Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2017
  MASA BIASA PEKAN 3
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 31        
  Jumat, 27 Januari 2017
  St. Angela Merici, perawan - Pendiri Ordo Santa Ursula
 

MARI, IKUTILAH AKU
DAN KAMU AKAN KUJADIKAN
PENJALA MANUSIA

 
 
 
Ibr 10:32-39 | Mzm 37:3-6.23-24.39-40 | Mrk 4:26-34

Kalian telah menderita banyak. Sebab itu janganlah melepaskan kepercayaanmu (Ibr 10:32-39)

Saudara-saudara, ingatlah akan masa yang lalu. Sesudah kamu menerima terang, kamu banyak menderita karena kamu harus bertahan dalam perjuangan yang berat, baik waktu kamu dijadikan tontonan oleh cercaan dan penderitaan, maupun waktu kamu mengambil bagian dalam penderitaan mereka yang diperlakukan sedemikian. Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan orang-orang hukuman, dan ketika hartamu dirampas kamu menerima hal itu dengan sukacita, sebab kamu tahu, bahwa kamu memiliki harta yang lebih baik dan yang lebih langgeng sifatnya. Sebab itu janganlah melepaskan kepercayaanmu, karena besarlah upahmu yang menantinya. Kamu sungguh memerlukan ketekunan supaya kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. Sebab dalam Alkitab tertulis, "Sedikit, atau bahkan sangat sedikit waktu lagi, Dia yang ditetapkan untuk datang itu akan tiba tanpa menangguhkan kedatanganNya. Tetapi orangKu yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, Aku tidak berkenan lagi kepadanya." Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan akan binasa. Sebaliknya, kita ini orang-orang yang percaya dan beroleh hidup.

 

PEZIARAH itu dengan penuh semangat menyusuri perjalanan nan berat untuk mencapai tempat idamannya, yakni Tanah Suci, di mana Yesus dahulu dilahirkan, hidup dan berkarya, dan akhirnya wafat dan bangkit. Oleh satu sebab yang tidak jelas, peziarah itu harus menerima nasib buruk, yakni kedua matanya menjadi buta. Tetapi semangatnya tidak surut sedikitpun. Ia tetap melanjutkan perjalanannya sambil menyerahkan diri sepenuhnya pada kasih dan penyelenggaraan Ilahi. Imannya ini dibalas Tuhan dengan satu mujizat. Penglihatannya pulih kembali ketika ia pulang dari perjalanan ziarah itu, tepat di tempat ia mengalami kebutaan. Peziarah itu adalah Santa Angela Merici, pendiri Ordo Santa Ursula (OSU) yang mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak kaum miskin di Brescia, Italia. (Schneiders, N.M. Orang Kudus Sepanjang Tahun. Jakarta: Obor, 2010. hal. 49-50).

KEPRIHATINAN St. Angela Merici atas penderitaan orang-orang miskin ini ibarat benih yang ditabur Tuhan di ladang hidup dunia. Benih itu bertumbuh dan berkembang tanpa ada yang melihat dan menyadarinya. Semua karena karunia dan penyelenggaraan Ilahi. Yesus mengumpamakan Kerajaan Surga itu sebagai benih yang ditabur, atau biji sesawi yang ditanam. Pada mulanya tidak ada yang menghargainya, tetapi ketika biji itu bertumbuh menjadi pohon, burung-burung di udara akan bernaung di cabang-cabang rindang. Atau ketika benih itu menghasilkan buah-buah, banyak makluk lain akan terpelihara hidupnya. Untuk Kerajaan inilah kita diingatkan penulis Surat Ibrani, agar tidak mengorbankan iman yang kita miliki. Bagi iman ini, kita sudah memikul salib. Harga yang kita bayar itu mahal, namun oleh harga yang mahal ini, kita memperoleh hidup dalam karunia surgawi. Namun, siapkah kita menjadi benih kecil yang tidak dihargai, atau umat beriman yang dihina, ditolak dan dianiaya dunia?

SANTA ANGELA mengalami banyak penolakan sebelum sampai ke tahap mewujudkan keprihatinannya. Perkumpulan Suci di bawah lindungan Santa Ursula yang didirikannya tidak cepat diakui oleh Tahta Suci, walaupun buah-buah yang mengalir dari pendidikan orang-orang miskin sungguh membawa sukacita dan harapan bagi banyak orang. Ia juga mengalami kebutaan ketika sedang dalam ziarah imannya. Ia ditantang dan dihadang banyak masalah. Tetapi ia tekun dan setia. Ketekunannya inilah yang hendak kita timba sebagai semangat dan inspirasi hidup kita hari ini. Tak ada yang mudah di dalam mewujudkan karya keselamatan. Yesus sendiri bahkan harus ditolak, dianiaya dan dihukum mati. Namun dengan itu maut dikalahkan dan hidup baru dimulai dalam kebangkitan. Inilah yang hendak kita upayakan dalam hidup. Bertekunlah pada iman anugerah Tuhan. (ap)

Tuhan Yesus, sadarkanlah kami untuk menghargai peranan-peranan kecil yang dipersembahkan umatMu demi KerajaanMu. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 37:3-6.23-24.39-40; R: 39a)

Ref: Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan.
  1. Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia; bergembiralah karena Tuhan, maka Ia akan memenuhi keinginan hatimu!
  2. Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah padaNya maka Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan menampilkan hakmu seperti siang.
  3. Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepadaNya. Kalaupun ia jatuh tidaklah sampai binasa, sebab Tuhan menopang tangannya.
  4. Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan. Dialah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan. Tuhan menolong dan meluputkan mereka dari tangan orang-orang fasik. Tuhan menyelamatkan mereka sebab mereka berlindung padaNya.
 

Kerajaan Surga seumpama orang yang menaburkan benih. Benih itu tumbuh namun orang itu tidak tahu (Mrk 4:26-34)

Pada suatu ketika Yesus berkata, “Beginilah halnya Kerajaan Allah. Kerajaan Allah itu seumpama orang yang menaburkan benih di tanah. Malam hari ia tidur, siang hari ia bangun, benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi! Bagaimana terjadinya orang itu tidak tahu! Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkai, lalu bulir, kemudian butir-butir yang penuh isi pada bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit sebab musim menuai sudah tiba.”
Yesus berkata lagi, “Dengan apa hendak kita bandingkan Kerajaan Allah itu? Atau dengan perumpamaan manakah kita hendak menggambarkannya? Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil daripada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar daripada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam rimbunannya.” Dalam banyak perumpamaan semacam itu Yesus memberitakan sabda kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka. Tetapi kepada murid-muridNya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.
 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge