Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2017
  MASA BIASA PEKAN 18
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
    1 2 3 4
27 28 29 30 31    
  Kamis, 10 Agustus 2017
  Pesta St. Laurensius, diakon dan martir
 

TERANGNYA SEPERTI PELITA DI KEGELAPAN SAMPAI FAJAR MENYINGSING, SEPERTI BINTANG TIMUR BERSINAR DI DALAM HATIMU

 
 
 
2 Kor 9:6-10 | Mzm 111:1-2.5-8 | Yoh 12:24-26

Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita (2 Kor 9:6-10)

Saudara-saudara, orang yang menabur sedikit akan menuai sedikit pula. Sebaliknya orang yang menabur banyak akan menuai banyak pula. Hendaklah masing-masing memberi menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau terpaksa. Sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu, malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. Seperti ada tertulis, "Ia murah hati, orang miskin diberiNya derma, kebenaranNya tetap untuk selama-lamanya." Dia yang menyediakan benih bagi penabur dan roti untuk dimakan, Dia jugalah yang akan menyediakan benih bagi kamu; Dialah yang akan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu.

SEORANG BAPA terkejut ketika saya mengatakan kepadanya, bahwa dengan menjadi suami yang baik bagi isteri, ayah yang baik bagi anak-anak, boss yang baik bagi karyawan, kolega yang baik bagi rekan kerja, dan sebagainya, ia melakukan pelayanan yang tidak kalah istimewanya daripada pelayanan seorang imam. "Waktu dan energi saya terbanyak untuk diri dan keluarga, sedikit sekali waktu untuk Tuhan", katanya. "Tuhan ada dalam mereka", sahutku, "melayani mereka itu melayani Tuhan sendiri."

MELAYANI Tuhan dan sesama merupakan kesatuan integral, satu tak bisa dipisahkan dari yang lain. Tak ada pelayanan bagi Tuhan dengan mengabaikan sesama, atau pelayanan kepada sesama yang tak bersumber dari pelayanan kepada Tuhan. Apapun wujud pelayanan itu, karakter dasar ialah kerelaan berkorban secara tulus ikhlas. Biji gandum tak akan menghasilkan panen berlimpah kalau tidak jatuh dan mati (ditanam). Kematian di sini berarti berserah diri kepada penyelenggaraan Tuhan. Penyelenggaraan itu ternyata berkaitan dengan jalan menuju keselamatan, yakni salib. Maka, salib itu adalah rujukan utama, yang lain-lain adalah implementasi tingkat manusiawi.

ST. LAURENSIUS melayani Tuhan dan Gereja melalu korban diri untuk membela iman. Ia pun diganjari mahkota kemartiran. Kita tidak sekuat St. Laurensius, tetapi kita dituntut untuk melayani Tuhan seturut kemampuan kita. Sebagai imam saya mesti siapkan kotbah dengan baik dan membawakannya dengan yakin penuh. Sebagai suami atau isteri, saya tahu hak dan kewajiban terhadap keluarga. Sebagai profesional, saya berpegang pada etika sosial dan iman. Ketika semua diselaraskan, bukankan kita memiliki dunia baru? Mari melayani Tuhan dengan cara masing-masing. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga kemartiran St. Laurensius mendorong kami untuk tetap setia pada iman, anugerah-Mu yang agung. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 112:1-2.5-9; R: 5a)

Ref: Orang baik menaruh belaskasihan dan memberi pinjaman.

  1. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang sangat suka akan segala perintahNya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; keturunan orang benar akan diberkati.
  2. Orang baik menaruh belaskasihan dan memberi pinjaman, ia melakukan segala urusan dengan semestinya. Orang jujur tidak pernah goyah, ia akan dikenang selama-lamanya.
  3. Ia tidak takut kepada kabar buruk, hatinya tabah, penuh kepercayaan kepada Tuhan. Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia mengalahkan para lawannya.
  4. Ia murah hati, orang miskin diberinya derma; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.

Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa (Yoh 12:24-26)

Menjelang akhir hidupNya, Yesus berkata kepada murid-muridNya, “Jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Baransiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya. Tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikuti Aku, dan di mana Aku berada di situ pun pelayanKu akan berada. Barangsiapa melayai Aku, ia akan dihormati Bapa.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge