April 2014 |
|
HARI JUMAT AGUNG |
|
|
|
| |
|
| Di saat wafatNya, IA masih tetap memperhatikan kepentingan kita! |
BERSAMA dengan satu keluarga, saya berdoa di dekat pembaringan seorang pria yang mendekati ajalnya. Ia sudah sangat lemah tetapi masih sadar penuh dan bisa memahami percakapan. Sebelum menutup doa, saya bertanya, apakah ia mempunyai pesan tertentu bagi anak-anaknya. Tidak diduga, ia memberikan wejangan yang sangat dalam, tentang nilai keluarga, harga diri, pentingnya kerja keras, bekerja sama, saling mendukung satu sama lain, kejujuran, kerelaan untuk menolong orang yang membutuhkan, rendah hati dan tidak pernah meninggalkan Tuhan. Dari semua kata-kata akhir itu, yang paling menyentuh adalah ungkapan ini, "Jangan terlalu lama berduka karena saya. Waktu saya memang sudah tiba. Kembali gembira dan bersemangat. Hidup kalian di masa depan bergantung pada diri kalian sendiri." Lalu ia mulai kehilangan kesadaran. Satu jam kemudian ia lalu menghembuskan nafas terakhir. Dalam hati saya berpikir, saya ingin satu kematian yang damai seperti itu. Penuh kesadaran, tidak ingat diri dan memberi pencerahan bagi kaum keluarganya.
Apa yang dilakukan Yesus di puncak penderitaanNya justru mencerminkan nilai ini. Ia sangat menderita. MartabatNya sungguh direndahkan. Ia wafat dengan hati yang terluka. Namun sebelum wafat, ia memberikan wasiat yang berharga. Ia melihat Maria, BundaNya, berdiri dekat Yohanes. Dengan tenaga yang masih tersisa ia berkata, "Ibu, itulah anakmu!" Dan kepada Yohanes ia berkata, "Inilah ibumu!" Dengan kata lain, hendaknya kalian saling menjaga satu sama lain. Pewarisan ini memiliki nilai spiritual yang sangat dalam. Pada satu sisi, Yesus menyerahkan masa depan Maria, bundaNya, ke tangan yang tepat. Yohanes tak mungkin menelantarkan Maria. Namun Yesus tahu, tak ada orang yang mengenal diriNya lebih daripada Maria. Maka Yohanes diserahkan kepada Maria. Iman Maria yang dalam akan menjadi sumber kekayaan rohani yang besar, yang jelas akan menjadi sumber kekuatan bagi para murid. Bersama Sang Bunda ini lah para murid tenggelam dalam doa, menantikan kedatangan Roh Kudus, pasca kenaikan Yesus ke surga (Kis 1:14).
Melihat tindakan Yesus menyerahkan BundaNya kepada Yohanes serta sebaliknya, kita melihat komitmen penyelamatan manusia oleh Tuhan, termasuk pada saat yang paling genting dan menyakitkan sekali pun. Tak ada kerinduan lain selain daripada memastikan, bahwa umat manusia akan memperoleh kekuatan batin yang cukup, agar mereka mampu menjalani salib dan perutusanNya dan mengatasi tantangan yang menghadang. Di sini kita melihat perwujudan cinta Tuhan sehabis-habisnya. Ia menyerahkan nyawaNya bagi penebusan dosa, Ia juga memberi inspirasi bagaimana umat harus menjalani hidup, agar pengorbanan diriNya sungguh membuahkan keselamatan yang sempurna bagi semua orang. Ingat selalu kata-kataNya ini, "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya" (Yoh 15:13). (ap)
- Apa wujud pengalaman salib dalam hidup anda yang membawa penderitaan namun membuahkan sukacita?
- Apakah pengalaman itu semakin menumbuhkan cinta anda kepada Tuhan dan sesama manusia?
(c) 2014 aurelius pati soge |
|
| REFLEKSI BULAN INI |
Mg |
Sn |
Sl |
Rb |
Km |
Jm |
Sb |
|
|
|
2 |
3 |
4 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Mengenang Sengsara dan Wafat Tuhan |
|
|
| |
Jumat, 18 April 2014 |
|
IA MENUNDUKKAN KEPALANYA,
DAN MENYERAHKAN NYAWANYA
|
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
Yes 52:13-53:12 | Mzm 31:2.6.12-13.15-17.25 | Ibr 4:14-16; 5:7-9 | Yoh 18:1-19:4 |
|
|
|
Ia ditikam karena kejahatan kita (Yes 52:13-53:12)
Beginilah firman Tuhan, "Sesungguhnya, hambaKu akan berhasil! Ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan! Seperti banyak orang tertegun melihat dia - rupanya begitu buruk, tidak seperti manusia lagi, dan tampaknya tidak seperti anak manusia lagi - demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa dan raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia! Sebab apa yang tidak diceriterakan kepada mereka akan mereka lihat, dan yang tidak mereka dengar akan mereka pahami. Maka mereka berkata: Siapakah yang percaya kepada berita yan gkami dengar, kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan? Sebagai taruk Hamba Yahwe tumbuh di hadapan Tuhan, dan sebagai tunas ia muncul dari tanah kering.
Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan, dan biasa menderita kesakitan. Ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia, dan bagi kuta pun dia tidak masuk hitungan. Ia tidak tampan dan semarak pun tidak ada padanya, sehingga kita tidak tertarik untuk memandang dia. Dan rupanya pun tidak menarik sehingga kita tidak terangsang untuk menginginkannya. Tetapi sesungguhnya penyakit kita lah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita lah yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas oleh Allah. Sesungguhnya dia tertikam oleh karena pemberontakankita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita, derita yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing mengambil jalan sendiri. Tetapi Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian dan tidak membuka mulutnya, seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian, seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umatKu ia kena tulah. Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan waktu mati ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada di dalam mulutnya. Tetapi Tuhan berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan, dan apabila ia menyerahkan dirinya sebagai kurban silih, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak Tuhan akan terlaksana karena dia.
Sesudah kesusahan jiwanya, ia akan melihat terang dan menjadi puas. Sebab Tuhan berfirman, HambaKu itu, sebagai orang yan gbenar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan. Ini semua sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut, dan karena ia terhitung di antara pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang, dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak. |
|
Mazmur Tanggapan (Mzm 31:2.6.12-13.15-17.25; R: Luk 23:46)
Ref: Ya Bapa, ke dalam tanganmu Kuserahkan jiwaKu.
- PadaMu, ya Tuhan, aku berlindung, jangan sekali-kali aku mendapat malu. Luputkanlah aku oleh karena keadilanMu. Ke dalam tanganMu kuserhakan nyawaku, sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, Allah yang setia.
- Di hadapan semua lawanku aku tercela, tetangga-tetanggaku merasa jijik, para kenalanku merasa ngeri, mereka yang melihat aku cepat-cepat menyingkir. Aku telah hilang dari ingatan seperti orang mati, telah menjadi seperti barang yang pecah.
- Tetapi, kepadaMu, ya Tuhan, aku percaya. Aku berkata, "Engkaulah Allahku." Masa hidupku ada dalam tanganMu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku, dan bebaskanlah dari orang-orang yang mengejarku.
- Buatlah wajahMu bercahaya atas hambaMu, selamatkanlah aku oleh kasih setiaMu! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada Tuhan.
|
|
Ia telah belajar menjadi taat dan penjadi pokok keselamatan abadi bagi semua orang yang taat kepadaNya (Ibr 4:14-16; 5:7-9)
Saudara-saudara, kita sekarang mempunyai Imam Agung yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah. Maka baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Agung yang kita punya bukanlah imam agung yang tidak dapat turut merasakan kelemahan kita. Sebaliknya, Ia sama dengan kita. Ia telah dicobai, hanya saja tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita menghampiri tahta kerahiman Allah dengan penuh keberanian, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan pada waktunya.
Dalam hidupnya sebagai manusia, Yesus telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkanNya dari maut. Dan karena kesalehanNya, Ia telah didengarkan. Akan tetapi sekalipin Anak, Ia telah belajar menjadi taat. Ini ternyata dari apa yang telah dideritaNya. Dan sesudah mencapai kesempurnaan, ia menjadi pokok keselamatan abadi bagi semua orang yang taat kepadaNya. |
|
Kisah sengsara Tuhan Yesus Kristus menurut Yohanes (Yoh 18:1 - 19:42)
Ibu, inilah anakmu! ... Inilah ibumu
Ketika Yesus melihat ibuNya dan murid yang Ia kasihi di sampingnya, berkatalah ia kepada ibuNya, “Ibu, inilah anakmu!” dan kemudian kataNya kepada murid itu, “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima Maria di dalam rumahnya. Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah, supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci, “Aku haus.” Di situ ada suatu buli-buli penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang pada sebatang hisop, mencelupkannya ke mulut Yesus. Sesudah minum anggur asam itu, berkatalah Yesus, “Sudah lah selesai.” Lalu Yesus menundukkan kepala dan menyerahkan nyawaNya. |
|
|
|
HARI SEBELUMNYA | INDEX | HARI BERIKUTNYA |
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta) |