Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
April 2014
  MASA PRAPASKAH
   
Kemerdekaan sejati anak-anak Allah terletak dalam penyelenggaraanNya.

MAKNA kemerdekaan itu sesungguhnya sangat relatip. Hakekatnya boleh jadi tetap sama tetapi perwujudannya sangat bergantung pada konteks yang sedang berlaku. Ketika euforia perang kemerdekaan melanda generasi 45, kemerdekaan dimaknai sebagai bebasnya bangsa Indonesia dari kekuasaan kolonial Belanda dan antek-anteknya, dan kesempatan untuk mengurus diri sendiri. Dalam teks proklamasi kemerdekaan, hal ini diungkapkan secara tegas. "Kami, bangsa Indonesia, dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat- singkatnya." Kemerdekaan itu berkaitan dengan pemindahan kekuasaan. Pasca proklamasi, situasi hidup tidak lalu berubah sempurna. Perjuangan masih tetap harus dilakukan. Penjajahan politik diganti oleh penjajahan ekonomi kapitalis. Makna kemerdekaan pun mengalami transformasi, dari hak-hak politik ke hak-hak atas sumber daya ekonomi. Demikian terjadi aneka metamorfosis makna kemerdekaan.

Yesus menyadari, bahwa kedatanganNya yang ditunggu oleh bangsa- bangsa bertujuan untuk membawa pembebasan. Namun apa maknanya? Apa arti kemerdekaan anak-anak Allah itu? Yesus mendefinisikannya sebagai sebuah hasil penyelenggaraan Ilahi ketika manusia dengan tekun berjuang meninggalkan dosa dan meningkatkan kekudusan dirinya. Lahir sebagai keturunan Abraham sama sekali tidak menjamin kekudusan orang- orang. Mereka masih tetap hamba karena diperbudak dosa. Yesus datang untuk menegakkan kebebasan ini, bukan kemerdekaan politik melainkan kebebasan dari cengkeraman kegelapan. Di sini hakekat manusia seratus persen dimurnikan dan dipersatukan dengan Tuhan sendiri yang telah menciptakan mereka.

Kebebasan sejati anak-anak Allah bukanlah sebuah imbalan yang kita peroleh karena berlaku baik. Perilaku kita sesungguhnya sangat sedikit. Tetapi penyelenggaraan Ilahi yang melihat niat baik kita memegang peran penting. Dengan kata lain, manusia berusaha semaksimal mungkin tetapi kata akhir tetap berasal dari Tuhan. Oleh penyelenggaraanNya, manusia yang lemah mendapat keistimewaan di antara segenap ciptaan yang lain. Penyelenggaraan ini telah membuka pintu keselamatan yang dirintis oleh Yesus berkat sengsara dan wafatNya. Bukankah kita perlu memanfaatkan peluang ini agar meraih keselamatan? Marilah menimba kekuatan rahmat Ilahi dan memanfaatkannya hari ini. (ap)

  1. Apa pengalaman konkrit pembebasan dari Tuhan yang anda temukan dalam hidup anda?
  2. Apakah karunia kemerdekaan itu menuntut bayaran yang tinggi dari diri anda atau sepenuhnya karena belas kasih Tuhan?

(c) 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
2 3 4
     
  PEKAN KELIMA
 
Rabu, 09 April 2014

AKULAH KEBANGKITAN DAN HIDUP, YANG
PERCAYA PADAKU AKAN HIDUP SELAMANYA

   
   
   
 
Dan 3:14-20.24-25.28 | Dan 3:52-56 | Yoh 10:31-42

 

Allah telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya (Dan 3:14-20.24-25.28)

Sekali peristiwa berkatalah Nebukadnezer, raja Babel, kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego, "Apakah benar, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu? Sekarang, jika kamu bersedia, demi mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi,rebab, gambus, serdam dan berbagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah kamu menyembah patung yang kubuat ini! Tetapi jika kamu tidak menyembah, seketika itu juga kamu akan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?” Sadrakh,Mesakh dn Abednego menjawab, "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada Tuanku dalam hal ini. Jika Allah yang kami puja sanggup melepaskan kami, Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya Raja, tetapi seandainya tidak, hendaklah Tuanku mengetahui, bahwa kami tidak akan memuja dewa Tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang Tuanku dirikan itu.”
Maka meluaplah kegeraman Nebukadnezar. Air mukanya berubah terhadap Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Lalu diperintahkannya supaya perapian itu dibuat tujuh kali lebih panas dari yang biasa. Kepada beberapa orang yang sangat kuat di antaranya tentaranya dititahkannya untuk mengikat Sadrakh, Mesakh dan Abednego, dan mencampakkan mereka ke dalam perapian yang menyala-nyala itu. Tetapi terkejutlah Raja Nebukadnezar, lalu bangun dengan segera. Berkatalah ia kepada para menterinya, “Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?” Jawab mereka kepada raja, “Benar, ya Raja!” Kata raja. “Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu. Mereka tidak terluka, dan yang ke empat itu rupayanya seperti anak dewa!”
Maka berkatalah Nebukadnezar, “Terpujilah Allah Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya tetapi melanggar titah raja, yang menyerahkan tubuh mereka karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah mana pun kecuali Allah mereka."

Mazmur Tanggapan (Dan 3:52-56; R: 52b)

  1. Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah leluhur kami.
            U  Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
  2. Terpujilah nama-Mu yang mulia dan kudus.
            U  Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
  3. Terpujilah Engkau dalam bait-Mu yang mulia dan kudus.
            U  Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
  4. Terpujilah Engkau di atas takhta kerajaan-Mu.
            U  Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
  5. Terpujilah Engkau yang mendugai samudera raya.
            U  Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
  6. Terpujilah Engkau di bentangan langit.
            U  Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
 

Apabila Anak memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka (Yoh 10:31-42)

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepadaNya, “Jikalau kamu tetap dalam firmanKu, maka kamu benar-benar muridKu, dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Jawab mereka, “Kami adalah keturunan Abraham, dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?” Kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa, dan hamba tidak tetap tinggal di rumah; yang tetap tinggal di rumah adalah anak. Tetapi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka. Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firmanKu tidak beroleh tempat di dalam kamu. Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, seperti halnya kamu melakukan apa yang kamu dengar dari bapamu.” Jawab mereka kepadaNya, “Bapa kami ialah Abraham.” Kata Yesus kepada mereka, “Sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku: Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah! Pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.” Jawab mereka, “Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah.” Kata Yesus kepada mereka, “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan aku datang bukan atas kehendakKu sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge