalaman itu kepada Natanael. "Kami telah bertemu dengan Mesias, yakni Yesus, anak Yusuf, dari Nazaret", kata Filipus. Natanael bukan orang yang tidak berbobot. Ia mengenal Kitab Suci, ia seorang beriman, ia seorang yang lurus hati. Yang ia ketahui, Mesias itu datang dari Betlehem, bukan Nazaret. "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" tanya Natanael. Natanael seorang yang lurus hati. Ia tak ingin Filipus terjerat oleh mesias palsu. Tetapi Filipus tahu, kalau mengenal Yesus adalah karunia besar, terlalu berharga untuk tak disampaikan kepada Natanael. Apa yang dilakukan itu semata-mata demi kebaikan Natanael juga. Dan buahnya ialah, Natanael kemudian menjadi murid Yesus. "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja Israel", kata Natanael.

MASYARAKAT global modern sekarang ini cenderung melihat iman sebagai urusan pribadi, yang tak perlu diungkapkan secara publik, apalagi disampaikan kepada orang lain dengan maksud agar ia juga menjadi orang beriman. Pewartaan Injil sering dilihat sebagai intervensi ke dalam privasi seseorang. Tantangan sekularisme yang sedemikian hebat sering menempatkan iman pada sudut "antik", yang dihargai sebagai artefak budaya yang mewarnai hidup masyarakat luas, tetapi dibatasi peranannya membangun nilai-nilai dalam peradaban masa kini. Di sini kita ditantang untuk mampu menerjemahkan nilai-nilai iman ke dalam hidup sehari-hari, bahwa kebenaran iman dan moral menurut Firman Tuhan sangat bermanfaat bagi hidup individu dan komunitas. Pertama, dengan menghayati nilai Injil sebaik-baiknya, sehingga bermanfaat bagi diri dan sesama. Kedua, menjembatani perbedaan sosial secara tulus, sehingga fanatisme dikikis dan diganti dengan penghargaan. Ketiga, tidak berhenti mengasihi sesama walaupun kasih itu membuahkan penolakan. (ap)

Tuhan, doronglah kami untuk selalu bertanggung jawab atas iman yang Kauanugerahkan kepada kami. Kiranya iman itu membuahkan berkat bagi diri kami dan sesama yang membutuhkan. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 100:1-5; R: 1)

Ref: Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi
  1. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Beribadalah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!.
  2. Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita; kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
  3. Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, masuklah ke pelataran-Nya dengan puji-pijian, bersyukurlah kepada-Nya, dan pujilah nama-Nya.!
  4. Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel (Yoh 1:43-51)

Sekali peristiwa Yesus memutuskan untuk pergi ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus dan berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Filipus itu berasal dari Betsaida, kota Andreas dan Petrus. Lalu Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya, “ Kami telah menemukan Dia yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret. ” Kata Natanael kepadanya, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” Kata Filipus kepadanya,”Mari dan lihatlah!” Melihat Natanel datang kepada-Nya, Yesus berkata tentang dia, “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!” Kata Natanael kepada Yesus, “Bagaimana Engkau mengenal aku?” Jawab Yesus kepadanya, “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.” Kata Natanael kepada-Nya, “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!” Yesus menjawab, kata-Nya, “Karena Aku berkata kepadamu ‘Aku melihat engkau di bawah pohon ara’ maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar daripada itu.” Lalu kata Yesus kepadanya. “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka, dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge