Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
April 2014
  HARI KAMIS PUTIH
   
Untuk orang yang kucintai, aku belajar menerima kekurangannya dengan tulus.

SEORANG ibu rumah tangga merasa bersalah karena hanya menyiapkan telur dadar untuk santap malam suami dan anak-anaknya. Sebetulnya ia punya alasan. Sepanjang hari ia sudah kelelahan membersihkan rumah dan membereskan banyak urusan rumah tangga lainnya. Anaknya yang paling besar rewel dan tidak mau makan. Tetapi sang suami dengan tenang menikmati santap malamnya seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Sesudah makan, sambil mencuci piring, si ibu itu meminta maaf kepada suaminya. Suaminya hanya tersenyum sambil membantu mengeringkan piring-piring itu. "Kamu sudah melakukan yang terbaik selama ini. Sesekali telur sedikit gosong tak apalah", kata suaminya. "Anak-anak akan belajar menerima ini dan menghargai perjuanganmu. Jangan kawatir." Sang ibu itu menyadari, betapa suaminya mencintai dan menghargai dirinya dengan tulus.

Para rasul mungkin belum mengerti, mengapa Yesus memutuskan untuk membasuh kaki mereka. Bukankah Ia Guru dan Tuan? Lalu mengapa ia sampai merendahkan diri sedemikian jauh? Tak ada yang lain, daripada kerinduanNya untuk memberi kesempatan kepada para murid untuk meng- alami, apa artinya sebuah pengabdian cinta yang tulus. Pengalaman yang membekas ini akan memberi mereka kekuatan untuk mengabdi dengan tulus di kemudian hari. Jika Sang Guru bisa menerima kekurangan mereka, bukankah mereka pun perlu menerima kekurangan sesamanya?

Iman adalah sebuah karunia Tuhan. Menanggapi karunia Tuhan ini adalah sebuah panggilan. Mewujudkannya dalam relasi dengan sesama adalah komitmen. Inilah yang perlu dibangun dalam diri semua orang beriman. Kasih Kristus yang kita alami hendaknya menjadi pendorong untuk menjadi pelayan kasih kepada sesama.(ap)

  1. Apa pengalaman cinta yang paling membekas dalam hatimu dan mengubah perjalanan hidupmu?
  2. Adakah anda terdorong untuk mengabdi Tuhan dan sesama?

(c) 2014 aurelius pati soge


REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
2 3 4
     
  Mengenang Perjamuan Tuhan
 
Kamis, 17 April 2014

AKU MEMBERI TELADAN SUPAYA KAMU
BERBUAT SEPERTI YANG KULAKUKAN BAGIMU

   
   
   
 
Kel 12:1-8.11-14 | Mzm 116:12-13.15-18 | 1 Kor 11:23-26 | Yoh 13:1-15

 

Ketetapan tentang Perjamuan Paskah (Kel 12:1-8.11-14)

Pada waktu itu, berfirmanlah Tuhan kepada Musa dan Harun di tanah Mesir, "Bulan ini akan menjadi permulaan segala bulan bagimu, bulan yang pertama bagimu tiap-tiap tahun. Katakanlah kepada segenap jemaat Israel, 'Pada tanggal sepuluh bulan ini, hendaklah diambil seekor anak domba oleh masing-masing menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga. Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk menghabiskan seekor anak domba, maka hendaklah ia bersama dengan tetangga yang terdekat mengambil seekor menurut jumlah jiwa. Tentang anak domba itu kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang. Anak domba itu harus jantan, tidak bercema dan berumur satu tahun. Kamu boleh mengambil domba, boleh kambing. Anak domba itu harus kamu kurung sampai tanggal empat belas bulan ini. Lalu seluruh jemaat Israel yang berkumpul harus menyembelihnya pada senja hari. Darahnya harus diambil sedikit dan dioleskan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas rumah, tempat orang-orang makan anak domba itu. Pada malam itu juga mereka harus memakan dagingnya yang dipanggang. Daging panggang itu harus mereka makan dengan roti yang tidak beragi dan sayuran pahit. Beginilah kamu harus memakannya: pinggangmu berikat, kaki berkasut dan tongkat ada di tanganmu. Hendaknya kamu memakannya cepat-cepat. Itulah Paskah bagi Tuhan. Sebab pada malam itu Aku akan menjelajahi negeri Mesir dan membunuh semua anak sulung, baik anak sulung manusia maupun anak sulung hewan, dan semua dewata Mesis akan Kujatuhi hukuman. Akulah Tuhan. Adapun darah domba itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah tempat kamu tinggal. Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan melewati kamu. Jadi tidak ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, pada saat Aku menghukum negeri Mesir. Hari ini harus menjadi hari peringatan bagimu, dan harus kamu rayakan sebagai hari raya bagi Tuhan turun temurun.

Mazmur Tanggapan (Mzm 116:12-13.15-18; R: 1 Kor 10:16)

Ref: Piala syukur ini adalah pe rsekutuan dengan Darah Kristus.

  1. Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan segala kebaikanNya kepadaku? Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama Tuhan.
  2. Sungguh berhargalah di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihiNya. Aku hambaMu, anak dari sahayaMu, Engkau telah melepaskan belengguku!
  3. Aku akan mempersembahkan kurban syukur kepadaMu, dan akan menherukan nama Tuhan. Aku akan membayar nazarku kepada tuhan di depan seluruh umatNya.
 

Setiap kali kamu makan dan minum, kamu mewartakan wafat Tuhan (1 Kor 11:23-26)

Saudara-saudara, apa yang telah kuteruskan kepadamu ini telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam Ia diserahkan, mengambil roti, dan setelah mengucap syukur atasnya, Ia memecah-mecahkan roti itu seraya berkata, "Inilah TubuKu yang diserahkan bagimu. Perbuatlah ini untuk mengenangkan daku!" Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata, "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan dalam darahKu. Setiap kali kamu meminumnya, perbuatlah ini untuk mengenangkan Daku." Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum dari cawan ini, kamu mewartakan wafat Tuhan sampai Ia datang.

 

Ia mengasihi mereka sampai saat terakhir (Yoh 13:1-15)

Sebelum Hari Raya Paskah mulai, Yesus sudah tahu bahwa saatnya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sebagaimana Ia senantiasa mengasihi murid-muridNya, demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai saat terakhir. Ketika mereka sedang makan bersama, Iblis membisikkan dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, rencana untuk mengkhianati Yesus. Yesus tahu bahwa Bapa telah menyerahkan segala sesuatu kepadaNya dan bahwa Ia datang dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Maka, bangunlah Yesus dan menanggalkan jubahNya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggangNya. Kemudian, Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-muridNya, lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggangNya itu.
Maka, sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepadaNya, “Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?” Jawab Yesus kepadanya, “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak mengerti sekarang, tetapi engkau akan memahaminya kelak.” Kata Petrus kepadaNya, “Selama-lamanya Engkau tidak akan membasuh kakiku!” Jawab Yesus, “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak akan mendapat bagian bersama Aku.” Kata Simon Petrus kepadaNya, “Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!” Kata Yesus kepadanya, “Barangsiapa sudah mandi, cukuplah ia membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruh-nya. Kamu pun sudah bersih, hanya tidak semua!” Yesus tahu siapa yang akan menyerahkan Dia; karena itu Ia berkata, “Tidak semua kamu bersih.”
Sesudah membasuh kaki mereka, Yesus mengenakan pakaianNya dan kembali ke tempatNya. Lalu Ia berkata kepada mereka, “Mengertikah kamu apa yang Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memanng Akulah Guru dan Tuhan. Nah, jikalau Aku, Tuhan dan Gurumu, membasuh kakimu, maka kamu pun wajib saling membasuh kaki. Sebab, Aku telah memberikan suatu teladan kepadamu supaya kamu juga berbuat seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge