Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
April 2014
  HARI RAYA PASKAH
   
Ia tidak memberiku sesuatu yang baru, ia hanya mengajakku berpikir dengan cara lain.

PERTEMUANKU dengan Father Damian, seorang pertapa Trappis, ketika mengadakan retret pribadi di Pertapaan Trappis Gedono, Salatiga, telah membawaku kepada sebuah pemahaman yang berbeda tentang iman, hidup imamat dan selibat. Ketika itu aku dalam kebimbangan hebat, apakah akan meneruskan ziarah iman sebagai imam selibater ataukah meninggalkannya dan menjalani hidup sebagai orang biasa. "Bertahun-tahun saya hidup di Kentuky (USA) dan tidak pernah menyadari keindahan alamnya. Ketika saya pegi ke tempat lain dan kembali, baru saya lebih memahami dan menghargai keindahan tempatku itu", katanya dalam sharing. Dan ia pergi meninggalkanku dalam tanda tanya dan bergulat dengan refleksi pribadiku. Sore hari barulah aku memahami makna ungkapannya itu. Selama ini saya tidak menyadari keindahan imamatku karena terbiasa dengan itu. Perlu sudut pandang yang lain, agar keindahan itu kembali menjadi peneguh untuk bisa terus menghayatinya dengan sukacita.

Ketika masih hidup, Yesus mengajari para muridNya tentang keselamatan yang direncanakan Tuhan. Para murid tidak sepenuhnya mengerti, atau mungkin tidak terlalu peduli dengan itu. Yesus ada bersama mereka, tak ada yang perlu dicemaskan. Tetapi pengalaman pahit karena kematian Yesus membuat mereka seperti kehilangan arah. Dalam kegalauan itu, pengalaman melihat kubur kosong memberi sebuah pemahaman baru tentang siapa Yesus. Kubur kosong! Apa yang istimewa dari sana? Tak ada. Ia sama dengan kubur-kubur lain yang telah kosong. Namun apa yang telah dialami para rasul dalam beberapa hari sebelumnya membuat temuan ini menjadi begitu bermakna. Ingatan akan pengajaran Yesus kembali. Kitab Suci sendiri mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati. Hal itu sudah dikatakan Yesus, dan selama ini mereka tidak mengerti. Kini ungkapan itu terang benderang. Pemahaman ini sungguh karunia besar yang akan menguatkan mereka dalam karya selanjutnya.

Kita tidak mengalami kebangkitan Kristus secara langsung seperti para rasul. Tetapi kita memiliki kesempatan luas untuk mempelajari inti iman dan meresapkannya di dalam hati. Ada saatnya kita merasakan keindahan dan daya cipta iman, ada saatnya iman terasa begitu kering. Maka sangatlah perlu pembaharuan diri agar cara kita memahami iman selalu membawa sukacita yang tak pudar. Karunia iman tetap menjadi sebuah harta karun yang tak pernah habis untuk dicari. Teruslah merenung. (ap)

SELAMAT HARI RAYA PASKAH, 2014

(c) 2014 aurelius pati soge


REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
2 3 4
     
  Mengenang Kebangkitan Tuhan
 
Minggu, 20 April 2014

KITAB SUCI TELAH MENGATAKAN, BAHWA
IA HARUS BANGKIT DARI ANTARA ORANG MATI

   
   
   
 
Kis 10:34a.37-43 | Mzm 118:1-2.16-17.22-23 | Kol 3:1-4 | Yoh 20:1-9

 

Kami telah makan dan minum bersama dengan Yesus setelah Ia bangkit dari antara orang mati (Kis 10:34a.37-43)

Sekali peristiwa Allah menyuruh Petrus pergi ke rumah perwira Kornelius. Di sana Petrus berkata, “Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah pembaptisan yang diberitakan oleh Yohanes, yaitu tentang Yesus dari Nazaret: Bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh dan kuat kuasa. Yesus itulah yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia. Kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat Yesus di tanah Yudea maupun di Yerusalem! Dia telah dibunuh dan digantung pada kayu salib. Tetapi Allah telah membangkitkan Dia pada hari yang ketiga. Dan Allah berkenan bahwa Ia menampakkan diri, bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama dengan Dia setelah Ia bangkit dari antara orang mati. Dan Yesus telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati. Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepadaNya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena namaNya.”

Mazmur Tanggapan (Mzm 118:1-2.16-17.22-23; R: 24)

Ref: Pada hari ini Tuhan bertindak! Mari kita rayakan dengan gembira.

  1. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Kekal abadi kasih setiaNya. Biarlah Israel berkata, “Kekal abadi kasih setiaNya.”
  2. Tangan kanan Tuhan berkuasa meninggikan, tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan! Aku tidak takut akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan.
  3. Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
 

Carilah perkara yang di atas, di mana Kristus berada (Kol 3:1-4)

Saudara-saudara, kamu telah dibangkitkan bersama dengan Kristus. Maka, carilah perkara yang di atas, dimana Kristus berada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati, dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus dalam Allah. Kristuslah hidup kita! Apabila Ia menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

 

Yesus harus bangkit dari antara orang mati (Yoh 20:1-9)

Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur Yesus, dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Maka, ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus. Ia berkata kepada mereka, “Tuhan telah diambil orang dari kuburNya, dan kami tidak tahu dimana ia diletakkan.” Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus, sehingga ia lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kafan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka, tibalah juga Simon Petrus menyusul dia, dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kafan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kafan itu, tetapi agak di samping, di tempat yang lain, dan sudah tergulung. Maka, masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai ke kubur itu; ia melihatnya dan percaya. Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci, yang mengatakan bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.

 



HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge