Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2017
  MASA BIASA PEKAN 19
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
    1 2 3 4
27 28 29 30 31    
  Jumat, 18 Agustus 2017
   
 

KITA MATI DALAM PERSEKUTUAN DENGAN ADAM, KITA AKAN HIDUP KEMBALI DALAM PERSEKUTUAN DENGAN YESUS KRISTUS

 
 
 
Yos 24:1-13 | Mzm 136:1-3.16-18.21-22.24 | Mat 19:3-12

Aku telah mengambil bapamu dari Mesopotamia, mengeluarkan engkau dari Mesir; dan menuntun engkau masuk ke Tanah Perjanjian (Yos 24:1-13)

Menjelang wafatnya Yosua mengumpulkan semua suku Israel di Sikhem. Dipanggilnya orang tua-tua, para kepala, hakim dan para pengatur pasukan Israel. Mereka semua berdiri dihadapan Allah. Maka berkatalah Yosua kepada mereka, “Beginilah sabda Tuhan, Allah Israel: Dahulu kala nenek moyangmu yakni Terah, ayah Abraham dan Nahor, tinggal di seberang Sungai Efrat. Mereka beribadah kepada allah lain. Tetapi Aku mengambil Abraham, bapamu, dari seberang Sungai Efrat, dan menyuruh dia menjelajahi seluruh tanah Kanaan. Aku melipat gandakan keturunannya dan memberinya Ishak. Kepada Ishak Kuberikan Yakub dan Esau. Esau Kuberi pegunungan Seir sebagai miliknya, sedang Yakub serta anak-anaknya pergi ke Mesir. Lalu Aku mengutus Musa dan Harun, dan memukul Mesir dengan tulah yang Kulakukan di tengah-tengah mereka. Kemudian Aku membawa kalian keluar. Setelah Aku membawa nenek moyangmu keluar dari Mesir dan kalian sampai ke laut, lalu orang Mesir mengejar nenek moyangmu dengan kereta dan pasukan berkuda ke Laut Teberau. Sebab itu mereka berteriak-teriak kepada Tuhan. Maka Aku membuat kegelapan antara kalian dan orang Mesir dan mendatangkan air laut atas orang Mesir, sehingga tengelamlah mereka. Dengan mata kepalamu sendiri kalian telah melihat, apa yang Kulakukan terhadap Mesir. Sesudah itu kalian lama tinggal di padang gurun. Aku membawa kalian ke negeri orang Amori yang diam di seberang Sungai Yordan, dan ketika mereka berperang melawan kalian, mereka Kuserahkan ke dalam tanganmu, sehingga kalian menduduki negerinya, sedangkan mereka Kupunahkan dari hadapanmu. Ketika itu Balak Bin Zipor, raja Moab, bangkit berperang melawan orang Israel. Disuruhnya memanggil Bileam bin Beor untuk mengutuki kalian. Tetapi Aku tidak mau mendengarkan Bileam, sehingga ia pun malahan memberkati kalian. Demikianlah Aku melepaskan kalian dari tangan Balak. Setelah kalian menyeberangi Sungai Yordan dan sampai ke Yerikho, maka para warga kota itu berperang melawan kalian, dan juga orang Amori, orang Feris, orang Kanaan, orang Het, orang Girgasi, orang Hewi dan orang Yebus. Tetapi mereka semua Kuserahkan ke dalam tanganmu. Kemudian Aku melepaskan tabuhan mendahului kalian, dan binatang-binatang ini menghalau mereka dari depanmu, seperti Aku telah menghalau kedua raja Amori. Sungguh, bukanlah pedangmu dan bukan pula panahmu yang menghalau mereka. Demikianlah Kuberikan kepadamu negeri yang kalian peroleh tanpa bersusah payah dan kota-kota yang kalian duduki tanpa membangunnya. Juga Kuberikan kepadamu kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun yang kalian makan buahnya, meskipun bukan kalian yang menanamnya.”

PEWARISAN nilai berjalan lancar dari Musa ke Yosua. Sebagai pemimpin yang menghantar Israel memasuki dan menduduk Tanah Terjanji, Yosua membuktikan kesetiaan-Nya kepada Tuhan dan Musa yang telah menggembleng dirinya. Kesetiaan Yosua itu nampak dalam wejangannya kepada tua-tua, para kepala, hakim dan pengatur pasukan. Dengan penuh kesadaran, ia memberi gambaran tentang sejarah keselamatan orang-orang Israel, mulai dari panggilan Abraham hingga saat mereka masuk dan menduduki Tanah Perjanjian itu. Kuncinya hanya satu, yakni setia pada Sabda dan kehendak Allah. Selama orang Israel setia pada Firman itu, tak ada yang perlu dikawatirkan, karena Tuhan sendiri yang menentukan, bagaimana bangsa itu hidup, walaupun di kemudian hari, orang Israel terbukti tak setia.

PEWARISAN nilai yang lancar dari Musa ke Yosua ternyata tak berjalan terus. Sejarah Israel membuktikan, bahwa banyak orang pilihan Tuhan yang berlaku tidak setia, sehingga mendatangkan kesulitan bagi seluruh bangsa. Raja Daud berdosa, Raja Salomo menyembah berhala, Raja Ahab culas dan kejam; dan seterusnya. Contoh gamblang dalam sejarah ini dipergunakan Yesus untuk mengajarkan pentingnya memelihara ikatan perkawinan. "Karena ketegaran hatimu, Musa mengijinkan kalian menceraikan isterimu, teapi sejak semula tidaklah demikian", kata Yesus. Perceraian bukanlah jalan keluar dari kesulitan hidup, melainkan dosa yang merendahkan martabat manusia. Dalam perceraian, orang hanya memperhatikan apa keinginannya, penderitaannya yang ingin dia hindari, tanpa memperhatikan apa keinginan pasangan dan penderitaan yang akan dilewatinya karena perceraian. Dalam perceraian orang menjadi egois. Jelas itu bukan mental positip. Seorang beriman justru berusaha mencegah kemungkinan dosa, bukan memasukkan orang ke dalam dosa. Ketika orang ditempa dalam semangat pengorbanan, ia akan berpikir sebaliknya lalu berusaha berbuat sesuatu, agar relasi yang tak harmonis itu berubah menjadi harmonis dan membawa sukacita bagi seluruh keluarga.

PEWARISAN nilai iman adalah bagian dari penghayatan iman itu sendiri. Tuhan tidak mewahyukan diri dengan cara yang sama kepada semua orang. Masing-masing orang mengalami sendiri bagaimana Tuhan berbicara kepadanya. Walaupun demikian, kita memiliki kewajiban yang sama, yakni membina umat manusia, agar menyadari diri sebabagai bagian dari Kerajaan Allah. Kesadaran itu mendorong orang mendefinisikan perananya. Jika orang mencintai Tuhan, ia akan berjuang, agar peranannya tersebut membuahkan keselamatan, karena Tuhan menghargai usahanya tersebut. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, lapangkanlah hati kami agar menerima dan mewartakan firman-Mu dengan sepenuh hati kepada sesama. Amin!

(c) 2017 twm


Mazmur Tanggapan (Mzm 66:1-3a.5.8.16-17)
   
  1. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik!
  2. Bersyukurlah kepada Allah segala Allah!
  3. Bersyukurlah kepada Tuhan segala Tuhan
  4. Kepada Dia yang memimpin umat-Nya melalui padang gurun!
  5. Kepada Dia yang memukul kalah raja-raja yang besar!
  6. Dan membunuh raja-raja yang mulia.
  7. Dan memberikan tanah mereka menjadi milik pusaka.
  8. Milik pusaka kepada Israel, hamba-Nya!
  9. Yang membebaskan kita dari para lawan kita.
 

U. Kekal abadi kasih setia-Nya

Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kalian menceraikan isterimu, tetapi semula tidaklah demikian (Mat 19:3-12)

Pada suatu hari datanglah orang-orang Farisi kepada Yesus untuk mencobai Dia. Mereka bertanya, “Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?” Yesus menjawab, “Tidakkah kalian baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia, sejak semula menjadikan mereka pria dan wanita? Dan ia bersabda, ‘Sebab itu pria akan meninggalkan ayah dan ibunya, dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.’ Demikianlah mereka itu bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” Kata mereka kepada Yesus, “Jika demikian, mengapa Musa memerintahkan untuk memberi surat cerai jika orang menceraikan isterinya?” Kata Yesus kepada mereka, “Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kalian menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. Tetapi Aku berkata kepadamu, barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan wanita lain, ia berbuat zinah.” Maka murid-murid berkata kepada Yesus, “Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin.” Akan tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Tidak semua orang dapat mengerti perkataan ini, hanya mereka yang dikaruniai saja. Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya; dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain; dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri, demi Kerajaan Surga. Siapa yang dapat mengerti, hendaklah ia mengerti.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge