Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Desember 2016
  HARI RAYA NATAL
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
27 28 29 30 1 2
25 26 27 28 29 30 31
   Minggu, 25 Desember 2016
   Kelahiran Yesus Kristus, Penebus umat manusia
 

 
 
 
KLIK ikon tiga misa untuk masing-masing bacaan dan refleksi

   
Misa VIGILI
Misa FAJAR
Misa SIANG
 

Malam kudus, sunyi senyap,
Bintangmu gemerlap,
Jurus'lamat manusia
sudah turun dari surga
Kristus penebus dunia
Raja Mahamulia.

Malam kudus, sunyi senyap
DombaMu berderap
Para gembala yang jaga
menghadap Yesus Sang Putra
Lahir dalam haru... 2x

  Lihat selanjutnya
 
 

Alam raya karya Bapa
Bagi manusia
Megah dan perkasa, subur serta kaya hingga sluruh bangsa
memuji namaNya,
Hosanna pada Allah Bapa

Manusia ciptaanNya, namun dicintaNya, walaupun durhaka tak ditinggalkanNya, hingga sluruh bangsa memuji namaNya,
Hosanna pada Allah Bapa

  Lihat selanjutnya
 
 

Allah Putera jadi insan,
tinggal di tengah kita.
Allah Bapa yang tak nampak
Kita pandang dalam diri
PuteraNya
Kristus Tuhan

Allah Putera jadi insan,
tinggal di tengah kita.
Maka hati dikobarkan
Untuk cinta pada Allah
Yang tak terjangkau mata

  Lihat selanjutnya

SEJARAH SINGKAT PERAYAAN NATAL

Hari Natal (25 Desember) sudah dirayakan sejak abad-abad pertama. Teofilus, Uskup Caesarea (115-181 M), secara eksplisit menulis tentang Natal, “Kita harus merayakan hari kelahiran Tuhan kita pada tanggal 25 Desember yang akan berlangsung.” [Magdeurgenses, Cent. 2.c.6. Hospinian, de Origin Festorum Christianorum] . Awal abad ke-5, St. Yohanes Kassianus dari Konstantinopel, pergi ke Alexandria (Mesir) untuk mempelajari peraturan-peraturan biara di sana. Dalam laporan pengamatannya sekitar tahun 418, dia menulis, bahwa sejumlah Uskup menganggap Epifani (Penampakan Tuhan) sebagai hari kelahiran Tuhan. Tradisi kuno ini memberi gambaran, bahwa Natal sudah diperkenalkan di Mesir di awal abad ke-5.

St. Yohanes Krisostomos, Uskup Konstantinopel (349-407), ketika masih menjadi imam di Antiochia, mengajak umat merayakan Natal pada 25 Desember. Ada tiga alasan. (1) Natal adalah perayaan Kristiani yang menyebar pesat di berbagai daerah. (2) Pelaksanaan sensus pada tahun kelahiran Yesus dapat ditemukan dalam dokumen yang tersimpan di Roma;  (3) Waktu kelahiran Yesus dapat dihitung dari penampakan malaikat kepada Zakarias. Zakarias masuk ke Tempat Mahakudus pada Hari Penebusan Dosa, bulan September menurut kalender Gregorian. Enam bulan sesudah itu, Malaikat Gabriel datang kepada Maria dan sembilan bulan kemudian Yesus lahir, yaitu pada bulan Desember. St. Gregorius dari Nazianze, Uskup Seleucia (Turki) merayakan Natal untuk pertama kalinya di Konstantinopel, pada 25 Desember 379. Tidak sedikit orang percaya, bahwa Natal adalah adopsi perayaan kafir Dies Natalis Solis Invicti, yang baru ditetapkan oleh Kaisar Aurelianus pada 25 Desember 274 untuk menandingi Natal Gereja Katolik. (disadur dari Katolisitas Indonesia)

 

Pada desah angin Tenggara berhembus acuh tak acuh
Aku menitip rindu pada jerit bangau di pokok bakau
Bukan untuk mengeluh dan mengepak nestapa
Namun menyanyikan kidung-kidung rindu kelana
Buat perawan bunting menanti dalam duka dan lara
Pada jerit perdana anak sulung berbalut darah
Rasa hati bergejolak melontar masa ke abad-abad lewat
Tertawa bersama jerit lepas kecewa camar-camar laut
Tak sanggup lagi memangsa anak jaman. Amin.


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge