Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Desember 2016
  OKTAF NATAL
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
27 28 29 30 1 2
25 26 27 28 29 30 31
   Senin, 26 Desember 2016
    Pesta St. Stephanus, martir pertama
 

 
 
 
Kis 6:8-10; 7:54-59 | Mzm 31:3c-4.6.8a.16b.17 | Mat 10:17-22

Aku melihat langit terbuka (Kis 6:8-10; 7:54-69)

Sekali peristiwa, Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak. Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi, yang disebut jemaat orang Libertini - anggota jemaat ini adalah orang-orang dari Kirene dan Alexandria - Mereka tampil dan bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang ini bersoal jawab dengan Stefanus, tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmat Stefanus dan Roh Kudus yang mendorong dia berbicara.
Mendengar semua yang dikatakan Stefanus, para anggota Makhamah Agama sangat tertusuk hatinya. Maka mereka menyambutnya dengan kertakan gigi. Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit. Ia melihat kemuliaan Allah dan Yesus yang berdiri di sebelah kanan Allah. Maka katanya, "Sungguh, aku melihat langit terbuka, dan Anak manusia berdiri di sebelah kanan Allah."
Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serempak menyerbu dia. Mereka menyeret dia ke luar kota lalu melemparinya dengan batu. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang pemuda yang bernama Saulus. Sementara dilempari, Stefanus berdoa, "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku."

 

BANYAK orang percaya, bahwa di balik setiap pria hebat yang berperanan di dalam sejarah dan masyarakat, selalu ada seorang perempuan hebat yang bekerja di balik layar. Jika pertanyaan serupa diajukan untuk Gereja Kristus, apa jawabannya? Bagi saya, di balik tegaknnya Gereja di seluruh dunia dan pengaruh besar yang dimainkannya selama berabad-abad, ada darah para martir yang tertumpah, ada nyawa yang meregang, ada pribadi yang tersiksa dan ternista demi iman akan Kristus. Stefanus mengawali semua ini, diakon karismatis yang dipilih menjadi pelayan rumah tangga (Kis 6:5), yang kemudian menjadi pewarta yang berani mendebat kaum agamawan yang berakhir dengan kematiannya (Kis 7:58-60).

KEMATIAN Stefanus memenuhi ramalan Yesus tentang konsekuensi iman yang harus ditanggung para murid. “Anak-anak akan memberontak terhadap orangtuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena namaKu”, kata Yesus (Mat 10:21-22). Stefanus lahir, besar dan dididik di lingkungan Yahudi, dengan tradisi pendidikan yang sama dengan para perajamnya. Namun Stefanus melangkah lebih jauh dengan menerima iman akan Kristus sebagai Tuhan yang menjadi manusia. Sikap ini mengubah relasinya dengan orang-orang Yahudi, saudara-saudaranya: dari saudara dan teman menjadi lawan; dari orang seiman menjadi pemurtad yang harus dihabisi; dan sebagainya.

KEMARTIRAN Stefanus adalah konsekuensi yang harus ditanggung oleh orang-orang Kristiani. Orang mungkin tidak membunuh kita karena iman, tetapi orang mengabaikan kita, menomorduakan kita, menghambat banyak niat baik kita, dan sebagainya. Ada diskriminasi karena iman. Ada penghambatan karier dan usaha karena iman. Mundurkah kita? Mari kita tetap setia pada Yesus Kristus, Sang Penyelamat. (ap)

Semoga kami tidak lalai menyadari konsekuensi iman kami, ya Tuhan, bahwa di balik sukacita selalu ada salib menanti. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 31:3c-4.6.8a.16b.17; R: 6a)

Ref: Ke dalam tanganMu, ya Tuhan, kuserahkan nyawaku.

  1. Jadilah bagiku gunung batu tempat berlindung, dan kubu pertahanan untuk menyelamatkan daku! Sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku; oleh karena namaMu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.
  2. Ke dalam tanganMu kuserahkan nyawaku; sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, Allah yang setia. Aku akan bersorak-sorai dan bersukacita karena kasih setiaMu, sebab Engkau telah menilik sengsaraku.
  3. Lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan bebaskanlah dari orang-orang yang mengejarku! Buatlah wajahMu bercahaya atas hamba-hambaMu, selamatkanlah aku oleh kasih setiaMu!

Karena Aku kamu akan digiring ke muka para penguasa dan raja-raja (Mat 10:17-22)

Pada waktu mengutus murid-murid-Nya, Yesus berkata, “Waspadalah terhadap semua orang! Sebab ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama; dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Karena Aku, kamu akan digiring ke muka para penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berbicara, melainkan Roh Bapamu; Dialah yang akan berbicara dalam dirimu. Orang akan menyerahkan saudaramu untuk dibunuh; demikian juga seorang ayah akan menyerah-kan anaknya. Anak-anak akan memberontak terhadap orangtuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahan-nya, akan selamat.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge