Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2017
  MASA BIASA PEKAN 17
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
    1 2 3 4
27 28 29 30 31    
  Sabtu, 5 Agustus 2017
   
 

SEMUA ORANG DIPILIH ALLAH MENJADI
SERUPA DENGAN ANAKNYA, SUPAYA ANAK
ITU MENJADI YANG SULUNG BAGI SEMUA

 
 
 
Im 25:1.8-17 | Mzm 67:2-3.5.7-8 | Mat 14:1-12

Dalam tahun suci semua hendaknya pulang ke tanah miliknya (Im 25:1.8-17)

Tuhan bersabda kepada Musa di Gunung Sinai, “Engkau harus menghitung tujuh tahun Sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun. Jadi tujuh tahun Sabat itu sama dengan empat puluh sembilan tahun. Lalu engkau harus membunyikan sangkakala di mana-mana dalam bulan ketujuh, pada tanggal sepuluh. Pada Hari Raya Perdamaian kalian harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu. Kalian harus menguduskan tahun yang kelima puluh dan memaklumkan kebebasan bagi segenap penduduk negeri. Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan masing-masing kalian harus pulang ke tanah miliknya, dan kembali kepada kaumnya. Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu. Janganlah kalian menabur, dan apa yang tumbuh sendiri dalam tahun itu jangan kalian tuai, dan pokok anggur yang tidak dirantingi jangan kalian petik buahnya. Karena tahun itu tahun Yobel, maka haruslah menjadi kudus bagimu; hasil tahun itu yang hendak kalian makan harus diambil dari ladang. Dalam tahun Yobel itu semua harus pulang ke tanah miliknya. Apabila kalian menjual sesuatu kepada sesamamu atau membeli dari padanya, janganlah kalian merugikan satu sama lain. Apabila engkau membeli dari sesamamu, haruslah menurut jumlah tahun sesudah tahun Yobel. Dan apabila ia menjual kepadamu haruslah menurut jumlah tahun panen. Makin besar jumlah tahun itu makin besarlah pembeliannya, makin kecil jumlah tahun itu makin kecillah pembeliannya, karena jumlah panenlah yang dijualnya kepadamu. Janganlah kalian merugikan satu sama lain, tetapi engkau harus takwa kepada Allahmu. Akulah Tuhan, Allahmu.”

PERINTAH merayakan Tahun Yobel merupakan sebuah peringatan dari Tuhan kepada umat Israel, bahwa kedamaian yang mereka nikmati merupakan buah dari perjuangan dan penderitaan banyak leluhur mereka. Bapa leluhur mereka, Abraham, Ishak dan Yakub, harus meninggalkan tanah asal, hidup mengembara sebagai orang asing. Dua belas bapa bangsa harus hidup di pengasingan Mesir, menderita perbudakan, sebelum akhirnya dibebaskan Tuhan. Masa pengembaraan di padang gurun hingga masuk ke Tanah Terjanji menjadi periode pembentukan jati diri. Semua itu bermuara pada damai, sukacita dan ketenteraman sebagai bangsa yang diberkati Tuhan. Tahun Yobel adalah tahun pengakuan, bahwa Tuhan itu asal dan tujuan hidup mereka sebagai bangsa.

SEBAGAI Israel Baru, Gereja mewarisi tradisi keselamatan yang diwahyukan Tuhan selama berabad-abad, dan diwujudkan secara penuh oleh Yesus Kristus, Tuhan yang menjadi manusia. Banyak orang telah mempersembahkan dirinya untuk menegakkan Israel Baru ini. Bacaan Injil hari ini mengingatkan kita akan pengorbanan diri Yohanes Pembaptis. Sebagai bentara Sang Mesias, Yohanes berperanan besar mempersiapkan jalan untuk kedatangan Sang Mesias. Ketika Mesias sudah bertugas penuh, Yohanes tidaklah mundur dan beristirahat. Ia meneruskan kiprah kenabiannya, dan tokoh yang dihadapinya adalah penguasa dunia yang korup dan cabul, Herodes. Yohanes terlalu populer di mata masyarakat, sebab ia menyerukan penderitaan mereka. Ia tidak punya beban di saat berbicara tentang kebenaran, termasuk melawan Herodes yang ditakuti. Nyawa Yohanes jelas terancam, namun dengan itu ia membuka keran pendidikan iman. Ia menunjukkan, bahwa demi kebenaran, harga nyawa itu tidak seberapa, apalagi kalau korban itu justru mendorong orang lain melakukan kebenaran yang sama. Pada sisi lain, dengan menghukum mati Yohanes, Herodes justru mempercepat kejatuhan moralnya. Ia diketahui sebagai penguasa korup dan tak bermoral; reputasi buruk itu diperparah dengan bertindak keji terhadap orang yang dihormati dan dikagumi oleh khalayak luas. Herodes menggali kuburnya sendiri, secara sosial, politik maupun spiritual.

TAHUN YOBEL kita lebih merupakan sebuah karunia rohaniah, karena Tuhan telah memenangkan peperangan melawan kuasa kegelapan. Pengorbanan Yohanes Pembaptis itu titik awal, tapi korban sejatinya ialah korban salib, ketika Yesus sendiri wafat. Berkat wafatnya itu, pintu keselamatan dibuka bagi semua orang yang berkehendak baik. Terinspirasi oleh pengorbanan diri Yesus, banyak pria dan wanita mempersembahkan diri bagi pewartaan Kerajaan Allah. Buah-buah pewartaan inilah yang kita nikmati masa kini, ketika Gereja Kudus, Israel Baru, memainkan peranan yang besar dalam semua aspek kehidupan manusia. Selaku umat Allah, kewajiban kita tetap sama, yakni terus bersaksi tentang keselamatan itu hingga akhir jaman, yakin akan janji Yesus, bahwa Ia selalu menyertai segenap umat beriman sampai akhir jaman. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami tak melupakan pengorbanan diri banyak orang yang telah berperan membangun Kerajaan-Mu. Amin!

(c) 2017 twm


Mazmur Tanggapan (Mzm 67:2-3.5.7-8; R: 4)

Ref:  Hendaknya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah.
         Hendaknya semua bangsa bersyukur kepada-Mu.

  1. Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, Kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya, supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.
  2. Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi.
  3. Tanah telah memberi hasilnya; Allah, Allah kita, memberkati kita. Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takwa kepada-Nya!
 
Herodes menyuruh memenggal kepala Yohanes Pembaptis. Kemudian murid-murid Yohanes memberitahukan hal itu kepada Yesus (Mat 14:1-12)

Sekali peristiwa sampailah berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah. Maka ia berkata kepada pegawai-pegawainya, “Inilah Yohanes Pembaptis. Ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalamNya.” Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggu dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus, saudaranya. Sebab Yohanes pernah menegur Herodes, “Tidak halal engkau mengambil Herodias!” Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut kepada orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi. Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah puteri Herodias di tengah-tengah mereka dan menyenangkan hati Herodes, sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya. Maka setelah dihasut oleh ibunya, puteri itu berkata, “Berikanlah kepadaku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam.” Lalu sedihlah hati raja. Tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya, diperintahkannya juga untuk memberikannya. Disuruhnya orang memenggal kepala Yohanes di penjara, dan membawanya di sebuah talam, lalu diberikan kepada puteri Herodias, dan puteri Herodias membawanya kepada ibunya. Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil jenazah itu dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahu Yesus.

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge