Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2017
  MASA BIASA PEKAN 2
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 31        
  Rabu, 18 Januari 2017
  Pekan Doa Sedunia untuk persatuan umat Kristiani
 

DIALAH ANAK DOMBA ALLAH
YANG MENGHAPUS DOSA-DOSA DUNIA
IA SUDAH ADA SEBELUM AKU

 
 
 
Ibr 7:1-3.15-17 | Mzm 110:1.2.3.4 | Mrk 3:1-6

Engkaulah imam untuk selama-lamanya menurut tata imamat Melkisedek (Ibr 7:1-3.15-17)

Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi. Ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, Melkisedek menyongsongnya dan memberkati dia. Dan kepadanya, Abraham memberikan sepersepuluh dari semua jarahannya. Menurut arti namanya, Melkisedek pertama-tama adalah raja kebenaran, atau juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera. Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah; harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan! Dan karena dijadikan sama dengan Anak Allah, ia menjadi imam sampai selama-lamanya.
Sungguh, Yesus telah ditetapkan sebagai imam menurut tata imamat Melkisedek, artinya, menjadi imam bukan berdasarkan peraturan-peraturan manusia, tetapi berdasarkan hidup yang tidak dapat binasa. Sebab tentang Yesus diberi kesaksian, "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut tata imamat Melkisedek.

 

BERTAHUN-TAHUN sudah saya terlibat dalam jejaring kerja sama dengan sejumlah Gereja Protestan dan Evangelis. Bersama mereka saya terlibat dalam sejumlah seminar ekumenis. Saya diundang oleh sejumlah pendeta denominasi Kristen untuk berkotbah bagi umat mereka. Saya yakin, tidak semua orang Katolik suka dengan keterlibatanku ini, tetapi yang tidak saya duga adalah perlawanan terbesar justru datang dari kolega imamatku sendiri. Tentu tiap orang punya pertimbangan sendiri, tetapi sikap fanatik eksklusip yang ditampilkannya membuatku merasa sedih. Bukankah Yesus sendiri berdoa untuk kesatuan umat Kristiani? Jika kita sendiri tak berusaha mewujudkannya, lalu siapa yang melakukannya?

KETIKA Yesus mewujudkan karya pelayananNya, ia menemukan banyak tata aturan yang justru menghalangi umat mengalami sukacita keselamatan. Bagi Yesus, kalau Tuhan menghendaki agar rahmatNya turun atas seseorang, manusia tidak berhak untuk menghalanginya dengan dalih tata aturan, termasuk yang tertera di dalam Kitab Taurat. Ketika melihat orang lumpuh tangannya, Yesus menyembuhkannya juga, walaupun itu pada Hari Sabat. Bukankah Tuhan berkenan menerima persembahan Melkisedek, ketika Ia sedang membentuk bangsa pilihannya dari keturunan Abraham? Saya teringat akan paradigma umum ketika menghadapi aneka persoalan: salus animarum, suprema lex (keselamatan jiwa itu merupakan hukum yang tertinggi).

TENTU SAJA kita tidak sedang membangun prinsip hidup baru yang melanggar semua norma-norma sosial. Tata aturan haruslah ada, agar masyarakat hidup dalam batas-batas saling menghargai satu sama lain. Namun sangat penting membangun prinsip dasar, yakni apapun bentuknya, tata aturan itu haruslah menghargai martabat manusia. Tuhan sendiri menghargai martabat manusia ciptaanNya, karena itu Yesus datang ke dunia. Jika prinsip ini kita terapkan di dalam hidup, kebersamaan ini akan mengalami transformasi ke harmoni sejati, karena setiap orang akan berbuat sesuatu demi mewujudkan kehendak Tuhan. (ap)

Tuhan, semoga penghargaanMu terhadap kami mendorong kami untuk lebih mencintai Engkau dalam diri sesama kami. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 110:1-4; R: 4bc)

Ref: Engkaulah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek.
  1. Beginilah firman Tuhan kepada tuanku, "Duduklah di sebelah kananKu, sampai musuh-musuhMu Kubuat menjadi tumpuan kakimu!"
  2. Tongkat kuasamu akan diulurkan Tuhan dari Sion; berkuasalah Engkau di antara musuhMu!
  3. Engkau meraja di atas gunung yang suci sejak hari kelahiranmu, sejak fajar masa mudamu.
  4. Tuhan telah besumpah dan tidak akan menyesal, "Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek."
 

Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuhnya? (Mrk 3:1-6)

Pada suatu hari Sabat Yesus masuk ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu, “Mari, berdirilah di tengah!” Kemudian Yesus berkata kepada mereka, “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” Tetapi mereka itu diam saja. Yesus jengkel karena kedegilan mereka. Dengan marah Ia memandang sekeliling, lalu berkata kepada orang tadi, “Ulurkanlah tanganmu!” Ia pun mengulurkan tangannya dan sembuhlah seketika. Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge