Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
April 2014
  MASA PRAPASKAH
   
Karya agung Tuhan di balik dukacita.

PENYESALAN Marta atas ketidakhadiran Yesus sangatlah manusiawi. Bukankah Yesus sahabat dekat mereka? Mengapa Ia menolong semua orang lain tetapi tidak sahabatNya? Akan tetapi Yesus tidak tenggelam dalam emosi. Ia mengajak Marta untuk melihat lebih jauh. Di balik dukacita ini ada nilai besar yang hendak diwartakan. Marta hanya perlu bersabar sebentar dalam dukacita, karena kesabaran itu akan segera membuahkan karunia sukacita yang jauh lebih besar. Lazarus dihidupkan kembali. Suka- cita kembali menaungi keluarga Betania. Kedukaan sepenuhnya dihapus.

Ketika kemalangan melanda, kita cenderung memusatkan perhatian pada diri sendiri dan mengungkapkan betapa menderitanya diri kita. Di sini ada harapan, bahwa orang yang melihat penderitaan kita akan bersimpati dan menolong. Kita jarang melihat lebih jauh, bahwa di luar batas kedukaan itu bisa tersimpan rencana Tuhan yang jauh lebih besar. Ketika rencana itu terungkap, barulah kita melihat kebesaran Tuhan. Dalam dialog Yesus dan Marta di atas terkandung ajakan, agar dalam kedukaan sekalipun hati selalu harus terbuka pada kemungkinan adanya karya besar Allah.

Jelas hal ini tidak mudah, tetapi sebagai pengajaran iman haruslah kita ingat, bahwa ada kemungkinan demikian. Ketika keyakinan ini tertanam dalam hati, cara pandang kita terhadap peristiwa dukacita mungkin akan berubah. Perubahan ini jelas akan membawa kita pada pengalaman yang lebih dalam tentang penyelenggaraan Ilahi. (ap)

  1. Sanggupkah anda melihat penyelenggaraan Tuhan dalam satu kemalangan dan dukacita?
  2. Jika bukan Tuhan harapan anda, lalu apa atau siapa?

(c) 2014 aurelius pati soge


REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
2 3 4
     
  PEKAN KELIMA
 
Minggu, 06 April 2014

AKULAH KEBANGKITAN DAN HIDUP, YANG
PERCAYA PADAKU AKAN HIDUP SELAMANYA

   
   
   
 
Yeh 37:12-14 | Mzm 130:1-8 | Rm 8:8-11 | Yoh 11:3-7, 20-27, 33b-45

 

Aku akan memberikan RohKu kepadamu sehingga kamu hidup (Yeh 37:12-14)

Beginilah firman Tuhan Allah, “Sungguh, Aku akan membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu dari dalamnya, hai umatKu. Dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu dari dalamnya, hai umatKu. Dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan mem-bangkitkan kamu dari dalamnya. Aku akan memberikan RohKu ke dalam dirimu, sehingga kamu hidup kembali, dan Aku akan menempatkan kamu di tanahmu. Dan kamu akan menhetahui bahwa Aku, Tuhan, yang mengatakannya dan membuatnya.”

Mazmur Tanggapan (Mzm 130:1-8; R: 7)

Ref: Pada Tuhan ada kasih setia dan penebusan berlimpah.

  1. Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telingaMu menaruh perhatian, kepada suara permohonanku.
  2. Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi padaMu ada pengampunan, maka orang-orang akan bertakwa kepadaMu.
  3. Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firmanNya. Jiwaku mengharapkan Tuhan, lebih daripada pengawal mengharapkan pagi.
  4. Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya
 

Roh Allah yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati diam di dalam dirimu
(Rm 8:8-11)

Saudara-saudara, mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, kalau Roh Allah memang tinggal di dalam dirimu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, maka ia bukanlah milik Kristus. Tetapi jika Kristus ada dalam dirimu, maka tubuhmu memang mati karena dosa, tetapi rohmu hidup karena kebenaran. Dan jika Roh Allah, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam dirimu, maka Ia yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana oleh RohNya yang diam dalam dirimu.

 

Akulah kebangkitan dan hidup (Yoh Yoh 11:3-7, 20-27, 33b-45)

Ketika Lazarus jatuh sakit, kedua saudaranya Maria dan Marta, mengirim pesan kepada Yesus, “Tuhan, dia yang Engkau kasihi sakit.” Mendengar kabar itu Yesus berkata, “Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.” Yesus memang mengasihi Marta, kakaknya dan Lazarus. Namun, setelah didengarNya bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat Ia berada; tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-muridNya, “Mari kita kembali ke Yudea.” Ketika Yesus tiba di Betania, didapatiNya Lazarus telah empat hari terbaring di dalam kubur.
Ketika Marta mendengar bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkanNya. Tetapi Maria tinggal di rumah. Maka, kata Marta kepada Yesus, “Tuhan, sekiranya Engkau ada disini, saudaraku pasti tidak akan mati. Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepadaMu segala sesuatu yang Engkau minta kepadaNya.” Kata Yesus kepada Marta, “Saudaramu akan bangkit.” Kata Marta kepadaNya, “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.” Jawab Yesus, “Akulah kebangkitan dan hidup. Barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walaupun ia sudah mati; dan setiap orang yang hidup serta percaya kepadaKu, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah Engkau akan hal ini?” Jawab Marta, “Ya Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.”
Kemudian, ketika melihat Mari menangis, Yesus sangat terharu dan berkata, “Di manakah dia kamu baringkan?” Jawab mereka, “Tuhan, marilah dan lihatlah!” Maka menangislah Yesus. Kata orang-orang Yahudi, “Lihatlah, betapa besar kasihNya kepadanya1” Tetapi beberapa orang di antaranya berkata, “Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak mampukah Ia bertindak sehingga orang ini tidak mati?” Semakin masygullah hati Yesus, lalu ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu. Kata Yesus, “Angkatlah batu itu!” Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada Yesus, “Tuhan, ia sudah berbau sebab sudah empat hari ia mati.” Jawab Yesus, “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?” Maka mereka mengangkat batuitu.
Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata, “Bapa, Aku mengucap syukur kepadaMu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Tetapi, oleh karena orang banyak yang berdiri mengelilingi Aku ini, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Sesudah berkata demikian berserulah Yesus dengan suara keras, “Lazarus, marilah keluar!” Orang yang telah mati itu datang keluar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan, dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka, “Bukalah kain-kain itu, dan biarkan ia pergi.” Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepadaNya.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge