Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
April 2014
  MASA PRAPASKAH
   
Dari tangkai mawar yang dipangkas akan tumbuh bunga baru yang indah

PENGALAMAN masa kecil ketika saya mengamati ibu merawat tanaman mawar di halaman rumah. Ketika bunga-bunga yang indah itu sudah gugur, ibu akan memangkas batang yang telah meranggas itu dan mengguyurinya dengan air yang melimpah. Tidaklah terlalu lama sebelum tumbuh tunas-tunas baru. Di tunas baru inilah akan keluar bunga-bunga baru yang indah dan menyemarakkan taman. Maka rumah kami yang se derhana ini pun menjadi lebih semarak dan menyenangkan. Rasanya damai dan tenang ketika melihat kembang-kembang mawar membuka kelopak di pagi hari, dan menghirup aromanya ketika duduk di sore hari dalam semilir angin menjelang senja. Huh! Ingin mengulang kembali pengalaman masa kecil tersebut. Hehehe....

Ketika sudah tiba waktunya, Yesus mengungkapkan kebenaran tentang hakekat diriNya, bahwa sesungguhnya Dia dan Bapa surgawi itu satu, sehakekat. Dengan kata lain, Yesus tidak sekedar rabbi karismatis dari Nazareth. Ia sadar sepenuhnya, bahwa oengajaran baru yang hendak diungkapkan ini membawa kegoncangan. Orang-orang akan melawan diriNya, bahkan mengancam keselamatanNya. Mengapa? Karena ajaran Yesus menjungkirbalikkan paradigma iman yang lama. Orang-orang Yahudi jelas tidak suka itu, tetapi Yesus tetap menyampaikannya. Kebenaran itu harus diungkapkan, walaupun menyakitkan.

Mungkin kita pun tidak sanggup mencerna situasi itu kalau kita berada di jaman Yesus. Di saat sekarang ini pun, pola iman kita lebih mengarah ke kenyamanan tradisional daripada keterbukaan menerima pembaharuan yang menggoncangkan tetapi mengungkapkan kebenaran. Di titik ini kita harus memilih, pola apa yang hendak kita hayati. Kiranya Roh Kudus yang akan membimbing dan meneguhkan jalan kita.(ap)

  1. Pernahkah anda merasa sakit karena mengetahui kebenaran yang menggoncangkan sendi-sendi iman?
  2. Apa wujud healing power yang diberikan Tuhan kepada anda dalam proses penataan kembali kerohanian anda tersebut?

(c) 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
2 3 4
     
  PEKAN KEEMPAT
 
Rabu, 02 April 2014

SIAPAKAH DIA TUHAN,
SUPAYA AKU PERCAYA KEPADANYA?

   
   
   
 
Yes 49:8-15 | Mzm 145:8-9.13c-14.17-18 | Yoh 5:17-30

 

Aku telah membentuk dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia untuk membangunkan bumi kembali (Yes 49:8-15)

Beginilah firman Tuhan, “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau. Aku telah membentuk dan membuat engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi, untuk mengatakan kepada orang-orang yang terkurung ‘Keluarlah!” Di sepanjang jalan mereka seperti domba yang tidak pernah kekurangan rumput. Dan di segala bukit gundul pun tersedia rumput bagi mereka. Mereka tidak menjadi lapar atau haus. Angin panas dan terik matahari tidak akan menimpa mereka, sebab Penyayang mereka akan memimpin mereka dan akan menuntun mereka ke dekat sumber-sumber air.Aku akan membuat segala gunung-Ku menjadi jalan dan segala jalan raya-Ku akan Kuratakan. Lihat, ada orang yang datang dari jauh, ada yang dari utara, dari barat dan ada yang dari tanah Sinim. Bersorak-soraklah, hai langit, bersorak-soraklah, hai bumi, dan bergembiralah dengan sorak-sorai, hai gunung-gunung!Sebab Tuhan menghibur umat-Nya dan menyayangi orang-orang-Nya yang tertindas. Sion berkata, “Tuhan telah meninggalkan aku, dan Tuhanku telah melupakan aku.”Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya?Sekalipun dia melupakan, Aku tidak akan melupakan engkau.”

Mazmur Tanggapan (Mzm 145:8-9.13c-14.17-18; R: 8a)

Ref: Tuhan itu pengasih dan penyayang.

  1. Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan benar kasih setia-Nya.Tuhan itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.
  2. Tuhan itu setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.Tuhan itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk.
  3. Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.
 

Seperti Bapa membangkitakan orang-orang mati, dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan siapa saja yang dikehendaki-Nya (Yoh 5:17-30)

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi, “BapaKu bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.” Karena perkataan itu, orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh Yesus, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri, dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah. Maka Yesus menjawab mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri,jikalau Ia tidak melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.Sebab Bapa mengasihi Anak, dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan yang lebih besar lagi daripada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan siapa saja yang dikehendaki-Nya.Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa.Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia, Aku berkata kepadamu:Sungguh, barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hdiup kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. Aku berkata kepadamu:Sungguh, saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. Demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. Dan Bapa telah memberikan kuasa kepada Anak untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia. Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kubur akan mendengar suara Anak, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum. Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri. Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge