Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2017
  MASA BIASA PEKAN 18
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
    1 2 3 4
27 28 29 30 31    
  Minggu, 6 Agustus 2017
  Pesta Yesus Menampakkan Diri Dalam Kemuliaan-Nya
 

TERANGNYA SEPERTI PELITA DI KEGELAPAN SAMPAI FAJAR MENYINGSING, SEPERTI BINTANG TIMUR BERSINAR DI DALAM HATIMU

 
 
 
Dan 7:9-10.13-14 | Mzm 97:1-2.5-6.9; R.9a | 2 Ptr 1:16-19 | Mat 17:1-9

PakaianNya putih seperti salju (Dan 7:9-10.13-14)

Aku, Daniel, melihat takhta-takhta dipasang, lalu duduklah Yang Lanjut Usia-nya. Pakaian-Nya putih seperti salju, dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba. Takhta-Nya dari nyala api, roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar. Suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya. Beribu-ribu melayani Dia, beratus-ratus ribu berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah kitab-kitab. Aku terus melihat dalam penglihatan itu, tampak dari langit bersama awan gemawan seorang serupa Anak Manusia. Ia menghadap DIA Yang Lanjut Usia-nya itu, dan Ia dihantar ke hadapan-Nya. Kepada Dia yang serupa dengan Anak Manusia itu diserahkan kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja. Maka segala bangsa, suku dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya kekal adanya dan kerajaannya tidak akan binasa.

GAMBARAN tentang surga, baik dari Perjanjian Lama maupun dari Perjanjian Baru, menggambarkan kemuliaan, kesucian, keadilan, sukacita, kekuasaan tak terbatas, dan berbagai kebajikan lain yang mencerminkan kerinduan manusia akan hidup yang layak di hadapan Tuhan dan manusia. Daniel memberi gambaran yang ia peroleh dalam penglihatannya, tentang pribadi Tuhan yang ada dalam kemuliaan-Nya. Ia digambarkan sebagai "Yang Lanjut Usia", yang kurang lebih berarti "yang bijaksana, adil, memperlakukan semua orang setara, tenang, berwibawa, tegas tapi penuh kasih dan pengampunan." Tuhan inilah yang merencanakan keselamatan bagi semua orang yang mencarinya, rencana yang pada akhirnya diwujudkan oleh Sang Putera, Yesus Kristus.

KEMULIAAN surgawi tersebut ditampilkan Yesus dalam peristiwa perubahan rupa dirinya di atas gunung, disaksikan oleh Petrus, Yakobus dan Yohanes. Secara imajinatip, saya membayangkan betapa terkejutnya ketiga rasul pilihan tersebut. Selama ini Yesus telah membuat mereka terpesona, karena kharisma kenabian-Nya luar biasa. Ia mengajar dengan penuh kuasa, melakukan mujizat- mujizat, melawan ketidakadilan, mengeritik kemunafikan, dan sebagainya. Ia juga berbicara tentang keselamatan yang datang dari Bapa, dan dilaksanakan sepenuhnya oleh Putera, dilanjutkan oleh Roh Kudus. Ia memberi perumpamaan untuk direnungkan, mengutus mereka untuk mulai berkarya dalam lingkungan terbatas sebagai langkah pengkaderan, dan sebagainya. Namun, kini tiga rasul itu menyaksikan kemuliaan apa yang menantikan Yesus. Di hadapan mereka, Musa dan Elia bercakap-cakap dengan Yesus. Yesus bukan sekedar tokoh kharismatis, manusia istimewa yang dikasihi Tuhan. Ia lebih dari itu. Ia pribadi ilahi yang sedang dalam proses membawa semua manusia menuju kemuliaan, sebab itulah sesungguhnya hakekat manusia sebelum jatuh ke dalam dosa. Dengan kata lain, pesan pokok yang diperoleh tiga rasul ini adalah, tak percuma menerima panggilan Tuhan dan memutuskan mengikuti-Nya. Jika hidup di dunia saja sudah memberi banyak sukacita iman, betapa besar sukacita itu dalam surga jika mereka tetap setia kepada-Nya. Saya percaya, para murid di saat itu telah membuat tekad, apapun yang terjadi mereka akan berjuang meraih kemuliaan tersebut.

TRANSFIGURASI Yesus itu jelas sebuah peristiwa spiritual yang berwarna eskatologis, karena menggambarkan kemuliaan dalam Kerajaan Keselamatan. Yesus akan meraih kemuliaan tersebut, para nabi Perjanjian Lama meraihnya berkat kesetiaan mereka pada kehendak Allah. Demikianlah kemuliaan itu akan berlaku bagi Petrus, Yohanes, Yakobus dan para rasul lain. Namun kemuliaan serupa berlaku untuk saya, si Bakir, si Maimunah, si Inem dan si Polan. Namun apa ukuran seseorang bisa meraih kemuliaan itu? Pedoman kita adalah kehendak Yesus sendiri. Yesus menghendaki agar para murid-Nya saling mengasihi, sebagaimana Tuhan telah mengasihi mereka. Kasih ini diwujudkan dalam pelayanan dengan segala bentuknya. Energi pelayanan itu berasal dari Yesus, dan tersalurkan lewat korban-Nya, salib dan kebangkitan. Siapkah kita untuk perjalanan iman ini? (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga peristiwa mulia di puncak gunung ini mendorong kami untuk terus setia mencari kehendakMu. Amin!

(c) 2017 twm


Mazmur Tanggapan (Mzm 97:1-2.5-6.9; R: 1a.9a)

Ref: Tuhan adalah Raja, mahatinggi di atas seluruh bumi.

  1. Tuhan adalah Raja. Biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau-pulau bersukacita! Awan dan kekelaman ada di sekelilingNya, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhtaNya.
  2. Gunung-gunung luluh laksana lilin di hadapan Tuhan, di hadapan Tuhan semesta alam. Langit memberitakan keadilanNya, dan segala bagnsa melihat kemuliaanNya.
  3. Sebab, ya Tuhan, Engkaulah yang Mahatinggi di atas seluruh bumi. Engkau sangat dimuliakan di atas segala dewata.
 
Suara itu kami dengar datang dari surga (2 Ptr 1:16-19)

Saudara-saudara, kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitakan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kamu adalah saksi mata dari kebesaranNya. Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika suara dari Yang Mahamulia datang kepadaNya dan mengatakan, "Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNya lah Aku berkenan." Suara itu kami dengar datang dari surga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus. Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah lebih baik kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing, dan bintang-bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

 
WajahNya bercahaya seperti matahari (Mat 17:1-9)

Sekali peristiwa Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka: Wajah-Nya bercahaya seperti matahari, dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Yesus. Kata Petrus kepada Yesus, “Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.”
Sementara Petrus berkata-kata begitu, tiba-tiba turunlah awan yang terang menaungi mereka, dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata, “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.” Mendengar itu tersungkurlah murid-murid Yesus, dan mereka sangat ketakutan. Lalu Yesus datang kepada mereka. Ia menyentuh mereka sambil berkata, “Berdirilah, jangan takut!” Dan ketika mengangkat kepala, mereka tidak melihat seorang pun kecuali Yesus seorang diri. Pada waktu mereka turun dari gunung, Yesus berpesan kepada mereka, “Jangan kamu ceritakan penglihatan itu kepada seorang pun, sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge