Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2017
  MASA BIASA PEKAN 1
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 31        
  Jumat, 13 Januari 2017
  St. Hilarius, uskup dan pujangga gereja
 

KAMI TELAH MELIHAT BINTANGNYA,
KINI KAMI DATANG UNTUK MENYEMBAH
DIA, RAJA YANG BARU LAHIR

 
 
 
Ibr 4:1-5.11 | Mzm 78:3.4bc.6c-7.8 | Mrk 2:1-12

Baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam istirahat Allah (Ibr 4:1-5.11)

Saudara-saudara, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang pun di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam istirahat Allah masih berlaku. Karena kabar kesukaan itu diberitakan juga kepada kita sama seperti kepada nenek moyang kita. Tetapi sabda pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh seiring dengan pertumbuhan mereka, sebab mereka tidak beriman. Tetapi kita yang beriman, akan masuk ke tempat istirahat seperti yang dikatakan Allah, “Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat peristirahatan-Ku.” Hal ini dikatakan Allah, sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan. Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan dalam suatu ayat Kitab Suci, “Pada hari ketujuh Allah berhenti dari segala pekerjaan-Nya.” Dan dalam Kitab Suci yang sama kita baca: “Mereka takkan masuk ke tempat peristirahan-Ku.” Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam peristirahatan itu, supaya jangan seorang pun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu.

 

SEJUMLAH orang terkenal dalam sejarah, seperti raja, panglima perang, seniman, ilmuwan, filsuf, dan sebagainya, bersikap dan berperilaku eksentrik. Sebuah ceritera tentang seorang pelukis yang menolak tawaran jutaan dollar dari seorang pengusaha, hanya karena pengusaha itu bertanya berapa harga lukisan itu. Di mata sang pelukis, si pengusaha tidak memiliki rasa cinta seni, dan ia tidak akan menyerahkan hasil karyanya ke tangan seorang yang bermental demikian. Lukisan itu di kemudian hari diberikan gratis ke seorang biasa, karena si pengagum ini mengungkapkan betapa dalamnya filosofi di balik lukisan itu. Si pelukis menilai, bahwa orang ini mencintai seni dan layak untuk mendapat hadiah seperti yang diinginkannya. Perilaku eksentrik ini sesungguhnya untuk menegaskan hakekat diri seseorang: siapa dia dan mengapa dia ada di dunia ini.

ORANG-ORANG terpesona oleh penampilan Yesus, termasuk dari kalangan Farisi dan Ahli Taurat. Mereka berhimpun di sekitarNya untuk mendengar dan menyaksikan karya Allah yang terwujud melalui kata dan perbuatanNya. Namun di saat itu, mereka tidak melihatnya sebagai Tuhan yang menjadi manusia. Tak ada konsep itu sama sekali. Yesus tak lebih daripada seorang utusan istimewa Tuhan. Karena itu, ketika Yesus "mengampuni" dosa si lumpuh sebelum menyembuhkannya, ada reaksi negatip dari Ahli-ahli Taurat, karena pengampunan dosa itu hak Tuhan. Di sini kejelian Yesus dalam berperilaku eksentrik. Ia sesungguhnya sedang mewartakan hakekat diriNya sebagai Tuhan yang menjadi manusia. Yesus menyadari, bahwa untuk bisa menerima hakekat diriNya seperti itu, seseorang harus bertumbuh dalam karakter spiritualitas mistik, mengalami Tuhan secara luar biasa. Itu tidak terjadi dengan gampang tetapi harus dimulai. Karena itu, seruan Yesus tersebut dilengkapi dengan mujizat penyembuhan, agar mereka yang menyaksikan mulai berpikir, bahwa di dalam diriNya ada suatu misteri yang perlu diselidiki.

TIDAK MUDAH bagi kita untuk memahami rencana dan kehendak Tuhan. Ada banyak misteri iman yang hanya bisa kita pahami jauh kemudian sesudah mengolahnya dengan sabar dan telaten. Maka kita perlu memulainya sedini mungkin, termasuk ketika kita belum mampu memahami apa kehendak Tuhan. Di sini kita menampilkan kerendahan hati dan kepolosan seorang anak kecil yang menerima dengan keyakinan penuh, bahwa Tuhan hanya menganugerahkan sesuatu yang baik kepada umat ciptaanNya. Dengan keyakinan itu, kita lalu berusaha menemukan makna-makna positip setiap peristiwa hidup, sehingga pada akhirnya kita menemukan rencana Tuhan yang menghibur. (ap)

Segarkanlah ingatkan kami, ya Tuhan, dan kuatkanlah kehendak kami, agar kami sanggup dengan sabar mengolah pengalaman iman kami, dan memetik maknanya karena karuniaMu. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 78:3.4bc.6c-8; R: lh. 7c)

Ref: Semoga karya Allah jangan dilupakan selama-lamanya.
  1. Karya Allah telah kami dengar dan kami ketahui, dan diceritakan kepada kami oleh para leluhur. Kami meneruskannya kepada angkatan yang kemudian: Puji-pujian kepada Tuhan dan kekuatan-Nya, serta perbuatan-perbuatan ajaib yang telah dilakukan-Nya.
  2. Supaya anak cucu mereka menceritakannya pula kepada anak turunan mereka; supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang teguh perintah-perintah-Nya.
  3. Jangan sampai seperti nenek moyangnya, mereka menjadi angkatan pendurhaka dan pemberontak, angkatan yang tidak lurus hati, dan jiwanya tidak setia kepada Allah.
 

Di dunia ini, Anak Manusia memiliki kuasa mengampuni dosa (Mrk 2:1-12)

Selang beberapa hari sesudah Yesus datang ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Sementara Yesus memberitakan sabda kepada mereka, beberapa orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya ke hadapan Yesus karena orang banyak itu. Maka mereka membuka atap yang di atas Yesus. Sesudah atap terbuka, mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.
Melihat iman mereka, berkatalah Yesus kepada orang lumpuh itu, “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” Tetapi di situ duduk juga beberapa Ahli Taurat. Mereka berpikir dalam hati, “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghojat Allah! Siapa yang dapat mengampuni dosa selain Allah sendiri?” Tetapi Yesus langsung tahu dalam hati-Nya bahwa mereka demikian; maka Ia berkata kepada mereka, “Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh itu ‘Dosamu sudah diampuni’, atau mengatakan ‘Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah?’ Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa.”
Lalu berkatalah Yesus kepada orang lumpuh itu, “Kepadamu Kukatakan: Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu, dan pulanglah ke rumahmu!” Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya, dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu. Mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya, “Yang seperti ini belum pernah kita lihat!”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge