Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2017
  MASA BIASA PEKAN 20
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
    1 2 3 4
27 28 29 30 31    
  Selasa, 22 Agustus 2017
  St. Perawan Maria, Ratu
 

TUHAN MENUNJUKKAN KEMURAHAN
HATINYA KEPADA SEMUA ORANG YANG DIKURUNG DALAM KETIDAKTAATAN

 
 
 
Hak 6:11-24a | Mzm 85:9.11-14 | Mat 19:23-30

Gideon, engkau akan menyelamatkan Israel. Ketahuilah Akulah yang mengutus engkau (Hak 6:11-24a)

Pada zaman para hakim, datanglah malaikat Tuhan dan duduk di bawah pohon terbantin di Ofra, milik Yoas, orang Abiezer. Ketika itu Gideon, anak Yoas, sedang mengirik gandum di tempat pemerasan anggur, agar tersembunyi dari orang Midian. Malaikat Tuhan lalu menampakkan diri kepadanya dan berkata, “Tuhan sertamu, pahlawan gagah berani.” Jawab Gideon kepadanya, “Ah Tuanku, jika Tuhan menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? Di manakah segala perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata: Bukankah Tuhan telah menuntun kita keluar dari Mesir? Tetapi sekarang Tuhan membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang Midian.”
Lalu Tuhan berpaling kepada Gideon dan bersabda, “Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Ketahuilah, Akulah yang mengutus engkau.” Tetapi Gideon menjawab, “Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye, dan aku pun yang paling muda di antara kaum keluargaku.” Bersabdalah Tuhan kepadanya, “Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian sampai habis.” Maka jawab Gideon kepadanya, “Jika sekiranya aku mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, maka berikanlah kepadaku tanda, bahwa Engkau sendiriah yang bersabda kepadaku. Janganlah kiranya pergi dari sini, sampai aku datang membawa persembahan dan meletakkan-Nya dihadapan-Mu.” Sabda-Nya, “Aku akan tinggal di sini sampai engkau kembali.”
Maka masuklah Gideon ke dalam lalu mengolah seekor anak kambing dan roti yang tidak beragi dari tepung seefa. Ditaruhnya daging itu dalam bakul dan kuahnya dalam periuk. Lalu dibawanya kepada Malaikat di bawah pohon terbantin dan dihidangkannya. Bersabdalah Malaikat Tuhan itu kepada Gideon, “Ambillah daging dan roti tak beragi itu, letakkanlah di atas batu ini, dan tuangkanlah kuahnya.” Gideon berbuat demikian. Lalu malaikat Tuhan mengulurkan tongkat yang ada di tangannya. Dengan ujung tongkat itu disentuhnya daging dan roti itu. Maka timbullah api dari batu dan memakan habis daging dan roti itu. Kemudian Malaikat Tuhan itu menghilang dari pandangan Gideon. Maka tahulah Gideon, bahwa itu Malaikat Tuhan. Ia berkata, “Celakalah aku, Tuhanku Allah! Sebab aku telah melihat Malaikat Tuhan dengan berhadapan muka.” Tetapi Tuhan bersabda kepadanya, “Selamatlah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati.” Lalu Gideon mendirikan mezbah di sana bagi Tuhan, dan manamainya: ‘Tuhan Itu Keselamatan.’

KOMUNIKASI manusiawi rata-rata berjalan menurut dalil sebab akibat, memberi dan menerima. Jika aku dihormati seseorang, aku juga bersikap serupa sebagai tanggapan atas apa yang dilakukan orang tersebut. Pasangan suami isteri juga rata-rata berupaya untuk membangun komunikasi yang bisa menjawabi karakter dan kebutuhan pasangannya. Jika seorang suami yang tau isterinya suka hal-hal romantis, barangkali ia merancang kejutan romantis bagi isteri pada hari ulang tahun. Sementara itu, walaupun bisa menerka rencana suami, alangkah baiknya si isteri menghargai upaya sang suami tersebut. Interaksi dua arah ini mempermudah terbangunnya saling pengertian yang membawa sukacita.

KESELAMATAN orang Israel ada dalam bahaya karena ancaman orang-orang Midian. Keluhan dan ketakutan bangsa itu telah naik sampai ke hadirat Tuhan. Tuhan bertindak dengan memilih Gideon menjadi pelaksananya. Namun pengalaman pahit karena ancaman orang Midian membuat Gideon sangsi. Ia sendiri juga bukan orang berpengaruh. Maka ia meminta tanda. Tuhan memberi tanda itu, yakni api ilahi yang memakan habis korban persembahan Gideon di atas mezbah. Dengan itu Gideon yakin akan panggilannya. Pada sisi lain, Yesus juga meminta tanda dari orang yang dipanggil-Nya menjadi murid. Apa tanda itu? Ungkapan cinta kepada Tuhan yang melebihi ungkapan cinta kepada semua yang lain, termasuk kaum keluarga sendiri. Apakah Tuhan menghendaki orang-orang membenci keluarganya? Tidak! Namun cinta kepada keluarga tak boleh menjadi alasan untuk mengingkari cinta kepada Tuhan. Di sini keputusan harus dibuat, karena cinta kepada Tuhan membuat seseorang menjadi pelayan. Ketika melayani, prioritas orang ada pada mereka yang menderita. Memilih orang yang menderita bisa berarti meninggalkan keluarga. Jika orang tak sanggup berbuat demikian, ia memang tak layak menjadi murid Tuhan.

PERNYATAAN Yesus menantang setiap orang untuk berpikir, apa yang harus dilakukan untuk menanggapi kehendak Tuhan. Jika unta lebih mudah masuh melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk Kerajaan Allah, pesan yang kita ambil ialah, betapa berbahayanya kelekatan jiwa pada hal-hal duniawi. Kelekatan itu bisa menutup nurani yang mencari Tuhan, sehingga nurani itu tak lagi melihat Tuhan sebagai tujuan utama melainkan hidup duniawi saja. Nurani semacam ini tumpul terhadap kehendak Tuhan dan tak bisa menuntun orang ke jalan yang benar. Di sini kita dituntut berbuat sesuatu, agar oleh keputusan itu, baik diri kita maupun sesama turut masuk ke Kerajaan Abadi. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, sadarkanlah kami senantiasa untuk selalu mengutamakan diri-Mu dalam setiap detik kehidupan kami. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 85:9.11-14; R: lh.9)

Ref: Tuhan menjanjikan keselamatan kepada umat-Nya.

  1. Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Allah! Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya mereka jangan kembali kepada kebodohan?
  2. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan merunduk dari langit.
  3. Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberikan hasil. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan damai akan menyusul di belakang-Nya.

Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaaan Surga (Mat 19:23-30)

Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Aku berkata kepadamu, sungguh, sukar sekali bagi orang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga.” Mendengar itu gemparlah para murid dan berkata, “Jika demikian siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata, “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.” Lalu Petrus berkata kepada Yesus, “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?” Kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sungguh, pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kalian yang telah mengikuti Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Dan setiap orang yang demi nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudara-saudaranya, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terkhir akan menjadi yang terdahulu.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge