Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
April 2014
  OKTAF PASKAH
   
Jangan menukar harga diri anda dengan uang atau tawaran dunia yang lain!

BANYAK orang memandang dengan prihatin, sinis atau apatis terhadap situasi politik di Indonesia. Penegakan hukum sangat memprihatinkan. Para penegak hukum seperti aparat kepolisian, kejaksaan, kehakiman, serta banyak orang atau instansi lain terlibat dalam kejahatan korupsi, suap dan skandal-skandal moral lainnya. Pada saat yang sama, elite keagamaan yang diharapkan menjadi penegak moral terjebak juga dalam komersialisasi peranan, keruntuhan nilai-nilai iman dan moral dan seterusnya. Ternyata dalam banyak hal, pelanggaran-pelanggaran ini berkaitan dengan beberapa hal, seperti uang, sex dan kekuasaan. Saya teringat akan tiga godaan pokok yang menghantam Yesus di awal karyaNya: (a) batu menjadi roti - kebutuhan ragawi; (b) terjun dari bubungan Bait Allah - ketenaran; (c) segala bangsa menjadi milikNya - kekuasaan. Ternyata, problematikan moral masih tetap menyentuh aspek yang sama sepanjang sejarah manusia.

Bagi para murid, kebangkitan Yesus adalah sumber sukacita, harapan baru dan kekuatan untuk bersaksi tentang Kerajaan Allah. Mereka disuruh pergi ke Galilea untuk bertemu degnan Yesus, agar sukacita mereka menjadi sempurna, harapan mereka diteguhkan, daya-daya batin dihidupkan lagi, sehingga mereka siap menjalankan kewajiban apostoliknya. Pada sisi lain, kebangkitan Yesus menjadi sumber kegalauan para pemimpin Yahudi dan serdadu-serdadu Romawi. Kredibilitas pemimpin Yahudi dipertaruhkan, karena jika Yesus bangkit dan kembali berkarya secara normal, runtuhlah kekuasaan mereka. Bagi para serdadu, hilangnya jenazah Yesus adalah ancaman nyawa, karena mereka tidak menjalankan tugas dengan benar. Di sini titik konspirasi bertemu pada satu hal: suap. Para pemimpin Yahudi menyuap, serdadu Romawi menerima suap. Menyebarlah ceritera bohong bersama dengannya. Satu kesalahan diletakkan di atas kesalahan yang lain. Namun warta Ilahi terus berkembang hingga menjangkau ujung bumi.

Godaan mengkianati iman demi harta, kenikmatan dan kekuasaan selalu mengancam setiap saat. Kita tak perlu harus melakukan pengkianatan besar, tetapi sikap masa bodoh terhadap iman sudah menjadi satu model pengkianatan itu. Gaya hidup yang mengabaikan nilai-nilai Injil, pelecehan terhadap sesama terutama kaum lemah, secara sengaja mengabaikan nilai- nilai iman dari lingkungan kerja dan pergaulan, dan sebagainya. Berhati- hatilah selalu, agar anda tidak menggadaikan harga diri iman anda dengan tawaran dunia yang bisa mengancam keselamatan jiwa. (ap)

  1. Apa bentuk-bentuk godaan yang mengancam keselamatan jiwa yang anda hadapi saat ini?
  2. Daya-daya iman apa yang anda siapkan untuk mengatasi godaan-godaan tersebut?

(c) 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
2 3 4
     
  St. Anselmus
 
Senin, 21 April 2014

KITAB SUCI TELAH MENGATAKAN, BAHWA
IA HARUS BANGKIT DARI ANTARA ORANG MATI

   
   
   
 
Kis 2:14.22-32 | Mzm 16:1-2a.5.7-10.11 | Mat 28:8-15

 

Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi
(Kis 2:14.22-32)

Pada hari Pentakosta, bangkitlah Petrus berdiri bersama kesebelas rasul. Dengan suara nyaring ia berkata kepada orang banyak, “Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dai Nasaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan, mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh dengan tangan bangsa-bangsa durhaka. Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan-Nya dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.
Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa mamandang kepada Tuhan. Karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram. Sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihata kebinasaan. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu. Saudara – saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburnya masih ada pada kita sampai hari ini. Tetapi ia adalah seorang nabi, dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas tahtanya. Karena itu Daud telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan. Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.”

Mazmur Tanggapan (Mzm 16:1-2a.5.7.8.9-10.11; R: 1)

Ref: Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.

  1. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung,. Aku berkata kepada Tuhan, “Engkaulah Tuhanku, Engkaulah bagian warisan dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.”
  2. Aku memuji Tuhan, yang telah memberi nasihat kepadaku, pada waktu malam aku diajar oleh hati nuraniku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
  3. Sebab itu hatiku bersukcita dan jiwaku bersorak-sorai, dan tubuhku akan diam dengan tenteram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
  4. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah, ditangan kanan-Mu ada nikmat yang abadi.
 

Katakanlah kepada saudara-saudaraKu, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku (Mat 28:8-15)

Pada waktu itu, perempuan-perempuan pergi dari kubur, diliputi rasa takut dan sukacita yang besar. Mereka berlari cepat-cepat untuk memberitahukan kepada para murid bahwa Yesus telah bangkit. Tiba-tiba Yesus menjumpai mereka dan berkata, “Salam bagimu.” Mereka mendekatiNya, memeluk kakiNya dan menyembahNya. Maka kata Yesus kepada mereka, “Jangan takut! Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudaraKu, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.”
Ketika mereka masih di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga makam Yesus ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. Dan sesudah berunding dengan kaum tua-tua, mereka mengambil keputusan, lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata, “Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid Yesus datang malam-malam dan mencuri jenazahNya ketika kamu sedang tidur. Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa.” Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge