Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2017
  MASA BIASA PEKAN 3
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 31        
  Selasa, 24 Januari 2017
  Pekan Doa Sedunia - St. Fransiskus dari Sales, U, PG
 

MARI, IKUTILAH AKU
DAN KAMU AKAN KUJADIKAN
PENJALA MANUSIA

 
 
 
Ibr 10:1-10 | Mzm 40:2.4ab.7-8a.10-11 | Mrk 3:31-35

Aku datang untuk melaksanakan kehendakMu, ya Allah (Ibr 10:1-10)

Saudara-saudara, di dalam Taurat hanya terdapat bayangan dari keselamatan yang akan datang, bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu, dengan kurban yang sama, yang setiap tahun diulangi, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang ambil bagian di dalamnya. Sebab jika hal itu mungkin, pasti orang tidak lagi mempersembahkan kurban itu; mereka yang melakukan ibadah itu tidak lagi merasa berdosa, sebab telah disucikan sekali untuk selama-lamanya. Tetapi justru oleh kurban-kurban itu, setiap tahun orang diperingatkan akan dosa-dosa mereka. Sebab tidak mungkin darah lembu atau domba jantan menghapus dosa. Karena itu, ketika Kristus masuk ke dunia, Ia berkata, "Kurban dan persembahan tidak Engkau kehendaki! Sebagai gantinya Engkau telah menyediakan tubuh bagiku. Kepada kurban bakaran dan kurban penghapus dosa Engkau juga tidak berkenan. Maka Aku berkata: Lihatlah, aku datang untuk melakukan kehendakMu, ya Allahku, sebagaimana tertulis dalam gulungan Kitab tentang Aku." Jadi mula-mula Ia berkata, "Engkau tidak menghendaki kurban dan persembahan; Engkau tidak berkenan akan kurban bakaran dan kurban penghapus dosa" - meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat - Dan kemudian Ia berkata, "Lihat, Aku datang untuk melakukan kehendakMu." Jadi yang pertama telah Ia hapuskan untuk menegakkan yang kedua. Dan karena kehendak Allah inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan Tubuh Yesus Kristus.

 

DISADARI atau tidak, semua upaya yang kita lakukan dalam hidup ini adalah perjuangan untuk mencapai kesempurnaan. Mengapa kita membuat rumah yang lebih baik, karena kita ingin bergerak menuju nilai sempurna dalam kesejahteraan. Mengapa kita membuat kompetisi seni, karena kita ingin terus mendekati nilai kesempurnaan seni, dan sebagainya. Tidak ada jaminan, bahwa kita akan mencapai kesempurnaan, tetapi upaya itu yang membuat orang kreatip mengembangkan potensi-potensi yang dia miliki, sehingga ia terus berkembang dan membawa keuntungan bagi dirinya dan banyak orang.

BERGERAK menuju kesempurnaan dalam keselamatan menjadi nilai utama yang menginspirasi hidup dan pelayanan iman. Kita semua sadar penuh, bahwa manusia berdosa tidak akan mampu menyelamatkan diriNya, karena itu kita berhadap campur tangan Tuhan. Tuhan sudah melakukanNya dengan banyak cara, seperti membentuk bangsa Israel sebagai model, mengirim para nabi dan utusan lain, hingga berpuncak pada korban diri Kristus di salib dan disempurnakan oleh kebangkitanNya. Salib dan kebangkitan itu menjadi mahkota seluruh rencana keselamatan Allah, sehingga perlu diwartakan kepada banyak orang. Yesus melihat, bahwa pola pewartaan Perjanjian Lama yang berpijak pada perjanjian Abraham harus disempurnakan dengan pola pewartaan Perjanjian Baru yang berpijak pada kebangkitan. Di sini pertalian darah tidak lagi menjadi faktor utama melainkan iman akan kebangkitan. Maka Yesus mendidik para murid untuk menerima nilai baru ini.

PERJALANAN hidup kita haruslah dijiwai oleh keyakinan akan kebangkitan ini. Ketika kita berbagi iman yang sama, kita telah membentuk keluarga baru, yakni Keluarga Allah, di mana Yesus Kristus menjadi nukleus (inti) dan kita semua berorientasi pada diriNya. Ketika pertalian iman menjadi paradigma, perbedaan sosial karena ras, profesi, peranan sosial dan sebagainya menjadi faktor sekunder. Kita semua menjadi saudara yang saling melengkapi satu sama lain, bertolak dari kelebihan masing-masing. Di sini kita mewujudkan persaudaraan sejati, Tubuh Kristus, Gereja Kudus yang menjadi tanda harapan bagi bangsa-bangsa. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga iman akan kebangkitanMu menolong kami menjembatani banyak perbedaan di tengah kami. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 40:2.4ab.7-8a.10-11; R: 8a.9a)

Ref: Ya Tuhan, kini aku datang untuk melakukan kehendakMu.
  1. Aku sangat menanti-nantikan Tuhan; lalu Ia menjengukku dan mendengar teriakku minta tolong. Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita.
  2. Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan, tetapi Engkau telah membuka telingaku; kurban bakar dan kurban silih tidak Engkau tuntut. Lalu aku berkata, "Lihatlah, Tuhan, aku datang!"
  3. Aku mengabarkan keadilan di tengah jemaat yang besar, bibirku tidak kutahan terkatup; Engkau tahu itu, ya Tuhan.
  4. KeadilanMu tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan dan keselamatanMu kubicarakan, kasih dan kebenaranMu tidak kudiamkan tapi kuwartakan kepada jemaat yang besar.
 

Barangsiapa melaksanakan kehendak Allah, dialah saudaraKu (Mrk 3:31:35)

Sekali peristiwa datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus ke tempat Ia sedang mengajar. Mereka berdiri di luar lalu menyuruh orang memanggil Yesus. Waktu itu ada orang banyak duduk mengelilingi Dia. Mereka berkata kepada Yesus, “Lihat, ibu dan saudara-saudaraMu ada di luar dan berusaha menemui Engkau.” Jawab Yesus kepada mereka, “Siapa ibuKu? Siapa saudara-saudaraKu? Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudaraKu laki-laki, dialah saudaraKu perempuan, dialah ibuKu!”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge