Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2017
  MASA BIASA PEKAN 18
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
    1 2 3 4
27 28 29 30 31    
  Sabtu, 12 Agustus 2017
   
 

TERANGNYA SEPERTI PELITA DI KEGELAPAN SAMPAI FAJAR MENYINGSING, SEPERTI BINTANG TIMUR BERSINAR DI DALAM HATIMU

 
 
 
Ul 6:4-13 | Mzm 18:2-4.47.51ab | Mat 17:14-20

Kasihilah Allahmu dengan segenap hati (Ul 6:4-13)

Musa berkata kepada umat Israel, “Dengarkanlah, hai orang Israel: Tuhanlah Allah kita, Tuhan itu esa! Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan segenap kekuatanmu! Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan. Semuanya itu harus kauajarkan berulang kali kepada anak-anakmu, dan kaubicarakan apabila engkau duduk di rumah, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan bangun; haruslah kauikatkan sebagai tanda pada tanganmu dan kaupasang sebagai lambang pada dahimu. Engkaku harus menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu. Maka apabila Tuhan, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu, yaitu kota-kota yang besar dan baik yang tidak kaudirikan; rumah-rumah yang sudah penuh pelbagai barang berharga; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan zaitun yang tidak kautanami; dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, berhati-hatilah, jangan sampai engkau melupakan Tuhan, yang telah membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. Engkau harus takwa kepada Tuhan Allahmu. Kepada Dia engkau harus beribadah dan demi nama-Nyalah engkau harus bersumpah.”

MENCINTAI seseorang itu mengubah hidup pribadi tersebut. Jika saya mencintai teman saya, apa yang dia katakan saya dengar dengan seksama, saya lakukan sejauh kemampuan saya, karena saya tidak ingin orang yang saya cintai itu kecewa dan sedih. Pada sisi lain, ketika ia melakukan sesuatu yang buruk, saya tak akan segan memberi koreksi tetapi sama sekali tidak mengubah pandangan saya tentang dirinya. Relasi antara diriku dengannya selalu dimurnikan oleh kesadaran, bahwa terlepas dari sisi buruk masing-masing pribadi, keluhuran cinta mampu menjembatani perbedaan, memberi kekuatan dan inspirasi untuk hidup.

KITAB TAURAT memberi perintah, agar bangsa Israel mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati, segenap jiwa dan kekuatan. Wajah Allah dalam Perjanjian Lama itu membuat umat beriman segan, takut dan memandang Allah dari kejauhan dengan kagum dan penuh hormat. Semua ini proses menuju tumbuhnya rasa cinta sejati, sebagaimana disampaikan dalam hukum Musa tersebut. Mengapa orang Isarel diharuskan mengasihi Tuhan? Karena Tuhan telah membebaskan mereka dari perbudakan dan menghantar mereka masuk ke Tanah Terjanji di Palestina. Iman ini terus ditumbuhkembangkan sebagai masa persiapan menuju kedatangan Sang Mesias. Namun ketika Mesias, Yesus Kristu, tiba, ia menemukan bangsa yang taat beragama tetapi kurang dalam penghayatan iman. Maka Ia berkarya untuk meningkatkan kualitas iman umat tersebut. "Hai kalian, angkatan yang tidak percaya dan sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kalian?" keluh Yesus melihat lemahnya iman. Ternyata, satu wujud mengasihi Tuhan itu adalah dengan beriman kepada-Nya. Yesus tahu, iman itu dibutuhkan.

MENGASIHI, mengimani, berharap pada karunia Tuhan, adalah kebajikan-kebajikan Kristiani yang perlu terus dikembangkan dalam hidup ini. Yesus sendiri menjadi model yang baik bagi kita semua. Ia mengasihi semua orang, terutama orang-orang berdosa yang bertobat dan kembali ke jalan Tuhan. Ia menuntut iman dari orang yang hendak ditolongnya. Ia berharap agar kasih Ilahi selalu tercurah ke atas semua orang, sehingga orang-orang dapat mengalami secara langsung apa artinya menjadi manusia yang bermartabat luhur. Selama Tuhan masih memberi peluang, tak ada salahnya kita berusaha untuk hidup sesuai karunia-Nya. Itulah cara kita menanggapi kasih-Nya yang agung. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, ajarilah kami menjadi anak-anak-Mu yang setia pada kehendak Bapa dan mewartakannya kepada sesama. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 18:2-4.47.51ab; R: 2)

Ref: Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan, kekuatanku.

  1. “Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan, kekuatanku! Ya Tuhan, bukit batuku, kubu pertahanan dan penyelamatku.
  2. Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku. Terpujilah Tuhan, seruku; maka aku pun selamat dari para musuhku.
  3. Tuhan itu hidup! Terpujilah Gunung Batuku, dan mulialah Allah penyelamatku, Tuhan mengaruniakan keselamatan yang besar kepada raja yang diangkat-Nya; Ia menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya.

Sekiranya kalian mempunyai iman, tiada yang mustahil bagimu (Mat 17:14-20)

Sekali peristiwa datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, katanya, “Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. Aku sudah membawanya kepada murid-muridMu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya.” Maka kata Yesus, “Hai kalian, angkatan yang tidak percaya dan sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kalian? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kalian? Bawalah anak itu ke mari!” Dengan keras Yesus menegur roh jahat itu lalu keluarlah ia daripadanya, dan anak itu sembuh seketika itu juga. Kemudian ketika mereka sendirian, para murid menghampiri Yesus dan bertanya, “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?” Yesus menjawab, “Karena kalian kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sungguh, sekiranya kalian mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kalian dapat berkata kepada gunung ini, ‘Pindahlah dari sini ke sana,’ maka gunung ini akan pindah; dan tiada yang mustahil bagimu.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge