Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
April 2014
  PEKAN SUCI
   
Ketika sesama dilihat sebagai beban.

SEORANG ibu asal Indonesia menemani suaminya, yang juga orang Indonesia, dalam misi diplomatik di berbagai negara. Pos terakhir yang ditempati ialah Italia, di mana keluarga itu menetap selama lebih dari sepuluh tahun. Dalam kurun waktu itu anak-anaknya bertumbuh sebagai orang Italia dan menikah dengan warga Italia. Ketika suaminya meninggal, perempuan itu memutuskan untuk menjadi warga negara Italia karena ingin selalu dekat dengan anak-anak dan cucu-cucunya. Tetapi apa yang terjadi? Ia tidak leluasa berada dekat anak-anak dan cucu-cucunya. Pertama-tama, anak-anaknya sudah bermental Italia, lagi pula pasangan hidup mereka adalah orang-orang Italia. Keterlibatan seorang nenek dalam pendidikan anak-anak mereka tidak selalu dihargai. Bahkan kehadirannya di tengah keluarga mereka dirasa sebagai gangguan, baik oleh anak-anak maupun oleh menantu. Maka, tiba-tiba si perempuan itu menemukan diri seperti terperangkap di negara asing yang kini menjadi negaranya. Ia tak meminta dukungan apapun selain daripada sentuhan afeksi dalam komunikasi yang teratur dengan anak-anak dan cucunya ini.

Perhatian Maria terhadap Yesus dilihat sebagai pemborosan oleh Yudas Iskariot. Yesus membiarkan saja perlakuan Maria, karena itu merupakan tanda kasih dan perhatian Maria. Bagi Yudas, tingkah laku Maria adalah beban yang mengganjal di hati, bagi Yesus, perbuatan Maria adalah cermin kedekatan batin antara Maria dengan diriNya. Salah menilai keadaan telah mendorong Yudas melakukan kejahatan yang lebih besar. Ia mengkhianati Yesus dengan bayaran tiga puluh keping perak.

Perjalanan hidup kita banyak diwarnai oleh kesalahan menempatkan diri di dalam relasi dengan sesama. Ketika sesama dilihat sebagai berkat, peri laku kita penuh penghargaan. Ketika sesama dilihat sebagai beban, peri laku kita juga tidak menyenangkan. Yesus mengingatkan kita untuk bersikap yang benar terhadap semua orang di semua kesempatan. (ap)

  1. Pernahkah anda merasa diperlakukan tidak adil dan menjadi korban dari situasi batin sesama yang tidak stabil?
  2. Dalam suasana batin yang tidak sehat, masihkah anda mengingatkan diri untuk menghargai orang lain?

(c) 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
2 3 4
     
  PEKAN SUCI
 
Senin, 14 April 2014

LIHAT RAJAMU DATANG,
MENGENDARAI SEEKOR KELEDAI

   
   
   
 
Yes 42:1-7 | Mzm 27:1-3.13-14 | Yoh 12:1-11

 

Ia tidak berteriak atau memperdengarkan suaranya di jalan (Yes 42:1-7)

Beginilah firman Tuhan, “Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suaranya, atau memperdengarkan suaranya di jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.”
Beginilah firman Allah, Tuhan, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang menghuninya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya, “Aku, Tuhan, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan. Aku telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan membuat engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.”

 

Mazmur Tanggapan (Mzm 27:1-3.13-14; R: 1a)

Ref: Tuhan adalah terang dan keselamatanku.

  1. Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?
  2. Ketika penjahat-penjahat menyerang untuk memangsa aku, maka lawan dan musuh itu sendirilah yang tergelincir dan jatuh.
  3. Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takutlah hatiku; sekalipun pecah perang melawan aku, dalam hal ini pun aku tetap percaya.
  4. Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan.
 

Biarkanlah Dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku (Yoh 12:1-11)

Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang Ia bangkitkan dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia. Marta melayani, dan salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak itu semerbak memenuhi seluruh rumah. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata, “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar, dan uangnya diberikan pada orang-orang miskin?” Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Maka kata Yesus, “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari pengubur-anKu. Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.”
Banyak orang Yahudi mendengar bahwa Yesus ada di Betania. Maka mereka datang, bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus yang telah dibangkitkanNya dari antara orang mati. Lalu imam-imam kepala bermufakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dialah banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge