Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
April 2014
  MASA PRAPASKAH
   
Tuhan mengubah kutuk menjadi berkat.

KETIKA sejumlah anggota partai politik ditangkap, diadili dan dijatuhi hukuman penjara karena kasus korupsi, para petinggi partai politik tersebut tampil membuat pembelaan, bahwa kasus hukum yang membelit sejumlah anggotanya adalah masalah hukum, tidak perlu dibawa ke dalam rahan politik. Argumennya itu dibumbui dengan 'serangan' terhadap aparat hukum, bahwa putusan itu berbau politik dan bertendensi untuk menjatuhkan reputasi dan perjuangan partai tersebut. Yang orang-orang ini lupa ialah, bahwa hukum itu sendiri merupakan sebuah produk perjuangan politik. Namun ketika hukum sudah menjadi bendera, para politisi tak bisa lagi seenaknya bermain politik dalam ranah hukum. Kalau salah yah salah dan harus siap berhadapan dengan konsekuensi hukumnya.

Sebetulnya apa yang disampaikan oleh Kayafas tentang nasib Yesus adalah sebuah permainan politik. Ia melihat bahaya yang mencam seluruh bangsa Israel kalau Yesus semakin kuat pengaruhnya dan menghimpun pengikut dalam jumlah besar. Orang-orang Romawi bisa melihatnya sebagai gerakan pemberontakan dan akan menghukum seluruh bangsa dengan keras. Keputusan pun dibuat, yakni lebih baik Yesus yang mati daripada seluruh bangsa. Politik kotor yang mengorbankan orang tak bersalah. Tetapi secara tidak langsung keputusan tersebut menjadi sebuah jalan menuju pemenuhan rencana Tuhan, yakni Yesus akan wafat untuk menyelamatkan dan menghimpun anak-anak Allah yang tercerai-berai. Jadi, apakah sikap dan keputusan Kayafas benar? Tidak! Itu tetap sebuak keputusan tanpa moral, tetapi di tangan Allah, kutukan itu diubah menjadi berkat bagi orang-orang yang sedang mencari keselamatan.

Pengalaman hidup kita sesungguhnya banyak diwarnai oleh kisah-kisah berkat yang berasal dari kutukan. Ada banyak pengalaman pahit yang membuat kita menderita. Kita melihatnya sebagai kutukan. Dengan penuh penderitaan kita menjalaninya. Namun kesabaran selalu membuahkan hasil yang berbeda. Ketika ada penghiburan datang, pandangan kita pun berubah. Kita melihatnya sebagai berkat. Marilah kita selalu membuka hati bagi kemungkinan penyelenggaraan Allah dalam situasi terburuk sekalipun. Tajamkanlah selalu suara hatimu dan temukanlah rahmat itu. (ap)

  1. Apakah anda seorang yang suka menghakimi sesama tanpa dengan teliti melihat realitas hidupnya?
  2. Apa yang anda lakukan untuk membaharui diri? Apa yang harus anda lakukan juga untuk memelihara kualitas iman anda?

(c) 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
2 3 4
     
  PEKAN KELIMA
 
Sabtu, 12 April 2014

AKULAH KEBANGKITAN DAN HIDUP, YANG
PERCAYA PADAKU AKAN HIDUP SELAMANYA

   
   
   
 
Yeh 37:21-28 | Yer 31:10-12b.13 | Yoh 11:45-56

 

Aku akan menjadikan mereka satu bangsa (Yeh 37:21-28)

Beginilah firman Tuhan, “Sungguh, Aku akan menjemput orang Israel dari tengah bangsa-bangsa, ke mana mereka pergi; Aku akan mengumpulkan mereka dari segala penjuru dan akan membawa mereka ke tanah mereka. Aku akan menjadikan mereka satu bangsa di tanah mereka, di atas gunung-gunung Israel, dan satu orang raja memerintah mereka seluruhnya; mereka tidak lagi menjadi dua bangsa, dan tidak lagi terbagi menjadi dua kerajaan. Mereka tidak lagi menajiskan dirinya dengan berhala-berhala, atau dewa-dewa mereka yang menjijikkan, atau dengan semua pelanggaran mereka. Tetapi Aku akan melepaskan mereka dari segala penyelewengan mereka, dengan mana mereka berbuat dosa. Aku akan mentahirkan mereka, sehingga mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahnya. Maka hamba-Ku Daud akan menjadi rajanya, dan mereka semuanya akan mempunyai satu gembala. Mereka akan hidup menurut peraturan-peraturan-Ku dan melakukan ketetapan-ketetapan-Ku dengan setia. Mereka aka tinggal di tanah yang Kuberikan kepada hamba-ku Yakub, di mana nenek moyang mereka tinggal; sungguh, mereka, anak-anak mereka maupun cucu cicit mereka akan tinggal di sana untuk selama-lamanya, dan hamba-Ku Daud menjadi raja mereka untuk selama-lamanya. Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka, dan itu akan menjadi perjanjian yang kekal dengan mereka. Aku akan memberkati mereka dan melipat gandakan mereka, dan memberikan tempat kudus-Ku di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya. Tempat kediaman-Ku pun aka nada pada mereka; Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Maka bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Aku, Tuhan, menguduskan Israel, pada waktu tempat kudus-Ku berada di tengah-tengah mereka selama-lamanya.”

Mazmur Tanggapan (Mzm 31:10-12b.13; R: 10d)

Ref: Tuhan Allah menjaga kita seperti gembala menjaga kawanan dombanya.

  1. Dengarlah firman Tuhan, hai bangsa-bangsa, beritahukanlah di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala menjaga kawanan dombanya!
  2. Sebab Tuhan telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat daripadanya. Mereka akan datang bersorak-sorai di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebaikan Tuhan.
  3. Pada waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang-orang muda dan orang-orang tua akan bergembira. Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur dan menyukakan mereka sesudah kedukaan.
 

Yesus akan mati untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai berai (Yoh 11:45-56)

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria, dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus terhadap Lazarus percaya kepadaNya. Tetapi ada juga yang pergi kepada orag-orang Farisi, dan menceritakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu. Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul. Mereka berkata, “Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat. Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepadaNya, lalu orang Roma akan datang dan merampas tempat suci serta bangsa kita.”
Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka, “Kamu tidak tahu apa-apa! Kamu tidak insyaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita daripada seluruh bangsa kita ini binasa.” Hal ini dikatakan Kayafas bukan dari dirinya sendiri. Tetapi, sebagai Imam Besar pada tahun itu, ia bernubuat bahwa Yesus akan mati untuk seluruh bangsa; bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai. Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di tengah orang-orang Yahudi. Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim. Di situ Ia tinggal bersama murid-muridNya.
Waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu. Mereka mencari Yesus, dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain, “Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge