Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2017
  MASA BIASA PEKAN 17
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
    1 2 3 4
27 28 29 30 31    
  Rabu, 2 Agustus 2017
   
 

SEMUA ORANG DIPILIH ALLAH MENJADI
SERUPA DENGAN ANAKNYA, SUPAYA ANAK
ITU MENJADI YANG SULUNG BAGI SEMUA

 
 
 
Kel 34:29-35 | Mzm 99:5-7.9 | Mat 13:44-46

Melihat wajah Musa, orang-orang Israel takut mendekat (Kel 34:29-35)

Ketika Musa turun dari Gunung Sinai dengan membawa kedua loh hukum Allah, ia tidak tahu, bahwa kulit wajahnya bercahaya karena ia telah berbicara dengan Tuhan. Dan ketika Harun dan semua orang Israel melihat Musa, tampaklah kulit wajahnya bercahaya. Maka mereka takut mendapati dia. Tetapi Musa memanggil mereka. Lalu Harun dan para pemimpin jemaah datang kepadanya dan Musa berbicara kepada mereka. Sesudah itu mendekatlah semua orang Israel lalu disampaikannyalah kepada mereka segala perintah yang diucapkan Tuhan kepadanya di atas Gunung Sinai. Setelah Musa selesai berbicara dengan mereka, diselubunginyalah wajahnya. Tetapi apabila Musa masuk menghadap Tuhan untuk berbicara dengan Dia, ditanggalkannyalah selubung itu sampai ia keluar. Dan apabila keluar, ia menyampaikan kepada orang Israel apa yang diperintahkan kepadanya. Apabila orang Israel melihat bahwa kulit wajah Musa bercahaya, maka Musa menyelubungi wajahnya kembali sampai ia masuk menghadap untuk berbicara dengan Tuhan.

KATEKESE tentang Kerajaan Allah di masa kecilku digambarkan oleh guru agamaku dengan sangat sederhana. Setiap anak akan beroleh mainan yang dia suka, dan terutama ada waktu untuk jalan-jalan bersama Yesus. Membayangkan diri berjalan bersama Yesus itu sangat menyenangkan, apalagi ketika itu ada gambar Yesus merangkul dan memangku anak kecil. Tentu saja itu bukan gambaran surga sejati, tetapi minat telah ditumbuhkan dalam diri kami untuk terus mencari, hingga hari ini.

KERAJAAN ALLAH itu laksana harta karun atau mutiara berharga yang dicari orang. Ketika ditemukan, sukacita itu begitu besar, sehingga segala sesuatu yang lain menjadi tidak penting. Harta itu tentu bernilai, mutiara itu tentu berharga, tapi bagi saya yang paling utama ialah sukacita karena telah menemukannya. Dalam pandangan Yesus, hidup manusia itu merupakan proses pencarian Kerajaan Allah. Banyak peluang menemukannya, tetapi batin kita sering tertutup oleh dosa, kejahatan, kebodohan, kelemahan diri yang lain, sehingga pintu mengenal Kerajaan Allah tertutup. Kini Yesus membuka pintu itu, sehingga manusia berdosa sekalipun mendapat kesempatan meraihnya. Yang diperlukan sekarang ialah pendidikan nurani yang baik, sehingga hati kita cukup mampu membaca di mana Kerajaan Allah itu berada.

PENGALAMAN Kerajaan Allah itu tidak rumit. Tuhan memberikan yang bisa kita tangkap. Di mana ada persaudaraan, di sana ada Kerajaan itu. Di mana ada kasih, perhatian dan pelayanan bagi orang yang membutuhkan, di sana Kerajaan ada. Yang paling utama ialah, semua dilakukan dengan tulus dan membawa suka- cita, baik bagi yang melakukan maupun yang menjadi tujuannya. Dalam perkara ini, Tuhan memberi kita peluang untuk mewujudkan Kerajaan Allah dalam hidup kita sehari-hari. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, kiranya pesan tentang Kerajaan Allah mendorong kami terus mencari karunia cintaMu ini. Amin!

(c) 2017 twm


Mazmur Tanggapan (Mzm 99:5-7.9; R: 9c)

Ref: Kuduslah Tuhan, Allah kita.

  1. Tinggikanlah Tuhan, Allah kita, dan sujudlah menyembah kepada tumpuan kaki-Nya! Kuduskanlah Ia!
  2. Musa dan Harun di antara imam-imam-Nya, dan Samuel di antara orang-orang yang menyerukan nama-Nya. Mereka berseru kepada Tuhan dan Ia menjawab mereka.
  3. Dalam tiang awan Ia berbicara kepada mereka; mereka telah berpegang pada peringatan-peringatan-Nya. Dan pada ketetapan yang diberikan-Nya kepada mereka.
  4. Tinggikanlah Tuhan, Allah kita, dan sujudlah menyembah di hadapan gunung-Nya yang kudus! Sebab kuduslah Tuhan, Allah kita!
 
Ia menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu (Mat 13:44-46)

Sekali peristiwa Yesus mengajar orang banyak, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamnya lagi. Karena sukacitanya, pergilah ia menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge