Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
April 2014
  PEKAN SUCI
   
Seorang pecundang tak pernah berani menghadapi hakekat dirinya sendiri.

PERINGATAN Yesus bin Sirakh masih layak untuk dikutip dalam refleksi hari ini. "Ada lagi sahabat yang ikut serta dalam perjamuan makan, tapi tidak bertahan pada hari kesukaranmu. Pada waktu engkau sejahtera ia adalah seperti engkau sendiri dan lancang berbicara dengan seisi rumahmu. Tetapi bila engkau mundur maka ia berbalik melawan dikau serta menyembunyikan diri terhadapmu" (Sir 6:10-12). Itulah sesungguhnya "yudas" di jaman modern. Berhadapan dengan seorang musuh itu mudah, karena kita tahu dengan siapa kita "berperang", tetapi berhadapan dengan "musuh dalam selimut", musuh yang menyamar sebagai sahabat, bahaya yang mengintai jauh lebih besar.

Situasi menjelang penyaliban itu menegangkan. Bahkan dalam perjamuan akhir itu sendiri, ketegangan tersembunyi itu menguasai suasana. Namun sampai detik terakhir, Yudah Iskariot tak berani mengambil langkah jantan. Ia tidak mengungkapkan pengkhianatannya. Mungkin karena takut, terlanjur basah. Mungkin hatinya sudah sepenuhnya dirasuki iblis. Tetapi kalau ia berani mengungkapkannya, mungkin hari ini kita memiliki seorang contoh lain, bagaimana seorang berdosa bertobat dan memperoleh pengampunan. Ternyata ia tetap memilih menjadi pecundang.

Hari-hari ini kita didorong untuk merenungkan nilai kesetiaan terhadap iman yang dianugerahkan Kristus kepada kita. Iman kita tidak selalu dihargai dan didukung. Banyak kali kita berhadapan dengan penolakan. Di sini kualitas diri kita diuji, siapa kita sebetulnya bagi Yesus. Renungkan kutipan dari Kitab Putera Sirakh di atas. (ap)

  1. Ketika anda dihadapkan pada kemungkinan berkhianat, kira-kira nilai apa yan gakan mengingatkan diri anda?
  2. Menurut anda, apa daya-daya bathin yang harus ditumbuhkan agar kita selalu setia pada Kristus?

(c) 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
2 3 4
     
  PEKAN SUCI
 
Rabu, 16 April 2014

LIHAT RAJAMU DATANG,
MENGENDARAI SEEKOR KELEDAI

   
   
   
 
Yes 50:4-9a | Mzm 69:8-10.21-22.31.33-34 | Mat 26:14-25

 

Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku diludahi (Yes 50:4-9a)

Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataanku aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pengengarankku untuk mendengar seperti murid. Tuhan Allah telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. Aku memberi punggungku kepada orang –orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku di nodai dan diludahi. Tetapi Tuhan Allah menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Maka aku meneguhkan hatiku seperti teguhnya gunung batu, karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu. Dia yang menyatakan aku benar telah dekat. Siapakah yang berani berbantah dengan aku? Marilah kita tampil bersama-sama! Siapakah lawanku berperkara? Biarlah ia mendekat kepadaku!Sungguh, Tuhan Allah menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah.

Mazmur Tanggapan (Mzm 69:8-10.21-22.31.33.-34;R:14cb)

Ref: Demi kasih setia-Mu yang besar, ya Tuhan, jawablah aku pada waktu Engkau berkenan.

  1. Karena Engkaulah, ya Tuhan, aku menanggung cela karena Engkaulah noda meliputi mukaku. Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, menjadi orang asing bagi anak-anak ibuku; sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku, dn kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku.
  2. Cela itu telah mematahkan hatiku, dan aku putus asa; aku menantikan belas kasihan, tetapi sia-sia, dan waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur asam.
  3. Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan lagu syukur; Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; biarlah hatimu hidup kembali, hai kamu yang mencari Allah! Sebab Tuhan mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orangNya yang ada dalam tahanan.
 

Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan apa yang tertulis tentang Dia, tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan
(Mat 26:14-25)

Sekali peristiwa pergilah seorang dari keduabelas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata, “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu Yudas mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.
Pada hari pertama dari hari raya Roti Tak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepadaNya dan berkata, “Di manakah Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagiMu?” Jawab Yesus, “Pergi-lah ke kota, kepada Si Anu, dan katakan kepadanya: Beginilah pesan Guru: WaktuKu hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-muridKu.” Lalu murid-murid melakukan seperti apa yang ditugaskan Yesus kepada mereka, dan mempersiapkan Paskah.
Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama keduabelas murid itu. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata, “Aku berkata kepada-mu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepadaNya, “Bukan aku, ya Tuhan?” Yesus menjawab, “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan! adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan!” Yudas, yang hendak me-nyerahkan Yesus itu menyahut, “Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepada-nya, “Engkau telah mengatakannya.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge