Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2017
  MASA BIASA PEKAN 19
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
    1 2 3 4
27 28 29 30 31    
  Selasa, 15 Agustus 2017
   
 

KITA MATI DALAM PERSEKUTUAN DENGAN ADAM, KITA AKAN HIDUP KEMBALI DALAM PERSEKUTUAN DENGAN YESUS KRISTUS

 
 
 
Ul 31:1-8 | Ul 32:3-4a.7-9.12 | Mat 18:1-5.10.12-14

Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, Yosua, sebab Engkau akan masuk bersama bangsa ini ke Tanah Perjanjian (Ul 31:1-8)

Musa menyampaikan pesan ini kepada seluruh bangsa Israel, “Aku sekarang berumur seratus dua puluh tahun. Aku tidak dapat dengan giat memimpin kalian lagi. Dan Tuhan telah bersabda kepadaku, ‘Sungai Yordan ini tidak akan kauseberangi.’ Tuhan, Allahmu, Dialah yang akan memimpin kalian menyeberang. Dialah yang akan memunahkan bangsa-bangsa dari hadapanmu, sehingga kalian dapat memiliki negeri mereka. Yosua akan memimpin kalian menyeberang, sesuai dengan sabda Tuhan. Tuhan akan memperlakukan bangsa-bangsa itu, sebagaimana Ia telah memperlakukan Sihon dan Og, raja-raja orang Amori, yang telah dipunahkan-Nya berserta negeri mereka. Tuhan akan menyerahkan bangsa-bangsa itu kepadamu, dan kalian harus memperlakukan mereka tepat seperti perintah yang kusampaikan kepadamu. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab Tuhan, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai kalian. Ia takkan membiarkan dikau dan takkan meninggalkan dikau.”
Musa lalu memanggil Yosua dan berkata kepadanya di depan seluruh orang Israel, “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkau akan masuk bersama dengan bangsa ini ke negeri yang dijanjikan Tuhan dengan sumpah kepada nenek moyang mereka untuk memberikannya kepada mereka. Dan engkau akan memimpin mereka sampai mereka memilikinya. Sebab Tuhan, Dia sendiri yang akan berjalan di depanmu, Dia sendiri yang akan menyertai engkau. Dia takkan membiarkan dikau dan takkan meninggalkan dikau. Janganlah takut dan janganlah patah hati.”

YOSUA adalah nama pemberian Musa bagi Hosea bin Nun (Bil 13: 8.16), abdi Musa yang termasuk dalam dua belas pengintai yang dikirim untuk memata-matai Kanaan. Yosua menjadi penerus Musa dan memimpin bangsa itu masuk ke Tanah Terjanji (Yos 4:13-14). Yosua digembleng oleh Musa untuk meneruskan kepemimpinan- nya, karena abdi itu setia (Kel 24:13), jujur menyampaikan apa yang ditemukannya (Bil 14:6-9). Kualitas pribadi Yosua membuat ia dipilih Tuhan menggantikan Musa (Bil 27:18-23). Hati yang murni itulah yang dipandang Tuhan.

KETENTUAN tersebut dipergunakan Yesus untuk mengajar para murid-Nya, bagaimana mereka memperlakukan sesama manusia. Mereka tak boleh berdebat tentang siapa yang lebih tinggi, sebab hanya Tuhan yang bisa menentukan kedudukan tersebut. Anak kecil dijadikan contoh oleh Yesus, gambaran kemurnian batin yang berkenan di mata Tuhan. "Barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, ia yang terbesar di dalam Kerajaan Allah", kata Yesus. Sesungguhnya ungkapan ini merujuk kepada diri Yesus sendiri, karena Ia yang berkuasa atas alam semesta mau merendahkan diri dan melayani manusia, bahkan sampai mati di salib. Dengan demikian, kerendahan hati dan kemurnian batin menjadi takaran, apakah seseorang layak menjadi murid Tuhan yang berhak mewartakan keselamatan itu.

TAKARAN Tuhan berlaku sepanjang masa, sehingga umat Allah perlu belajar dari Yesus, yakni bersikap rendah hati dan hidup murni di hadapan Allah. Inilah tanggapan iman yang perlu kita perhatikan dalam hidup sehari-hari. Ada yang mungkin merasa ini terlalu berat, karena manusia itu lemah dan mudah jatuh ke dalam godaan. Betul! Karena itu Yesus memberi pintu, yakni pertobatan dari dosa. Jika orang bertobat, ia mengungkapkan kerendahan hati dan dengan itu dimurnikan Tuhan. Tobat adalah pintu yang perlu dilewati oleh kita semua. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, ingatkanlah kami akan keselamatan kekal
yang hanya bisa kami raih karena bersikap rendah hati. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Ul.32:3-4a.7-9.12; R: 9a)

Ref: Bagian Tuhan ialah umat-Nya.

  1. Nama Tuhan akan kuserukan. Berilah hormat kepada Allah kita, Gunung Batu, yang sempurna karya-Nya.
  2. Ingatlah akan zaman dahulu kala, perhatikanlah tahun-tahun keturunan yang lalu. Tanyakanlah kepada ayahmu, ia akan mengisahkannya; tanyakanlah kepada orang tua-tua, mereka akan memberitahukannya.
  3. Ketika Yang Mahatinggi membangi-bagikan milik pusaka kepada para bangsa, ketika Ia memisah-misahkan anak-anak manusia; maka Ia menetapkan wilayah para bangsa menurut bilangan anak-anak Israel.
  4. Tetapi bagian Tuhan ialah umat-Nya, Yakublah yang ditetapkan menjadi milik bagi-Nya. Tuhan sendirilah yang menuntun dia, dan tidak ada allah lain menyertai dia.

Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang pun dari anak-anak ini (Mat 18:1-5.10.12-14)

Sekali peristiwa datanglah murid-murid dan bertanya kepada Yesus, “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?” Maka Yesus memanggil seorang anak kecil, dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata, “Aku berkata kepadamu: Sungguh, jika kalian tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak kecil seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang pun dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Malaikat-malaikat mereka di surga selalu mamandang wajah Bapa-Ku yang di surga.”
Lalu Yesus bersabda lagi, “Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan lalu pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu, sungguh, jika ia berhasil menemukannya, lebih besarlah kegembiraannya atas yang seekor itu daripada atas yang sembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian pula Bapamu yang di surga tidak menghendaki seorang pun dari anak-anak ini hilang.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge