Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2017
  MASA BIASA PEKAN 20
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
    1 2 3 4
27 28 29 30 31    
  Senin, 21 Agustus 2017
  St. Pius X, paus
 

TUHAN MENUNJUKKAN KEMURAHAN
HATINYA KEPADA SEMUA ORANG YANG DIKURUNG DALAM KETIDAKTAATAN

 
 
 
Hak 2:11-19 | Mzm 106:34-37.39-40.43-44 | Mat 19:16-22

Tuhan membangkitkan hakim-hakim, tetapi para hakim pun tidak dihiraukan (Hak 2:11-19)

Setelah Yosua meninggal dunia orang Israel melakukan apa yang jahat di hadapan Tuhan, dan mereka beribadah kepada para Baal. Mereka meninggalkan Tuhan, Allah nenek moyang mereka, yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Mereka mengikuti allah lain, dewa-dewa dari bangsa-bangsa di sekeliling mereka. Mereka sujud menyembah kepada dewa-dewa itu, sehingga mereka menyakiti hati Tuhan. Demikianlah mereka meninggalkan Tuhan dan beribadah kepada Baal dan para Ashtoret. Maka bangkitlah murka Tuhan terhadap orang Israel. Ia menyerahkan mereka ke dalam tangan perampok dan menjual mereka kepada musuh di sekeliling mereka, sehingga mereka tidak sanggup lagi menghadapi musuh mereka. Setiap kali mereka maju, tangan Tuhan melawan mereka dan mendatangkan malapetaka ke atas mereka. Hal ini sesuai dengan peringatan yang disampaikan Tuhan kepada mereka dengan sumpah, sehingga mereka sangat terdesak. Maka Tuhan membangkitkan hakim-hakim, yang menyelamatkan mereka dari tangan para perampok. Tetapi para hakim pun tidak dihiraukan mereka, karena mereka berzinah dengan mengikuti allah lain dan sujud menyembah kepadanya. Bangsa Israel segera menyimpang dari jalan yang ditempuh nenek moyang mereka yang mendengarkan perintah Tuhan. Mereka melakukan yang tidak patut. Setiap kali, apabila Tuhan membangkitkan seorang hakim bagi mereka, maka Tuhan menyertai hakim itu dan menyelamatkan mereka dari tangan musuh selama hakim itu hidup. Sebab Tuhan berbelas kasih mendengar rintihan mereka karena orang-orang yang mendesak dan menindas mereka. Tetapi begitu hakim itu mati, kembalilah mereka berlaku jahat, lebih jahat daripada nenek moyang mereka. Mereka mengikuti allah lain, beribadah dan sujud menyembah kepadanya. Dalam hal apa pun mereka tidak menghentikan perbuatan jahat dan kelakuan mereka yang tegar itu.

SEORANG anak harus dilindungi agar tidak sampai jatuh ke dalam bahaya yang mengancam nyawanya, maupun perkembangan psikologi dan imannya. Namun jika terlalu dijaga, seorang anak justru tidak berkembang. Ia selalu bergantung pada orang lain ketika berhadapan dengan masalah. Saya pernah bertemu dengan seorang saudara jauh dalam marga. Usianya sudah lebih dari tiga puluh tahun. Ia tak punya pekerjaan dan hidupnya ditunjang oleh saudari-saudarinya. Ternyata salah asuh. Sebagai lelaki tunggal, ia terlalu dimanja dan dilindungi. Jadilah ia pribadi yang tak bisa mengambil keputusan atau mengatasi masalah. Sekarang dia jadi beban bagi keluarganya. Hukum tabur tuai.

BERHADAPAN dengan orang muda yang kaya, Yesus memberikan kejutan yang mengubah hidupnya. Ia disuruh menjual harta milik, melayani orang miskin dan mengikuti Yesus. Ternyata tugas itu tidak menggembirakan hatinya. Ia berpaling dari niat mencari keselamatan itu, karena hatinya terlalu melekat pada harta milik. Ia contoh orang beragama yang tidak bertumbuh dalam iman. Persoalan ini sudah ada dalam sejarah orang Israel, ketika mereka dipimpin para hakim. Ketika tak lagi ada hakim, mereka dengan mudah berpaling kepada allah lain. Alasan utama ialah kesulitan yang bakal muncul ketika beriman dengan benar, karena di sana banyak tuntutan yang harus dipenuhi, seperti pengendalian diri, menghayati moral yang benar, melayani sesama, dan aneka kewajiban lain. Orang biasanya tak mau berkorban, kalau itu tak menyenangkan dirinya.

BERIMAN kepada Tuhan bukanlah cara untuk menghindar dari aneka kesulitan yang melanda hidup. Beriman itu jalan mencari kepastian akan keselamatan. Ketika kepastian itu ditemukan, diterima dan dijadikan tujuan hidup, iman membantu kita untuk menghatasi aneka kesulitan. Kita yakin, walaupun kesulitan itu menghadang, bahkan mengancam nyawa, kita tetap setia pada iman, karena di ujung jalan ada keselamatan. Di sini iman menjadi inspirasi. Setiap orang perlu menemukan makna iman untuk menjadi pegangan, berkonsultasi ke orang yang berkompeten, menghayati doa dan persekutuan umat, dan sebagainya. Semoga dengan itu Tuhan menjawabi keinginan kita. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, dewasakanlah kami dalam iman, sehingga kami sanggup menolong sesama kami yang mencari kebenaran. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 106:34-37.39-40.43ab.44; R: 4a)

Ref: Ingatlah akan kami, ya Tuhan yang Mahamurah.

  1. Mereka tidak memunahkan bangsa-bangsa kafir seperti yang diperintahkan Tuhan kepada mereka, mereka malah bercampur baur dengan bangsa-bangsa itu dan meniru kebiasaan mereka.
  2. Mereka beribadah kepada berhala-berhala para bangsa, yang menjadi perangkap bagi mereka. Mereka mengurbankan anak-anak lelaki mereka, dan anak-anak perempuan mereka kurbankan kepada roh-roh jahat.
  3. Mereka menajiskan diri dengan apa yang mereka lakukan, dan berlaku serong dalam perbuatan-perbuatan mereka. Maka berkobarlah murka Tuhan terhadap umat-Nya, dan Ia jijik kepada milik pusaka-Nya.
  4. Banyak kali mereka dibebaskan oleh-Nya, tetapi mereka memberontak dengan sengaja. Namun Ia menilik kesusahan mereka, ketika Ia mendengar teriak mereka.

Jika engkau hendak sempurna, juallah segala milikmu dan berikanlah kepada orang-orang miskin (Mat 19:16-22)

Pada suatu hari ada seorang datang kepada Yesus dan berkata, “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kulakukan untuk memperoleh hidup kekal?” Yesus menjawab, “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya satu yang baik! Jika engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.” Kata orang itu kepada Yesus, “Perintah yang mana?” Kata Yesus, “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayah dan ibumu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kata orang muda itu, “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?” Lalu Yesus berkata, “Jika engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu, dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan memperoleh harta di surga. Kemudian datanglalh ke mari dan ikutilah Aku.” Ketika mendengar perkataan itu, pergilah orang muda itu dengan sedih, sebab hartanya banyak.


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge