Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2017
  MASA BIASA PEKAN 2
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 31        
  Senin, 16 Januari 2017
   
 

DIALAH ANAK DOMBA ALLAH
YANG MENGHAPUS DOSA-DOSA DUNIA
IA SUDAH ADA SEBELUM AKU

 
 
 
Ibr 5:1-10 | Mzm 110:1.2.3.4 | Mrk 2:18-22

Yesus belajar menjadi taat, sekalipun Ia Anak Allah (Ibr 5:1-10)

Saudara-saudara, setiap imam agung, yang dipilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya ia mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa. Seorang imam agung harus dapat memahami orang-orang yang jahil dan orang-orang yang sesat, karena ia sendiri penuh dengan kelemahan. Karena itu ia harus mempersembahkan korban pelunas dosa, bukan saja bagi umat, tetapi juga bagi dirinya sendiri. Tidak ada seorang pun yang mengambil kehormatan itu bagi dirinya sendiri. Sebab setiap imam agung dipanggil untuk itu oleh Allah, seperti yang telah terjadi dengan Harun. Demikian pula Kristus! Ia tidak mengangkat diriNya sendiri dengan menjadi Imam Agung, tetapi diangkat oleh Dia yang bersabda kepadaNya, "AnakKu lah engkau. Pada hari ini engkau telah Kuperanakkan." Atau di bagian lain dari Kitab Suci Ia bersabda, "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut tata imamat Melkisedek." Dalam hidupNya sebagai manusia, Kristus telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkanNya dari maut; dan karena kesalehanNya, Ia telah didengarkan. Akan tetapi, sekalipun Anak, Kristus telah belajar menjadi taat; ini ternyata dari apa yang telah dideritaNya. Dan sesudah mencapai kesempurnaan, Ia menjadi pokok keselamatan abadi bagi semua orang yang taat kepadaNya, dan ia dipanggil menjadi Imam Agung oleh Allah, menurut tata imamat Melkisedek.

 

MEMPERSIAPKAN perkawinan pasangan muda sering membawa pengalaman indah. Pertama, terasa sekali kobaran cinta dua anak manusia yang mempersiapkan diri ke alam perkawinan. Kedua, kekuatan cinta itu sering mengaburkan pandangan mereka, bahwa hidup nyata itu penuh dengan tantangan. Sekarang semua serba indah, tetapi beberapa tahun ke depan, semua bisa berubah menjadi neraka. Sering saya menganjurkan pasangan-pasangan muda ini mencatat berbagai pengalaman indah. Ketika berhadapan dengan kesulitan di masa depan, pengalaman-pengalaman indah ini bisa "diputar" kembali untuk mengingatkan perjalanan cinta mereka. Mungkin dari pengalaman tersebut dapat ditimba inspirasi untuk mengatasi masalah.

BERPUASA merupakan kebiasaan umum yang banyak dilakukan di lingkungan orang Yahudi, sesuai dengan ketentuan Hukum Taurat. Berpuasa dilihat sebagai kebajikan iman yang sangat bermanfaat bagi pendidikan karakter dan membentuk militansi seseorang. Itu benar kalau puasa dijalankan sebagai buah kesadaran pribadi dan tidak dipaksakan sebatas sebagai aturan. Ketika orang-orang melihat, bahwa murid-murid Yesus tidak berpuasa seperti para murid Yohanes dan orang Farisi, mereka pasti memandang rendah kelompok ini. Bagaimana mungkin yang guru istimewa ini memiliki murid yang tidak menjalankan kebajikan iman? Mungkin demikian pertanyaan mereka. Namun bagi Yesus, itu bukan persoalan. Iman tidak melulu kewajiban puasa, tetapi juga karunia sukacita. Sekarang, Yesus ada bersama mereka, maka sukacita itu perlu diperkuat, karena itu akan menjadi peneguh untuk menghadapi salib di masa depan.

KARUNIA iman tidak hanya memberi peneguhan dan hiburan di dalam menghadapi kesulitan, tetapi juga menjadi alasan untuk bersukaria di saat hidup berjalan normal. "Segala sesuatu ada waktunya", demikian kata Kitab Pengkotbah (3:1). Sukacita dan salib sama-sama merupakan karunia Tuhan. Sukacita memberi peneguhan, karena orang bisa berharap, bahwa walaupun banyak tantangan menghadang, selalu ada saat sukacita bersemi dan menghapus penderitaan. Di sisi lain, salib itu memurnikan dan membuat orang rendah hati, karena ia bergantung pada kasih dan penyelenggaraan Tuhan. Muaranya sama, yakni menjadikan kita teguh dalam penghayatan iman dan moral sesuai dengan nilai-nilai Injil, sehingga bertahap tapi pasti kita terus melangkah menuju kepenuhan keselamatan. (ap)

Tuhan, sadarkanlah kami senantiasa siapa diri kami dan apa kewajiban yang harus kami penuhi sebagai anak-anakMu, agar hidup kami berguna bagi pengembangan KerajaanMu di dunia. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 110:1-4; R: 4bc)

Ref: Engkaulah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek.
  1. Beginilah firman Tuhan kepada tuanku, "Duduklah di sebelah kananKu, sampai musuh-musuhMu Kubuat menjadi tumpuan kakimu!"
  2. Tongkat kuasamu akan diulurkan Tuhan dari Sion; berkuasalah Engkau di antara musuhMu!
  3. Engkau meraja di atas gunung yang suci sejak hari kelahiranmu, sejak fajar masa mudamu.
  4. Tuhan telah besumpah dan tidak akan menyesal, "Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek."
 

Pengantin itu sedang bersama mereka (Mrk 2:18-22)

Waktu itu murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa. Pada suatu hari datanglah orang-orang kepada Yesus dan berkata, “Murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, mengapa murid-muridMu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka, “Dapatkah sahabat-sahabat pengantin pria berpuasa selagi pengantin itu bersama mereka? Selama pengantin itu ada bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa. Tetapi waktunya akan datang pengantin itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa. Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang sudah tua, karena jika demikian, kain penambal itu akan mencabiknya; yang baru mencabik yang tua, sehingga makin besarlah koyaknya. Demikian juga tak seorang pun mengisikan anggur baru ke dalam kantong kulit yang sudah tua, karena jika demikian anggur tersebut akan mengoyakkan kantong itu, sehingga baik anggur maupun kantongnya akan terbuang. Jadi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge