Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2017
  MASA BIASA PEKAN 21
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
    1 2 3 4
27 28 29 30 31    
  Minggu, 27 Agustus 2017
  St. Monika
 

SEGALA SESUATU BERASAL DARI ALLAH,
ADA KARENA ALLAH,
DAN MENUJU KEPADA ALLAH

 
 
 
Yes 22:19-23 | Mzm 138:1-3.6.8bc; R.8bc | Rm 11:33-36 | Mat 16:13-20

Aku akan menaruh kunci rumah Daud di atas bahunya (Yes 22:19-23)

Beginilah firman Tuhan kepada Sebna yang mengurus istana raja, “Aku akan melemparkan engkau dari jabatanmu dan dari pangkatmu engkau akan dijatuhkan. Maka pada waktu itu Aku akan memanggil hambaKu, Elyakim bin Hilkia. Aku akan mengenakan jubahmu kepadanya dan kekuasaanmu akan Kuberikan ke tangannya. Maka ia akan menjadi bapa bagi penduduk Yerusalem dan bagi kaum Yehuda. Aku akan menaruh kunci rumah Daud di atas bahunya. Apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup tidak ada yang dapat membuka. Aku akan memberi dia kedudukan yang teguh seperti gantungan yang dipasang kuat-kuat pada tembok yang kokoh, maka ia akan menjadi kursi kemuliaan bagi kaum keluarganya.”

KEBERHASILAN seorang pemimpin tidak hanya bergantung pada kecerdasan atau kepandaiannya di dalam memimpin bawahannya, tetapi juga sangat bergantung pada komitmen pelaksana kebjiakan yang diterapkannya. Ide-ide pemimpin itu boleh hebat, konsep dasar yang disiapkan boleh cemerlang, tetapi ketika tak ada pelaksana lapangan yang baik, konsep itu tinggal konsep dan tak pernah menjadi kenyataan. Karena itu, seorang pemimpin yang baik harus bisa mencari para bawahan yang baik, yang bisa diajak bekerja sama, yang bisa menjabarkan ide-idenya dengan baik, sanggup mengambil keputusan darurat ketika menjalankan tugasnya. Mutu bawahan yang baik bisa disebut sebagai penjamin keberhasilan seorang pemimpin.

PERMENUNGAN kita hari ini mengambil tema siapa pelaksana lapangan yang baik bagi pengembangan Kerajaan Allah? Sejarah keselamatan yang disiapkan Tuhan tidak selalu berjalan mulus, tetapi penuh dengan penyimpangan para utusan pilihan dari jalan kebenaran. Sebna yang disebut oleh Nabi Yeaya adalah panitera di jaman Raja Hizkia (2 Raj 18:18). Jaman itu kemurkaan Allah besar terhadap Kerajaan Yehuda, karena banyak raja-raja tidak lagi setia pada Tuhan. Dengan iman pembesar negeri seperti ini, rakyat mudah berbelok dari jalan kebenaran sehingga murka Allah tak surut. Seleksi pelaksana lapangan yang baik dilakukan oleh Yesus ketika membentuk tim para rasul selaku pendukung utama karya-Nya. Pertanyaan tentang siapa diri-Nya menjadi satu test-case apakah para rasul sudah memiliki pandangan yang benar tentang diri-Nya. "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup", kata Petrus. Kata "mesias" itu sendrii berarti yang diurapi, tapi Petrus melengkapinya dengan "Anak Allah", ungkapan iman yang sebenarnya. Dengan itu, iman Petrus (dan para rasul lain) sudah mencapai taraf tinggi, dapat diandalkan untuk menjalankan karya Kerajaan Allah. Berkat pewartaan para rasul inilah, umat Allah dibentuk dan menyadari hakekat dirinya, karena mereka berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Hidup sebagai harta milik Allah inilah yang diupayakan dalam pelayanan.

KARENA rahmat pembaptisan, orang Kristiani menjadi pelaksana pewartaan lapangan. Seperti Petrus dan para murid yang ditempa Yesus Kristus, kita bergerak dari kelemahan kita menuju kualitas baru iman yang dituntut untuk menjadi utusan Tuhan. Penempaan diri berjalan dalam latihan-latihan rohaniah, penghayatan hidup iman dan moral yang konsisten berpegang pada ajaran Tuhan. Kita memelihara iman dengan hidup suci, mengendalikan keinginan ragawi, berdisiplin dalam hidup sehari-hari, memperhatikan sesama dan sebagainya. Melalui penghayatan kebajikan-kebajikan iman tersebut, kita menyiapkan diri menjadi utusan Tuhan di garis depan Kerajaan-Nya. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, tempalah kami dengan salib kehidupan, agar kami layak menjadi pelaksana kehendakMu di dunia ini. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 138:1-3.6.8; R: 8bc)

Ref: Tuhan mendengarkan doa orang beriman.

  1. Aku hendak bersyukur kepadaMu dengan segenap hati, sebab Engkau mendengarkan kata-kata mulutKu. Di hadapan para dewata aku akan bermazmur bagiMu. Aku hendak bersujud ke arah baitMu yang kudus.
  2. Aku hendak memuji namaMu, oleh karena kasihMu dan oleh karena setiaMu, sebab Kaubuat nama dan janjiMu melebihi segala sesuatu. Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.
  3. Tuhan itu tinggi, namun Ia memperhatikan orang yang hina dan mengenal orang yang sombong dari jauh. Ya Tuhan, kasih setiaMu kekal abadi, janganlah Kautinggalkan buatan tanganMu.

Segala sesuatu berasal dari Allah, ada karena Allah dan menuju kepada Allah (Rm 11:33-36)

Saudara-saudara, alangkah dalamnya kekayaan, kebijaksanaan dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselami keputusanNya, sungguh tak terselami jalan-jalanNya! Sebab siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasehatNya? Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada Allah, sehingga Allah wajib menggantinya? Sebab segala sesuatu berasal dari Allah, ada karena Allah dan menuju kepada Allah. Bagi Dia lah kemuliaan selama-lamanya.

 

Engkaulah Petrus, kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga (Mat 16:13-20)

Sekali peristiwa, Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi. Ia bertanya kepada murid-muridNya, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka, “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis; ada juga yang mengatakan: Elia, dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” Lalu Yesus bertanya kepada mereka, “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya, “Berbahagialah engkau, Simon bin Yunus, sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan BapaKu yang di surga. Dan Aku berkata kepadamu: Engkau lah Petrus, dan di atas batu karang ini akan Kudirikan jemaatKu, dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di surga, dan apa yang kaulepas di dunia ini akan terlepas di surga.” Lalu Yesus melarang murid-muridNya memberitakan kepada siapa pun bahwa Dia lah Mesias.

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge