Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2017
  MASA BIASA PEKAN 18
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
    1 2 3 4
27 28 29 30 31    
  Selasa, 8 Agustus 2017
  St. Dominikus, imam
 

TERANGNYA SEPERTI PELITA DI KEGELAPAN SAMPAI FAJAR MENYINGSING, SEPERTI BINTANG TIMUR BERSINAR DI DALAM HATIMU

 
 
 
Bil 12:1-13 | Mzm 51:3-7.12-13 | Mat 14:22-36

Musa itu seorang nabi yang lain daripada yang lain. Bagaimana kalian sampai berani menaruh syak terhadap dia? (Bil 12:1-13)

Sekali peristiwa Miryam dan Harun menaruh syak terhadap Musa karena wanita Kush yang diperisterinya. Memang Musa telah memperisteri seorang wanita dari Kush. Kata mereka, “Benarkah Tuhan bersabda dengan perantaraan Musa saja? Bukankah Ia juga bersabda dengan perantaraan kita?” Hal itu didengar oleh Tuhan. Adapun Musa, dia itu seorang yang sangat lembut hatinya melebihi siapa pun di atas bumi. Lalu tiba-tiba bersabdalah Tuhan kepada Musa, Harun dan Miryam, “Keluarlah kalian bertiga ke Kemah Pertemuan.” Maka keluarlah mereka bertiga. Lalu turunlah Tuhan dalam tiang awan dan berdiri di pintu kemah itu, lalu memanggil Harun dan Miryam. Dan mereka berdua tampil. Lalu bersabdalah Tuhan, “Dengarkanlah sabda-Ku ini. Jika di antara kalian ada seorang nabi, maka Aku, Tuhan, menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan. Aku berbicara dengan dia dalam mimpi. Bukan demikianlah halnya dengan hamba-Ku Musa, yang setia di seluruh rumah-Ku. Dengan Musa Aku berbicara berhadap-hadapan, terus terang, bukan dalam teka-teki. Dan ia telah melihat rupa Tuhan. Bagaimana kalian sampai berani manaruh syak terhadap hamba-Ku Musa?” Sebab itu bangkitlah murka Tuhan terhadap mereka.
Tuhan meninggalkan tempat itu, dan tiang awan naik dari atas kemah. Pada saat itu Miryam tampak kena penyakit kusta, kulitnya menjadi putih seperti salju. Ketika Harun menoleh kepadanya, tampaklah olehnya bahwa Miryam telah terkena kusta. Harun lalu berkata kepada Musa, “Ah Tuanku, janganlah kiranya dosa ini ditimpakan kepada kami. Dalam kebodohan kami telah berbuat demikian. Janganlah kiranya Miryam ini dibiarkan sebagai anak gugur, yang pada waktu keluar dari kandungan sudah setengah busuk dagingnya.” Lalu berserulah Musa kepada Tuhan, “Ya Allah, sembuhkanlah kiranya dia.”

MENCURIGAI Musa karena alasan dia kawin dengan perempuan Kush merupakan kesalahan serius Harun dan Miryam di mata Tuhan. Mencurigai Musa berarti mempertanyakan otoritas Tuhan, karena hanya Tuhan yang memilih dan mengutus Musa menjadi pemimpin Israel dalam perjuangan pembebasan dari Mesir. Yang buruk dari sini adalah relasi yang terganggu antara Musa, Harun dan Miryam, padahal keharmonisan mereka juga menjadi kunci hidup seluruh bangsa.

MENCURIGAI Tuhan dilakukan oleh Petrus dalam peristiwa badai di danau. "Tuhan, jika benar Tuhan sendiri, suruhlah aku datang kepada-Mu dengan berjalan di atas air", kata Petrus. Pertanyaan ini sama sekali tidak menunjukkan iman, malah terkesan menguji Yesus. Yesus mengiyakan permintaan Petrus, tetapi bukan untuk menunjukkan kehebatan-Nya, melainkan mengajari Petrus sikap iman yang benar. Iman itu akan memasuki tahap pencobaan, dan tanpa keyakinan yang teguh pada penyelenggaraan Tuhan, para murid akan mudah runtuh. Karena itu Yesus menuntut iman tanpa syarat. Badai di danau itu baru satu permulaan kecil, akan datang badai kehidupan baru yang menyerang inti iman, yakni salib dan kematian Yesus. Kalau para murid tidak sanggup menghadapi badai di danau, mereka harus melatih diri dengan baik, agar di saat ada badai di Getzemani hingga Golgotha, mereka sanggup bertahan karena cinta-Nya pada Tuhan.

SANTO DOMINIKUS hidup dalam periode iman penuh goncangan sehingga ia memutuskan untuk turun tangan meneguhkan iman banyak orang melalui kotbah-kotbah yang konkrit menyentuh hidup sehari-hari. Kita hidup dalam dunia yang mengabaikan iman dan moral yang benar. Anak-anak bertumbuh dalam bahaya iman yang dianggap tak relevan. Semua itu membutuhkan jawaban kita saat ini, karena badai yang masih bisa kita hadapi ini akan jadi badai yang menghancurkan di masa depan. Dalam semangat misi yang diberikan kepada kita, mari kita terus bersaksi tentang iman melalui kata dan perbuatan. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga goncangan hidup tidak sampai membuat kami mengorbankan iman kami, anugerah-Mu. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 51:3-7.12-13; R: lh.3a)

Ref: Kasihanilah aku, ya Allah, sebab aku orang berdosa.

  1. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
  2. Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sendirilah aku berdosa, yang jahat dalam pandangan-Mu kulakukan.
  3. Maka Engkau adil bila menghukum aku, dan tepatlah penghukuman-Mu. Sungguh, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.
  4. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku.

Tuhan, suruhlah aku datang kepada-Mu dengan berjalan di atas air (Mat 14:22-36)

Sekali peristiwa, setelah mengenyangkan orang banyak dengan roti, Yesus segera menyuruh murid-murid-Nya naik perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruh pergi Yesus mendaki bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia seorang diri di situ. Perahu para murid sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Melihat Dia berjalan di atas air, para murid terkejut dan berseru, “Itu hantu!” Dan mereka berteriak ketakutan. Tetapi Yesus segera menyapa mereka, kata-Nya. “Tenanglah! Akulah ini, jangan takut!” Lalu Petrus berseru, “Tuhan, jika benar Tuhan sendiri, suruhlah aku datang kepada-Mu dengan berjalan di atas air.” Kata Yesus, “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasakannya tiupan angin kencang, Petrus menjadi takut dan mulai tengelam, lalu berteriak, “Tuhan, tolonglah aku!” Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya memegang dia dan berkata, “Orang kurang percaya! Mengapa engkau bimbang?” Keduanya lalu naik ke perahu dan redalah angin. Dan mereka yang ada di perahu menyembah Dia, katanya, “Sungguh, Engkau Anak Allah.” Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret. Begitu Yesus dikenal oleh orang-orang setempat, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah. Maka semua orang sakit dibawa kepada-Nya. Mereka memohon, supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah Dia menjadi sembuh.


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge