Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2017
  MASA BIASA PEKAN 2
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 31        
  Kamis, 19 Januari 2017
  Pekan Doa Sedunia untuk persatuan umat Kristiani
 

DIALAH ANAK DOMBA ALLAH
YANG MENGHAPUS DOSA-DOSA DUNIA
IA SUDAH ADA SEBELUM AKU

 
 
 
Ibr 7:25-8:6 | Mzm 40:7-8a.8b-9.10.17 | Mrk 3:7-12

Kristus mempersembahkan diri sekali untuk selama-lamanya (Ibr 7:25-8:6)

Saudara-saudara, Yesus sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang demi Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup lestari untuk menjadi Pengantara mereka. Imam seperti inilah yang kita perlukan, yakni saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang telah dipisahkan dari orang-orang berdosa, dan ditinggikan mengatasi segala langit, yang tidak seperti imam-imam besar lain yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya. Hal ini sudah dilakukan Yesus satu kali untuk selama-lamanya, yakni ketika Ia mempersembahkan diriNya sendiri sebagai kurban. Hukum Taurat menetapkan orang-orang yang tidak sempurna menjadi imam agung. Tetapi sesudah hukum Taurat itu, diucapkanlah sumpah, yang menetapkan Putera, yang sudah sempurna sampai selama-lamanya, menjadi Imam Agung.
Inti segala yang kita bicarakan ini ialah, kita mempunyai Imam Agung yang seperti itu. Ia duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di surga dan melayani ibadat di tempat mahakudus, yaitu di dalam kemah sejati yang didirikan oleh Tuhan dan bukan buatan manusia. Setiap Imam Agung ditetapkan untuk mempersembahkan kurban atau persembahan kepada Allah. Oleh karena itu Yesus harus mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan. Sekiranya Ia berada di bumi, Ia sama sekali tidak akan menjadi imam, karena di sini sudah ada orang-orang yang mempersembahkan persembahan menurut hukum Taurat. Tetapi pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di surga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa ketika ia hendak mendirikan kemah. "Ingatlah", demikian firman Tuhan, "buatlah semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu!" Tetapi sekarang Yesus telah mendapat tugas pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi.

 

PERANAN khusus suku-suku Israel, seperti orang-orang Lewi, tak dapat ditukar dengan suku-suku lain karena pertalian darah imam yang melekat pada diri mereka. Sejak awal, Tuhan menetapkan keturunan Harun sebagai keluarga imam (Kel 28:1) yang akan memegang jabatan itu turun temurun. Praktek itu tetap dipelihara selama berabad-abad, termasuk ketika Zakaria, suami Elisabet, mendapat undi untuk melayani Tuhan (Luk 1:9). Karena besarnya golongan para imam, tugas ini mungkin hanya dijalani sekali saja seumur hidupnya. Pada prinsipnya, pertalian darah berperanan penting di dalam jabatan pengudusan ini.

KARAKTER imamat Perjanjian Lama ini diubah oleh Yesus berkat kedatanganNya ke dunia. Sebagai Imam Agung, IA membawa satu persembahan kepada Allah, yakni diriNya sendiri, dan mengundang semua orang untuk turut serta di dalamnya. Pertama-tama, Yesus bukan berasal dari keluarga Harun melainkan keluarga Daud, turunan Yehuda. Karena itu sulit para imam tradisional mau menerimaNya sebagai bagian dari mereka. Namun bagi para murid, peranan pengudusan Yesus sangat nyata. Ia mengusir roh jahat dan membebaskan orang-orang dari cengkeramannya, sehingga orang-orang dapat mengalami kehadiran Tuhan yang penuh cinta. Yesus menyembuhkan orang sakit, namun di dalam peristiwa itu, Tuhan sesungguhnya sedang menguduskan umat-Nya.

KEWAJIBAN yang dapat kita jalani sebagai murid Yesus adalah meyakini dan memberi kesaksian tentang peranan Yesus sebagai imam yang menguduskan umat Allah. Setiap kali mengadakan satu mujizat, Yesus menuntut pengakuan iman dari orang-orang. Iman inilah yang membuka pintu bagi rahmat tobat dan pengampunan. Maka pertobatan merupakan bagian dari penghayatan iman kita setiap hari, di mana kita menyerahkan diri kepada Tuhan untuk dibersihkan dari kegelapan dan dikuduskan, sehingga kita dapat membantu menyalurkan rahmat pengudusan kepada sesama yang membutuhkan. (ap)

Tuhan, ajarilah kami mencintai Engkau dengan sepenuh hati, sehingga kami dapat membantu menyebarkan cintaMu. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 40:7-10.17; R: lh 8a.9a)

Ref: Ya Tuhan, kini aku datang untuk melakukan kehendakMu.
  1. Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan tetapi Engkau telah membuka telingaku; kurban bakar dan kurban silih tidak Engkau tuntut. Lalu aku berkata, "Lihatlah Tuhan, aku datang!"
  2. "Dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku: Aku senang melakukan kehendakMu, ya Allahku. TauratMu ada di dalam dadaku."
  3. Aku mengabarkan keadilan di tengah jemaat yang besar, bibirku tidak kutahan terkatup; Engkau tahu itu, ya Tuhan.
  4. Biarlah bergembira dan bersukacita semua orang yang mencari Engkau; biarlah mereka yang mencintai keselamatan dari padaMu tetap berkata, "Tuhan itu besar!"
 

Roh-roh jahat berteriak, “Engkaulah Anak Allah!” Tetapi dengan keras Yesus melarang memberitahukan siapa Dia (Mrk 3:7-12)

Sekali peristiwa, Yesus menyingkir ke Danau Galilea bersama murid-muridNya dan banyak orang dari Galilea mengikuti Dia. Juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan dan dari daerah Tirus serta Sidon, datanglah banyak orang kepadaNya sesudah mereka mendengar segala yang dilakukanNya. Karena orang banyak itu, Yesus menyuruh murid-muridNya menyediakan sebuah perahu bagiNya agar jangan sampai Dia terhimpit oleh mereka, sebab Yesus menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desak ingin dijamah olehNya. Bilamana roh-roh jahat melihat Yesus, mereka jatuh tersungkur di hadapanNya dan berteriak, “Engkau Anak Allah!” Tetapi dengan keras Yesus melarang mereka memberitahukan siapa Dia.


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge