Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2017
  MASA BIASA PEKAN 20
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
    1 2 3 4
27 28 29 30 31    
  Rabu, 23 Agustus 2017
   
 

TUHAN MENUNJUKKAN KEMURAHAN
HATINYA KEPADA SEMUA ORANG YANG DIKURUNG DALAM KETIDAKTAATAN

 
 
 
Hak 9:6-15 | Mzm 21:2-7 | Mat 20:1-16a

Kalian berkata, “Seorang raja akan memerintah kami,” padahal Tuhanlah rajamu (Hak 9:6-15)

Sekali peristiwa berkumpullah seluruh warga kota Sikhem dan Bet-Milo. Mereka menobatkan Abimelekh menjadi raja di dekat pohon terbantin di dekat tugu peringatan yang ada di Sikhem. Hal itu dikabarkan kepada Yotam. Maka pergilah ia ke Gunung Gerizim dan berdiri di atasnya. Lalu berserulah ia dengan suara nyaring kepada mereka, “Dengarkanlah aku, kalian warga kota Sikhem, maka Allah akan mendengarkan kalian juga. Sekali peristiwa pohon-pohon pergi hendak mengurapi yang akan menjadi raja atas mereka. Kata mereka kepada pohon zaitun, ‘Jadilah raja atas kami!’ Tetapi jawab pohon zaitun itu kepada mereka, ‘Masakan aku meninggalkan minyakku yang dipakai untuk menghormati Allah dan manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohon?’ Lalu kata pohon-pohon itu kepada pohon ara, ’Mari, jadilah raja atas kami!’ Tetapi jawab pohon ara itu, ‘Masakan aku meninggalkan manisanku dan buahku yang baik, dan pergi melayang di atas pohon-pohon?’ Lalu kata pohon-pohon itu kepada pohon anggur, ‘Mari, jadilah raja atas kami!’ Tetapi jawab pohon anggur, ‘Masakan aku meninggalkan air buah anggurku, yang menyukakan hati Allah dan manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohon?’ Lalu kata segala pohon itu kepada semak duri, ‘Mari, jadilah raja atas kami!’ Jawab semak duri itu, ‘Jika kalian sungguh-sungguh mau mengurapi aku menjadi raja atas kalian, datanglah berlindung di bawah naunganku. Tetapi jika tidak, biarlah api keluar dari semak duri, dan memakan habis pohon-pohon aras di Gunung Libanon.”

SEJUMLAH pelaku kejahatan seperti koruptor, pembunuh, teroris atau penjahat lain, sering dikenal orang-orang sebagai pribadi yang santun, taat beribadat, berjiwa sosial, dan sebagainya. Tak ada yang menduga, bahwa ia bisa menjadi pelaku kejahatan yang menyusahkan begitu banyak orang. Sementara itu, ada orang baik menjadi korban kecurigaan tanpa bukti karena tampangnya yang sangar, perilaku yang tertutup, dan sebagainya. Perilaku sosial bisa membuat orang salah menilai, sehingga orang juga salah menentukan sikap.

REFLEKSI iman hari ini menampilkan tema salah menilai Tuhan. Penyertaan Tuhan atas orang Israel itu terwujud dalam hukum Taurat yang perwujudannya dikawal oleh para imam. Tetapi orang Israel merasa tak puas, mereka menghendaki raja. Tindakan ini merupakan penafsiran yang salah, karena sesungguhnya Tuhan itu raja mereka, karena Ia yang membebaskan mereka dari Mesir. Demikian juga dalam pengajaran-Nya, Yesus mengingatkan para murid agar tidak salah menilai Tuhan. Ia memberi karunia karena belas kasih seturut kehendak-Nya, bukan menurut azas keadilan yang dituntut manusia. Salah memahami karunia Tuhan membuat orang salah menilai Tuhan, yang bisa berarti salah bersikap di hadapan Tuhan. Kita mesti berhati-hati.

KEWAJIBAN iman yang diberikan Tuhan disertai dengan aturan moral yang menjadi pedoman. Namun sejalan dengan itu Ia juga memberi kita energi dan talenta untuk mewujudkannya. Tetapi semua itu dilakukan-Nya menurut ukuran-Nya, bukan ukuran kita. Karena itu, setiap kali kita berhadapan dengan karunia Tuhan yang tak sesuai dengan keinginan kita, hendaknya kita berlaku rendah hati dan dengan rela menjalankannya, yakin bahwa Tuhan selalu merencanakan sesuatu yang baik bagi kita. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, tumbuhkanlah kepercayaan dalam diri kami, bahwa semua rencana-Mu selalu indah pada waktunya. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 21:2-7; R: 2a)

Ref: Ya Tuhan, karena kuasa-Mulah raja bersukacita.

  1. Tuhan, karena kuasa-Mulah raja bersukacita; betapa girang hatinya karena kemenangan yang Kauberikan! Apa yang menjadi keinginan hatinya telah Kaukaruniakan, dan permintaan bibirnya tidak Kautolak.
  2. Sebab Engkau menyambut dia dengan berkata melimpah; Engkau menaruh mahkota dari emas tua di atas kepalanya. Hidup dimintanya dari pada-Mu dan Engkau memberikannya; umur panjang untuk selama-lamanya.
  3. Besarlah kemuliaannya karena kemenangan yang Kauberikan, keagungan dan semarak Kaukaruniakan kepadanya. Engkau membuat dia menjadi berkat abadi, Engkau memenuhi dia dengan sukacita di hadapan-Mu.

Iri hatikah engkau karena aku murah hati? (Mat 20:1-16a)

Sekali peristiwa Yesus mengemukakan perumpamaan berikut kepada murid-muridNya, “Hal Kerajaan Surga itu seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja untuk kebun anggurnya. Setelah sepakat dengan para pekerja mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya. Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula, dan dilihatnya ada orang-orang lain menganggur di pasar. Katanya kepada mereka, “Pergi jugalah kalian ke kebun anggurku, dan aku akan memberimu apa yang pantas.” Dan mereka pun pergi. Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga sore ia keluar pula, dan berbuat seperti tadi. Kira-kira pukul lima sore ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula; lalu katanya kepada mereka, ‘Mengapa kalian menganggur saja di sini sepanjang hari?’ Jawab mereka, ‘Tidak ada orang yang mengupah kami.’ Kata orang itu, ‘Pergilah kalian juga ke kebun anggurku.’
Ketika hari sudah malam berkatalah tuan itu kepada mandornya, ‘Panggillah sekalian pekerja dan bayarlah upahnya, mulai dari yang masuk terakhir sampai kepada yang masuk terdahulu. Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima sore, dan mereka masing-masing menerima satu dinar. Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu. Mereka mengira akan mendapat upah yang lebih besar. Tetapi menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, katanya, ‘Mereka yang masuk paling akhir ini hanya bekerja satu jam, dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari. Tetapi tuan itu menjawab salah seorang dari mereka, ‘Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadapmu. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari? Ambillah bagianmu dan pergilah. Aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau karena aku murah hati?’ Demikianlah yang terakhir menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu menjadi yang terakhir.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge