Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
April 2014
  MASA PRAPASKAH
   
Aku menolak dirimu karena engkau tidak sesuai dengan apa yang saya pikirkan.

IGNASIUS SLAMET RIJADI! Nama itu begitu menggetarkan para tentara Belanda yang berpatroli di kota Solo. Lewat taktik gerilya yang tepat, kota Solo berhasil direbut kembali. Penyerahan tanggung jawab keamanan harus dilakukan dari tentara KNIL kepada para pejuang kemerdekaan Indonesia. Overste Van Ohl, komandan tentara KNIL sangat kaget ketika melihat Letkol Slamet Rijadi yang selama ini dicari-carinya ternyata masih sangat muda, baru berusia 23 tahun. "Overste tidak pantas menjadi musuhku, lebih pantas menjadi anakku tetapi dengan kepandaian seperti ayahku", kata Van Ohl. Sosok Slamet Rijadi sama sekali tidak memenuhi kriteria pemikiran Van Ohl tentang sosok seorang pejuang yang begitu ulet, cerdik dan pantang menyerah. Ia mungkin berpikir Slamet Rijadi lebih pantas berada di sekolah daripada di medan perang.

Ketika Yesus tampil sebagai seorang pengajar baru yang penuh kharisma, ia dikagumi oleh banyak orang. Akan tetapi ketika ia mulai mengungkapkan hakekat diri sebagai Mesias, perlawanan orang-orang semakin intensip. Mengapa? Karena Yesus tidak memenuhi kriteria konsep mereka tentang Mesias. "Tentang orang ini kita tahu darimana asalNya, padahal bila Kristus datang, tidak ada seorang pun yang tahu darimana asalNya", kata mereka. Kesimpulannya, Yesus harus ditolak karena ia bukan mesias.

Dalam penghayatan iman, konsep yang kita miliki dapat menghambat kita untuk melihat karya Tuhan dalam cara-cara yang tidak sesuai dengan konsep tersebut. Kita memiliki tata liturgi yang paten, tetapi tidak berarti Tuhan hanya mewahyukan diri lewat cara itu. Ada banyak kemungkinan lain yang dapat menjadi medium pengungkapan diri Tuhan. Marilah membina suara hati yang peka melihat karya Tuhan dalam peristiwa-peristiwa hidup yang sederhana setiap hari. (ap)

  1. Apakah anda memiliki kriteria tertentu yang menjadi ukuran untuk menilai, apakah satu peristiwa merupakan karya Tuhan atau tidak?
  2. Apakah kriteria itu menghambat atau mendukung perkembangan iman anda?

(c) 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
2 3 4
     
  PEKAN KEEMPAT
 
Jumat, 04 April 2014

SIAPAKAH DIA TUHAN,
SUPAYA AKU PERCAYA KEPADANYA?

   
   
   
 
Keb 2:1a.12-22 | Mzm 34:17-21.23 | Yoh 7:1-2.10.25-30

 

Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati yang keji terhadapnya (Keb 2:1a.12-22)

Orang-orang fasik berkata satu sama lain, karena angan-angan mereka tidak tepat, “Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan serta menentang pekerjaan kita. Pelanggaran-pelanggaran hukum dituduhkannya kepada kita, dan kepada kita dipersalahkannya dosa-dosa terhadap pendidikan kita. Ia membanggakan mempunyai pengetahuan tentang Allah, dan menyebut dirinya anak Tuhan. Bagi kita ia merupakan celaan atas anggapan kita; melhat dia saja sudah berat rasanya bagi kita. Sebab hidupnya sungguh berlainan dari kehidupan orang lain, dan lain dari yang lainlah langkah lakunya. Kita dianggapnya sebagai orang yang tidak sejati, dan langkah laku kita dijauhinya seolah-olah najis adanya. Akhir hidup orang bena dipujinya bahagia, dan ia bermegah-megah bahwa bapanya ialah Allah. Coba kita lihat apakah perkataannya benar, dan ujilah apa yang terjadi waktu ia pulang. Jika orang yang benar itu sungguh anak Allah, niscaya Allah akan menolong dia serta melepaskannya dari tangan para lawannya. Mari, kita mencobainya dengan aniaya dan siksa, agar kita mengenal kelembutannya serta menguji kesabaran hatinya. Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati yang keji terhadapnya, sebab menurut katanya ia pasti mendapat pertolongan.” Demikian mereka berangan-angan, tapi mereka sesat, karena telah dibutakan oleh kejahatan mereka. Maka mereka tidak tahu akan rahasia-rahasia Allah, tidak yakin akan ganjaran kesucian, dan tidak menghargai kemuliaan bagi jiwa yang murni.

Mazmur Tanggapan (Mzm 34:17-21.23; R: 19a)

Ref: Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati.

  1. Wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi. Apabila orang benar itu berseru-seru, Tuhan mendengarkan; dari segala kesesakannya mereka Ia lepaskan.
  2. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Kemalangan orang benar memang banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu.
  3. Ia, melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yang patah. Tuhan membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua orang yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman.
 

Orang-orang Farisi berusaha menangkap Yesus, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saatNya belum tiba (Yoh 7:1-2.10.25-30)

Yesus berjalan keliling Galilea; Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha membunuhNya. Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun. Sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Ia pun pergi juga ke sana, tidak terang-terangan tetapi diam-diam. Beberapa orang Yerusalem berkata, “Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh? Lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa, dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepadaNya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus? Tetapi tentang orang ini kita tahu darimana asalNya, padahal bila Kristus datang, tidak ada seorang pun yang tahu darimana asalNya.” Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru, “Memang kamu mengenal Aku, dan kamu tahu darimana asalKu; namun Aku datang bukan atas kehendakKu sendiri, tetapi diutus oleh Dia yang benar, yang tidak kamu kenal. Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia, dan Dialah yang mengutus Aku.” Mereka berusaha menangkap Yesus, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saatNya belum tiba.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge