Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2017
  MASA BIASA PEKAN 18
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
    1 2 3 4
27 28 29 30 31    
  Jumat, 11 Agustus 2017
  St. Clara, perawan
 

TERANGNYA SEPERTI PELITA DI KEGELAPAN SAMPAI FAJAR MENYINGSING, SEPERTI BINTANG TIMUR BERSINAR DI DALAM HATIMU

 
 
 
Ul 4:32-40 | Mzm 77:12-16.21 | Mat 16:24-28

Allah mengasihi leluhurmu dan memilih keturunan mereka (Ul 4:32-40)

Dalam perjalanan di padang gurun Musa berkata kepada bangsa Israel, “Cobalah tanyakan, dari ujung langit ke ujung langit, tentang zaman dahulu, sebelum engkau ada, sejak saat Allah menciptakan manusia di atas bumi, apakah pernah terjadi sesuatu yang demikian besar, atau apakah pernah terdengar sesuatu seperti ini? Pernahkah suatu bangsa mendengar suara Allah, yang bersabda dari tengah-tengah api, seperti yang kaudengar dan engkau tetap hidup? Atau pernahkah suatu allah mencoba datang mengambil baginya suatu bangsa dari tengah-tengah bangsa lain dengan cobaan, dengan tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat serta peperangan, dengan tangan yang kuat dan lengan perkasa dan dengan kedasyatan yang besar, seperti yang dilakukan Tuhan, Allahmu, bagimu di Mesir, di depan matamu? Engkaulah yang diperkenankan melihat semuanya itu supaya engkau tahu, bahwa Tuhanlah Allah, dan tiada allah lain kecuali Dia. Dari langit Ia membiarkan engkau mendengar suara-Nya, untuk mengajar engkau. Di bumi Ia memperlihatkan kepadamu api-Nya yang besar, dan dari tengah-tengah api itu engkau telah mendengar sabda-sabda-Nya. Karena Ia mengasihi leluhurmu dan memilih keturunan mereka, maka Ia sendiri telah membawa engkau keluar dari Mesir dengan kekuatan-Nya yang besar. Ia akan menghalau dari hadapanmu bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat daripadamu. Ia akan membawa engkau masuk ke dalam negeri mereka dan memberikan negeri itu kepadamu, menjadi milik pusakamu, seperti yang terjadi sekarang ini. Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah, tiada yang lain. Berpeganglah pada ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baiklah keadaanmu dan keadaan anak-anakmu di kemudian hari. Maka engkau akan hidup lama di tanah yang diberikan Tuhan Allahmu kepadamu untuk selama-lamanya.”

KEBAIKAN seseorang seringkali baru disadari dan dihargai ketika orang tersebut telah pergi atau meninggal dunia. Sesudah Ahok dipenjara, apresiasi orang terhadap perjuangannya justru lebih tinggi. Terlepas dari banyak pelanggaran hak azasi manusia yang dilakukannya, Suharto lebih dihargai sesudah ia meninggal dunia. Begitu juga ada banyak tokoh lain yang bisa kita deretkan. Pesan bagi kita ialah, hargailah apa yang dimiliki saat ini, agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.

KEHIDUPAN manusia merupakan karunia Allah yang diberdayakan demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan banyak orang. Orang Israel dipilih untuk menjadi model bagi bangsa-bangsa, namun mereka acap kali tidak menghargai kepercayaan Tuhan tersebut. Tidak heran, banyak hukuman dijatuhkan Tuhan, tetapi sejalan dengan itu, kesetiaan dan belas kasih-Nya pun dicurahkan. Maka Yesus mendorong para murid untuk tidak menjalani hidup tanpa makna. Hidup ini hanya satu kali, perlu didefinisikan dengan baik sehingga bermakna, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi banyak orang. Definisi yang ditawarkan Yesus ialah salib. "Siapa yang mengikuti Aku, harus menyangkal diri, memikul salibnya dan mengikuti Aku", kata Yesus. Pada salib itu manusia mengalami keselamatan. Jika kita hendak mempersembahkan hidup demi Kerajaan Allah, kita harus mengikuti jalan salib itu, agar kasih Tuhan menyentuh hidup banyak orang.

KEBAIKAN Tuhan yang kita terima sangat banyak, tetapi sering kita tidak mengingatnya. Namun sekali kesulitan datang, kita suka menyalahkan Tuhan. Ketika begitu sering kita mengingkari Tuhan, kita hidup di luar berkat-Nya. Butuh waktu dan sungguh bertobat agar bisa memulihkan relasi kita dengan Tuhan. Proses tobat itu adalah salib hidup yang sesungguhnya. Di sini sering kita tidak berhasil dalam ujian. Kita suka dampuni tapi tak suka bertobat. Hargailah karunia Tuhan dan baharui diri. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami selalu menghargai salibMu dan korban diriMu yang menyelamatkan kami umat-Mu. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 77:12-16.21; R: 12a)

Ref: Aku hendak mengingat karya-karya Tuhan.

  1. Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan Tuhan, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala. Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu.
  2. Ya Allah, jalan-Mu adalah kudus! Allah manakah yang begitu besar seperti Allah kami? Engkaulah Allah yang melakukan keajaiban; Engkau telah menyatakan kuasa-Mu di antara bangsa-bangsa.
  3. Dengan lengan-Mu Engkau telah menebus umat-Mu, bani Yakub dan bani Yusuf. Engkau telah menuntun umat-Mu seperti kawanan domba, dengan perantaraan Musa dan Harun Kautuntun mereka.

Setiap orang akan dibalas setimpal dengan perbuatannya (Mat 16:24-28)

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Setiap orang yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal diri, memikul salibnya dan mengikuti Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, akan kehilangan nyawanya. Tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Apa gunanya bagi seseorang jika ia memperoleh seluruh dunia, tetapi kehilangan nyawanya? Apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat-Nya. Pada waktu itu Ia membalas setiap orang setimpal dengan perbuatannya. Aku berkata kepadamu: Sungguh, di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai raja dalam kerajaan-Nya.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge