Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2017
  MASA BIASA PEKAN 19
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
    1 2 3 4
27 28 29 30 31    
  Rabu, 16 Agustus 2017
   
 

KITA MATI DALAM PERSEKUTUAN DENGAN ADAM, KITA AKAN HIDUP KEMBALI DALAM PERSEKUTUAN DENGAN YESUS KRISTUS

 
 
 
Ul 34:1-12 | Mzm 66:1-3a.5.8.16-17 | Mat 18:15-20

Musa tutup usia sesuai dengan sabda Tuhan dan tiada lagi seorang nabi seperti dia yang muncul (Ul 34:1-12)

Pada waktu akan meninggal, naiklah Musa dari dataran Moab ke pegunungan Nebo, yakni ke puncak Pisga yang berhadapan dengan Yerikho. Di sana Tuhan memperlihatkan kepada Musa seluruh negeri Kanaan; daerah Gilead sampai ke kota Dan, seluruh Naftali, tanah Efraim dan Manasye, seluruh tanah Yehuda sampai laut sebelah Barat, tanah Nagep dan lembah Yordan, lembah Yerikho, kota pohon kurma itu, sampai Zoar. Dan bersabdalah Tuhan kepadanya, “Inilah negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub: ‘Kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri ini.’ Engkau boleh melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi engkau tidak akan menyeberang ke sana.” Lalu tutup usialah Musa, hamba Tuhan, di sana di tanah Moab sesuai dengan sabda Tuhan. Ia dikuburkan oleh Tuhan di suatu lembah di tanah Moab di hadapan Bet-Peor, dan sampai hari ini tiada ada orang yang tahu kuburnya. Musa berumur seratus dua puluh tahun ketika ia meninggal dunia, matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang. Orang Israel menangisi Musa di dataran Moab tiga puluh hari lamanya.
Maka berakhirlah hari-hari tangis perkabungan karena Musa itu. Dan Yosua bin Nun dipenuhi dengan roh kebijaksanaan, sebab Musa telah menumpangkan tangan atasnya. Sebab itu orang Israel taat kepada Yosua dan melakukan seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa. Tetapi tiada lagi seorang nabi yang bangkit di antara orang Israel seperti Musa yang dikenal Tuhan dengan berhadapan muka. Betapa hebatnya segala tanda dan mukjizat yang dilakukan Musa atas perintah Tuhan di tanah Mesir terhadap Firaun dan semua pegawainya serta seluruh negerinya. Betapa hebatnya segala perbuatan megah dan tindakan dahsyat yang dilakukan Musa di depan seluruh bangsa Israel.

PERIODE pengembaraan itu berakhir. Bangsa Israel siap masuk ke Tanah Terjanji. Tentu sangat menyenangkan kalau melihat Musa berjalan melewati Yordan, menaklukkan Yerikho dan menduduki seluruh Kanaan. Tetapi itu tidak terjadi. Tuhan menentukan batas peranan Musa, yakni menghantar bangsa itu hingga ke gerbang pencapaian. Selanjutnya generasi berikut yang akan membangun Tanah Terjanji menjadi tempat kediaman anak-anak Yakub. Tugas yang dijalankan dengan penuh kasih dan pengabdian, akan selalu memberi makna sepanjang masa.

PERIODE pengembaraan umat Allah terus berlanjut. Musa sudah mempersiapkan semua itu, tetapi bangsa Israel tak selalu setia pada hukum-hukum yang ditulisnya atas kehendak Allah. Akibat ketidaksetiaan itu, nurani mereka tidak cukup peka membaca tanda-tanda pemenuhan janji keselamatan. Maka Yesus pun tidak dikenal sebagai Mesias, karena mereka terpaku pada kenangan akan keagungan Musa. Karena itu Yesus melakukan gerakan pembaharuan. Sebagai Musa baru, IA hendak memulihkan watak Israel yang mendengar dan mentaati hukum Taurat. Tobat adalah pintunya. Tobat itu tidak semata-mata antara manusia dengan Tuhan, tetapi juga antara manusia dengan manusia. "Jika saudaramu berbuat dosa, tegurlah di bawah empat mata", kata Yesus. Betapa indahnya membangun persaudaraan atas dasar cinta seperti ini. Dengan cinta, dosa sebagai musuh keselamatan bisa ditaklukkan.

UKURAN cinta kepada Tuhan dan sesama itu berbeda-beda dari orang ke orang. Salah satunya ialah, tidak membiarkan saudara seiman tenggelam dalam kegelapan karena dosa yang telah dibuatnya. Kita perlu melakukan koreksi persaudaraan yang membuka nuraninya untuk berlaku benar. Namun tugas kita hanya sampai pada mengingatkan, memberi motivasi dan mendukung. Keputusan selalu ada di tangan orang tersebut. Berlakukan seperti Musa, hantarlah saudaramu hingga gerbang tobat, lalu biarkan dia menentukan jalannya. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga perjalanan hidup kami selalu dipenuhi perjuangan mewartakan pertobatan dan keselamatan. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 66:1-3a.5.8.16-17)

Ref: Terpujilah Allah, yang mempertahankan jiwa kami hidup.

  1. Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi, mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian! Katakanlah kepada Allah, “Betapa dahsyat segala pekerjaan-Mu.”
  2. Pergilah dan lihatlah karya-karya Allah, Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia. Pujilah Allah kami, hai para bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya!
  3. Marilah, dengarkanlah, hai kamu sekalian yang takwa pada Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadapku. Kepada-Nya aku telah berseru dengan mulutku, kini dengan lidahku aku menyanyikan pujian.

Jika saudaramu yang berbuat dosa mendengarkan teguranmu, engkau telah mendapatnya kembali (Mat 18:15-20)

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawa empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan dikau, bawalah seorang atau dua orang lain, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai orang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. Aku berkata kepadamu, sungguh, apa yang kalian ikat di dunia ini akan terikat di surga, dan apa yang kalian lepaskan di sunia ini akan terlepas di surga. Dan lagi Aku berkata kepadamu, jika dua orang di antaramu di dunia ini sepakat meminta apa pun, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga. Sebab di mana ada dua atau tiga orang berkumpul demi nama-Ku, Aku hadir di tengah-tengah mereka.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge