Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2017
  MASA BIASA PEKAN 3
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 31        
  Minggu, 22 Januari 2017
  Pekan Doa Sedunia untuk persatuan umat Kristiani
 

MARI, IKUTILAH AKU
DAN KAMU AKAN KUJADIKAN
PENJALA MANUSIA

 
 
 
Yes 8:23b-9:3 | Mzm 27:1.4.13-14; R.1a | 1 Kor 1:10-13.17 | Mat 4:12-23

Di wilayah bangsa-bangsa lain orang telah melihat terang yang besar (Yes 8:23b-9:3)

Kalau dahulu Tuhan merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Tuhan akan memuliakan jalan ke laut itu, yakni daerah seberang Sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain. Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar. Terang telah bersinar atas mereka yang diam di negeri kekelaman. Engkau, ya Tuhan, telah banyak menimbulkan sorak-sorai dan sukacita yang besar. Mereka telah bersukacita di hadapanMu, seperti orang bersukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan. Sebab kuk yang menekan bangsa itu dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian.

 

REVOLUSI Mei 1998 berhasil menjatuhkan rejim Orde Baru yang telah menguasai negara Indonesia sejak 1965. Presiden Suharto dijatuhkan oleh gerakan massa yang dipicu oleh kekacauan sosial ekonomi seluruh bangsa. Ketika peristiwa itu terjadi, saya masih menyelesaikan studi di Inggris. Melemahnya nilai tukar rupiah membuat semua mata uang asing yang saya pegang seperti US Dollar dan British Pounsterling sanggup menukar sejumlah besar rupiah. Pada saat yang sama, sejumlah teman yang mendapat beasiswa dalam rupiah, terutama yang dikirim oleh negara, tiba- tiba menemukan dirinya tidak lagi beruang. Rupiah yang disimpan hanya sanggup membeli sedikit mata uang asing. Peristiwa yang sama, dilihat dari dua sudut pandang yang berbeda, membawa akibat yang berbeda. Ada yang mendadak kaya, sementara yang lain mendadak miskin. Di mana posisi kami saat itu, baik terencana maupun kebetulan, cukup menentukan masa depan.

PEMENUHAN janji keselamatan Allah pertama-tama disiapkan untuk orang Israel, yang dipilih Tuhan untuk menjadi model bagi semua bangsa manusia. Namun demikian tidak berarti Tuhan sama sekali menutup pintu bagi bangsa-bangsa lain. Anugerah iman yang diberikan kepada orang Israel menjadi terang bagi banyak bangsa, sehingga bangsa yang berjalan dalam kegelapan melihat terang yang besar. Untuk mewartakan terang itu, Yesus telah memanggil orang-orang yang Dia anggap layak agar menjadi murid-muridNya. Kepada mereka akan diberikan karunia untuk menjadi utusanNya. Tetapi siapa yang dipanggil? Bukan ahli-ahli Taurat, bukan orang Farisi, tetapi nelayan-nelayan dari seputar Danau Galilea. Oleh tindakanNya itu, Yesus mengundang debat, pertanyaan dan keraguan dari mereka yang merasa diri memahami sejarah keselamatan. Namun di saat yang sama, Yesus mengirim pesan harapan kepada orang-orang, bahwa Tuhan berkenan pada siapapun yang dianggap layak olehNya, bukan menurut ukuran manusia tetapi menurut ukuran Ilahi. Nelayan Galilea adalah representasi hati yang polos dan siap dibentuk untuk menjadi pelayan-pelayan Tuhan. Oleh pelayanan mereka, dilanjutkan oleh orang-orang yang menerima dan mengimaninya. Kabar Gembira itu menyebar ke mana-mana, hingga menyentuh dan membaharui hidup kita hari ini.

MENANGGAPI panggilan dan pilihan Tuhan, Santo Paulus telah menjadi pewarta handal di jamannya. Salah satu tekanan praktis yang bisa kita wujudkan ialah membina persekutuan umat Allah sebagai satu keluarga, karena kita diikat oleh tali iman yang sama pada Kristus. Hindari perpecahan dan usahakan kesatuan, agar dunia percaya pada pengaruh Kristus atas hidup kita. Dalam aneka gerakan ekumenis dan dialogal, saya menemukan betapa banyak dalil-dalil normatip tetapi tidak menyentuh hati, sehingga persatuan yang diharapkan itu tidak terwujud. Ketika orang-orang mau saling mengasihi dengan tulus, tak perlu ada dalil-dalil ilmiah, tak perlu ada gerakan tersistematisasi, karena dari hati yang tulus, buah yang otomatis dipetik ialah persaudaraan sejati yang menciptakan dan menjamin keharmonisan. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, panggillah kami yang tidak layak ini dan baharuilah hati kami, agar kami berani mencintai dengan tulus dan jujur dan membawa buah-buah kebenaran kepada sesama. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 27:1.4.13-14; R: 1a)

Ref: Tuhan adalah terang dan keselamatanku.
  1. Tuhan adalah terang dan keselamaanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?
  2. Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, satu inilah yang kuingini: diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan dan menikmati baitNya.
  3. Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu!
 

Semoga kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu (1 Kor 1:10-13.17)

Saudara-saudara, aku menasihati kamu demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata, dan jangan ada perpecahan di antara kamu. Sebaliknya hendaklah kamu erat bersatu dan sehati sepikir. Sebab, saudara-saudaraku, aku telah diberitahu oleh orang-orang dari keluarga Kloe, bahwa ada perselisihan di antara kamu. Yang aku maksud ialah, bahwa kamu masing-masing berkata, aku dari golongan Paulus, atau aku dari golongan Apolos, atau aku dari golongan Kefas, atau aku dari golongan Kristus. Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan demi kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus? Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, melainkan untuk memberitakan Injil. Dan itu pun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.

 

Yesus diam di Kapernaum supaya genaplah firman yang disampaikan Nabi Yesaya (Mat 4:12-23)

Ketika mendengar, bahwa Yohanes Pembaptis telah ditangkap, Yesus menyingkir ke Galilea. Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh Nabi Yesaya: 'Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang Sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa bangsa lain, bangsa yang diam dalam kegelapan telah melihat terang yang besar, dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit terang. Sejak waktu itu Yesus memberitakan, "Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat."
Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, "Mari, ikutilah Aku, dan kamu akan kujadikan penjala manusia." Mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Yesus. Setelah pergi dari sana, Yesus melihat pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka Zebedeus. Mereka sedang membereskan jala dalam perahu. Yesus memanggil mereka dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya lalu mengikuti Yesus. Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea. Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah, serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge