Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2017
  MASA BIASA PEKAN 2
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 31        
  Selasa, 17 Januari 2017
  St. Antonius, abbas
 

DIALAH ANAK DOMBA ALLAH
YANG MENGHAPUS DOSA-DOSA DUNIA
IA SUDAH ADA SEBELUM AKU

 
 
 
Ibr 6:10-20 | Mzm 111:1-2.4-5.9.10c | Mrk 2:23-28

Pengharapan adalah sauh yang kuat dan aman (Ibr 6:10-20)

Saudara-saudara, Allah bukan tidak adil. Maka tidak mungkin Ia lupa akan pekerjaan dan kasih yang kamu tunjukkan terhadap namaNya lewat pelayananmu terhadap orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang. Tetapi kami ingin supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang lestari, sampai apa yang kamu harapkan akhirnya benar-benar kamu miliki. Kami ingin kalian jangan menjadi lamban, tetapi tetap bersemangat mengikuti jejak mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah. Ketika Allah memberikan janjiNya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diriNya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi daripadaNya. Dalam sumpah itu Ia berjanji, "Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berpimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak." Abraham menanti dengan sabar, dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya.
Kalau orang bersumpah, ia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan baginya sumpah itu menjadi suatu pengukuhan yang mengakhiri segala kesangsian. Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji, dan supaya mereka benar-benar percaya akan perutusanNya, Allah telah mengikat diriNya dengan sumpah. Kedua kenyataan ini, janji dan sumpah, tidak berubah-ubah, dan tentang itu Allah tidak mungkin berdusta. Jadi maksud Allah mengikat janji dengan sumpah ialah, supaya kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat, bahwa kita akan menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita. Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, sauh yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, yakni ketika Ia, menurut tata imamat Melkisedek, menjadi Imam Agung untuk selama-lamanya.

 

BERKUMPUL bersama dengan orang-orang yang mengalami musibah, entah bencana alam, entah kematian anggota keluarga, atau aneka peristiwa lain yang mendatangkan kesedihan, tidak secara langsung menolong orang-orang tersebut. Kehadiran itu lebih bermanka memberi harapan kepada orang-orang tersebut, bahwa ia tidak sendirian di dalam penderitaan itu, bahwa ada saudara atau teman yang menyatu dengan mereka. Harapan ini yang memberi peneguhan, sehingga orang memiliki ketenangan batin dan kreasi yang lebih bervariasi untuk mencari cara-cara mengatasi masalah yang dihadapi, menghibur hati yang berduka dan meneguhkan semangat yang patah.

PENULIS surat Ibrani (6:19-20) mengingatkan umat beriman, bahwa Yesus telah masuk sebagai Perintis ke dalam keselamatan, sehingga kita memiliki pengharapan sebagai sauh yang kuat. Sauh itu akan terus mendorong kita untuk mencapai keselamatan, walaupun ada banyak hadangan. Yesus meneguhkan harapan itu dengan menegaskan, bahwa hakekat manusia lebih berharga daripada hukum. Kesadaran akan hakekat diri membuat orang taat pada Tuhan karena cinta, tapi ketaatan pada Tuhan karena ketakutan bisa membuat orang jadi munafik, yang akan berbalik dari Tuhan kalau ada peluang.

SAYA MENEMUKAN di antara umat beriman, ketika ada kesulitan, yang sering melintas di kepala ialah hukuman Tuhan. Orang lupa, bahwa dalam kesulitan itu Tuhan berbelas kasih, memperhatikan umat yang membutuhkan, melonggarkan aturan yang menekan, menghibur dan meneguhkan, dan sebagainya. Rasa cemas dan sedih sering menutupi ingatan akan semua itu. Kita didorong untuk memperhatikan karunia tersebut, sambil menyiapkan diri dipergunakan Tuhan membagi karuniaNya, agar sesama kita juga mengalami peneguhan Tuhan. (ap)

Tuhan, janganlah membiarkan kami tenggelam dalam rasa putus asa, tetapi teguhkanlah harapan kami sampai akhir hayat kami. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 111:1-2.4-5.9.10c; R: 5b)

Ref: Tuhan selamanya ingat akan perjanjianNya.
  1. Aku bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati dalam lingkungan orang-orang benar dan di tengah jemaat. Besarlah perbuatan-perbuatan Tuhan, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.
  2. Perbuatan-perbuatanNya yang ajaib dijadikan peringata; Tuhan itu pengasih dan penyayang. Kepada orang takwa diberikanNya rezeki. Selama-lamanya Ia ingat akan perjanjianNya.
  3. Ia memberikan kebebasan kepada umatNya, Ia menetapkan perjanjianNya untuk selama-lamanya; kudus dan dahsyatlah namaNya! Dia akan disanjung sepanjang masa.
 

Hari Sabat diadakan untuk manusia, dan bukan manusia untuk hari Sabat (Mrk 2:23-28)

Pada suatu hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-muridNya memetik bulir gandum. Maka kata orang-orang Farisi kepada Yesus, “Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?” Jawab Yesus kepada mereka, “Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan para pengiringnya kekurangan dan kelaparan ? Tidakkah ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Agung lalu makan roti sajian – yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam – dan memberikannya juga kepada pengikut-pengikutnya?” Lalu kata Yesus kepada mereka, “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat. Jadi Anak Manusia adalah Tuhan, juga atas hari Sabat.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge