Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
April 2014
  HARI MINGGU PALMA
   
Yang tidak bersenjata itu tidak berarti tidak punya kekuatan dan tidak berdaya

DIKTATOR Rusia, Josef Stalin, dikabarkan pernah diingatkan oleh dinas intelijennya, betapa berbahayanya mengabaikan Vatikan dalam peta politik Eropa. Stalin dengan arogannya bertanya, "Paus? Berapa divisi tentara yang dia miliki?" Ternyata di tahun 1989, keruntuhan komunisme merambah seluruh Eropa Timur seperti bola salju. Uni Soviet pun runtuh dan negara-negara baru bermunculan. Kini negara-negara raksasa dunia yang begitu kuat dan berkuasa di bidang ekonomi, politik, sosial, teknologi, militer, dan sebagainya, merasa perlu mengadakan komunikasi intensip dengan negara terkecil di dunia ini.Kita juga mengenal tokoh Tibet di pengasingan Dalai Lama. Ia tidak mempunyai tentara, tidak mempunyai kekuatan ekonomi. Tetapi setiap kata-kata dan tindakannya selalu membuat petinggi pemerintahan komunis Cina ketar-ketir. Mengapa mereka disegani? Karena kekuatan moral yang mereka miliki.

Ketika Yesus memasuki kota Yerusalem dengan mengendarai seekor keledai, apa yang istimewa di sana? Keledai itu kendaraan umum di kala itu, bukan untuk orang kaya melainkan untuk para kelas pekerja. Ia juga tidak diiringi oleh pasukan berkuda bersenjata lengkap. Ia hanya disertai oleh para murid dan khalayak yang bersorak-sorai menyambutnya. Karena pesta Paskah Yahudi merupakan reuni bangsa, maka setiap peziarah diterima dengan sukacita. Tetapi kehadiran Yesus memberi makna khusus, karena ia sudah sangat dikenal sebagai nabi dari Nazareth yang sangat berkuasa dalam mengajar dan mengadakan mujizat. Sebagai Raja Damai, ia datang dengan mengendarai seekor keledai, tanpa pasukan perang, tanpa senjata. Yang ia miliki hanyalah perutusan Bapa yang hendak dipenuhiNya sekarang. Orang-orang yang beriman tahu, bahwa "manusia" lemah ini akan menaklukkan seluruh dunia.

HOSANNA! Putera Daud! Terpujilah yang datang dalam nama Tuhan! Raja Israel. Hosanna, sembah sujud!

Jika dengan jalan damai kita sanggup menegakkan kebenaran, mewujudkan keadilan, melayani kemanusiaan, mengapa harus mencari jalan kekerasan? Teladanilah Yesus Sang Raja Damai. (ap)

  1. Sejauh mana non violence policy menjadi perhatian anda?
  2. Apa pesan damai yang ingin anda bagikan ke lingkungan anda?

(c) 2014 aurelius pati soge


REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
2 3 4
     
  Hari Raya Yesus Masuk Yerusalem
 
Minggu, 13 April 2014

LIHAT RAJAMU DATANG,
MENGENDARAI SEEKOR KELEDAI

   
   
   
 
Mat 21:1-11 (sebelum perarakan)
Yes 50:4-7 | Mzm 22:8-9.17-18a.19-20.23-24 | Flp 2:6-11 | Mat 26:14-27:66

 

Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan (Mat 21:1-11)

Dalam perjalanan ke Yerusalem, ketika Yesus dan murid-muridNya telah dekat Yerusalem dan tiba di Betfage yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang muridNya dengan pesan, “Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat, dan anaknya ada di dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepadaKu. Jikalau ada orang menegur kamu, katakanlah ‘Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya’.” Hal itu terjadi supaya genaplah Firman yang disampaikan oleh para nabi: Katakanlah kepada Putri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu! Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.
Maka, pergilah kedua murid itu, dan berbuat seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka. Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka, dan Yesus pun naik ke atasnya. Orang banyak yang sangat besar jumlahnya meng-hamparkan pakaiannya di jalan; ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon dan menyebarkannya di jalan. Dan orang banyak yang berjalan di depan dan di belakang Yesus berseru, Hosana bagi anak Daud! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! Hosana di tempat yang mahatinggi!” Ketika Yesus masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu, dan orang berkata, “Siapakah orang ini?” Dan orang banyak itu menyahut, “Inilah Nabi Yesus dari Nazaret di Galilea!”

Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai, karena aku tahun bahwa aku tidak akan mendapat malu (YeS:50:4-7)

Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataanku aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan Allah telah memberi membuka telingaku, dan memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi. Tetapi Tuhan Allah menolong aku, sebab itu aku tidak mendapat noda. Maka aku meneguhkan hatiku seperti teguhnya gunung batu, karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu.

 

Mazmur Tanggapan (Mzm 22:8-9.17-18a.19-20.23-24; R: 10d)

Ref: Allahku, ya Allahku, mengapa Kautinggalkan aku?

  1. Semua yang melihat aku mengolok-olok; mereka mencibir dan menggelengkan kepala. Mereka bilang, “Ia pasrah kepada Allah! Biarlah Allah meluputkannya, biarlah Allah meluputkannya! Bukankah Allah berkenan kepadanya?”
  2. Sekawanan anjing mengerumuni aku; gerombolan penjahat menge-pung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku, Segala tulangku dapat kuhitung.
  3. Mereka membagi pakaianku di antara mereka, dan membuang undian atas jubahku. Tetapi Engkau, ya Tuhan, janganlah jauh; ya kekuatanku, segeralah menolong aku.
 

Yesus Kristus telah merendahkan diri, maka Allah sangat meninggikan Dia (Flp 2:6-11)

Saudara-saudara, walaupun dalam rupa Allah, Kristus Yesus tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan. Sebaliknya Ia telah mengosongkan diri dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan menganugerahiNya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut lah segala yang ada di langit, yang ada di atas bumi dan di bawah bumi, dan bagi kemuliaan Allah Bapa semua lidah mengakui: Yesus Kristus adalah Tuhan.

 

Yesus akan mati untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai berai (Yoh 11:45-56)

(....) Serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus. Mereka menanggalkan pakaian Yesus dan mengenakan jubah ungi padaNya. Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala Yesus lalu memberi Dia sebatang buluh di tangan kananNya. Mereka berlutut di hadapanNya dan mengolok-olok Dia, “Salam, hai Raja orang Yahudi!” Mereka meludahiNya, lalu mengambil buluh itu dan memukulkan-nya kepadaNya. Sesudah mengolok-olok Dia, mereka menanggalkan jubah itu dari padaNya dan me-ngenakan kembali pakaianNya sendiri. Kemudian mereka membaya Yesus ke luar untuk disalibkan.
(....)




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge