Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
April 2014
  MASA PRAPASKAH
   
Sahabat musuhku itu musuhku juga!

PERTEMUAN dialogal antara Yesus dan Nikodemus (Yoh 3:1-21) agaknya berpengaruh sangat besar dalam perjalanan rohaniah Nikodemus. Paling kurang dalam perdebatan di antara para elite agama Yahudi, Nikodemus berani memberikan opini yang berbeda. Pandangan Nikodemus tentang Yesus jelas-jelas berbeda dari pandangan orang-orang Farisi dan para ahli Taurat yang lain. Mungkin Nikodemus belum mengakui Yesus sebagai Tuhan, tetapi ia sudah satu langkah lebih cepat dari rekan-rekannya, yakni melihat kebenaran di dalam hidup dan karya Yesus. Kebenaran itu adalah pintu masuk ke pengenalan akan hakekat terdalam pribadi Yesus, yakni Tuhan yang menjadi manusia (inkarnasi) untuk menyelamatkan manusia. Pada sisi lain, reaksi para lawan yang lain sangat diwarnai oleh ketegaran suara hati karena tertutup oleh tradisi dan pola pikir. Jalan pikiran mereka sudah membaku dan tidak terbuka pada pembaharuan yang dibawa oleh Yesus. Nikodemus yang membela Yesus dilawan juga. Bagi mereka, Yesus sepenuhnya salah, demikian juga orang-orang yang mendengar dan menuruti pengajaranNya. Seorang rekan sekalipun, jika ia mendukung musuh, ia akan diangggap musuh juga.

Fanatisme agama tidak pernah membawa hasil yang positip. Yang ada hanyalah kecenderungan menyalahkan orang lain, menyerang ajaran mereka, bahkan melakukan kekerasan untuk membela keyakinannya. Kristus jelas tidak menghendaki pola iman seperti ini. Marilah kita membangun pola iman yang menghargai perbedaan. (ap)

  1. Beranikah anda berjuang membela kebenaran?
  2. Ketika perjuangan itu membawa konsekuensi yang mengancam diri anda, masihkan anda masih terus berjuang untuk tujuan itu?

(c) 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
2 3 4
     
  PEKAN KEEMPAT
 
Sabtu, 05 April 2014

SIAPAKAH DIA TUHAN,
SUPAYA AKU PERCAYA KEPADANYA?

   
   
   
 
Yer 11:18-20 | Mzm 7:2-3.9b-12 | Yoh 7:40-53

 

Aku seperti anak domba jinak yang dibawa untuk disembelih (Yer 11:18-20)

Nabi berkata: “Tuhan memberitahukan ancaman-ancaman yang dirancang orang terhadapku; maka aku mengetahuinya. Pada waktu itu Engkau, ya Tuhan, memperlihatkan ancaman mereka kepadaku. Dulunya aku seperti anak domba jinak yang dibawa untuk disembelih; aku tidak tahu bahwa mereka mengadakan persepakatan jahat terhadap aku dengan berkata, “Marilah kita binasakan pohon ini dengan buah-buahnya! Marilah kita melenyapkannya dari negeri orang –orang yang hidup, sehingga namanya tidak diingat orang lagi!” Tetapi, Tuhan, semesta alam, yang menghakimi dengan adil, yang menguji batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.

Mazmur Tanggapan (Mzm 34:17-21.23; R: 19a)

Ref: Ya Tuhan, Allahku, pada-Mu aku berlindung.

  1. Ya Tuhan, Allahku, pada-Mu aku berlindung; selamatkanlah aku dari semua orang yang mengejar aku, dan lepaskanlah aku. Supaya jangan mereka seperti singa menerkam aku dan menyeret aku, dengan tidak ada yang melepaskan.
  2. Hakimilah aku, Tuhan, apakah aku benar, dan apakah akku tulus ikhlas. Biarlah berakhir kejahatan orang fasik, tetapi teguhkanlah orang yang benar, Engkau, yang menguji hati dan batin orang, ya Allah yang adil.
  3. Perisaiku adalah Allah, yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati; Allah adalah Hakim yang adil dan Allah yang murka setiap saat.
 

Apakah engkau juga orang Galilea? (Yoh 7:40-53)

Sekali peristiwa Yesus mengajar di Yerusalem. Beberapa di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan Yesus, berkata, “Dia ini benar-benar nabi yang akan datang.” Yang lain berkata, ‘Ia ini Mesias.” Tetapi yang lain lagi berkata, “Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea! Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal.” Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Yesus.
Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuhNya. Maka ketika penjaga-penjaga yang ditugaskan imam-imam kepala dan orang-orang Farisi pergi kepada imam-imam kepala, orang-orang Farisi berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak membawaNya?” Jawab penjaga-penjaga itu, “Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!” Jawab orang Farisi itu kepada mereka, “Adakah kamu juga disesatkan? Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepadaNya, atau seorang di antara orang-orang Farisi? Orang banyak itu tidak mengenal hukum Taurat! Terkutuklah mereka!”
Nikodemus, seorang dari mereka yang dahulu telah datang kepada Yesus, berkata kepada mereka, “Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang sebelum ia didengar, dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuatNya?” Jawab mereka, “Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci, dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea.” Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge