Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Desember 2016
  OKTAF NATAL
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
27 28 29 30 1 2
25 26 27 28 29 30 31
   Jumat, 30 Desember 2016
    Pesta Keluarga Kudus
 

 
 
 
Sir 3:2-6.12-14 atau Kol 3:12-21 | Mzm 128:1-5 | Mat 2:13-15.19-23

Barangsiapa takwa pada Tuhan, ia menghormati orang tuanya (Sir 3:2-6.12-14)

Anak-anakku, dengarkanlah aku. Tuhan telah memuliakan bapa di atas anak-anaknya, dan hak itu atas para anaknya Ia teguhkan. Barangsiapa menghormati bapanya, ia memulihkan dosa, dan siapa memuliakan ibunya, ia sama dengan orang yang mengumpulkan harta. Barangsiapa menghormati bapanya, ia sendiri akan mendapat kesukaan pada anak-anaknya, dan apabila bersembahyang, nisaya doanya dikabulkan. Barangsiapa memuliakan bapanya akan panjang umurnya, dan orang yang taat kepada Tuhan menenangkan hati ibunya. Anakku, tolonglah bapamu pada masa tuanya, dan jangan menyakiti hatinya di masa hidupnya. Kalau akalnya sudah berkurang, hendaklah kaumaafkan, jangan menistakan dia sewaktu engkau masih berjaya. Kebaikan yang ditunjukan kepada bapa tidak akan terlupakan; sebaliknya akan dibilang sebagai pemulihan segala dosamu.

 

PAUS FRANSISKUS, dalam sebuah katekese bagi keluarga-keluarga, menekankan tiga kata penting untuk menunjang kehidupan keluarga, yakni permisi, terima kasih dan maaf (excuse me, thank you, sorry). Dengan kata “permisi” anda menyatakan diri bukan sebagai pengganggu; dengan kata “terima kasih” anda menunjukkan bahwa anda bukan orang yang ingat diri; dan dengan kata “maaf” anda menunjukkan kerelaan untuk memperbaiki yang salah. Semua ini hanya dapat diwujudkan kalau orang belajar rendah hati dan mau meletakkan seluruh hak dan kewajibannya dalam kerangka penyelenggaraan Tuhan.

PADA PESTA Keluarga Kudus, kita hendak merayakan kehidupan keluarga sebagai elemen fundamental kehidupan masyarakat dan gereja. Injil tidak mencatat, apakah Yusuf dan Maria pernah mengucapkan tiga elemen pokok di atas: permisi, terima kasih dan maaf. Namun jika mempelajari kualitas pribadi keuanya seperti yang digambarkan Injil, rasanya tidak mungkin unsur-unsur ini hilang dari kehidupan mereka. Di dalam diri mereka, kita belajar kualitas pokok yang menunjang keberadaan mereka sebagai model bagi keluarga-keluarga kristiani, yakni bersikap rendah hati dan meletakkan seluruh hak dan kewajiban mereka dalam penyelenggaraan Ilahi. Mereka tidak memaksakan kehendak melainkan mengambil kehendak Allah sebagai jalan yang diikuti dengan sukacita. Rencana Allah adalah rencana mereka, penyelenggaraan Allah adalah hidup mereka.

JAMAN MODERN ini ditandai oleh melonggarnya nilai-nilai iman. Keluarga harus tetap menjadi pilar utama masyarakat dan Gereja. Tanpa keluarga yang baik, masyarakat dan gereja kehilagan sendi-sendi utamanya. Mari kita memelihara kehidupan keluarga dengan mengupayakan semangat rendah hati, setia pada iman dan meletakkan seluruh hidup dan pelayanan kita pada penyelenggaraan Ilahi. (ap)

Berkatilah keluarga-keluarga Kristiani. ya Tuhan, agar tetap menjadi pewarta cintaMu yang menyelamatkan kepada sesama. Amin!

(c) 2016 twm

BACAAN LAIN:
Tata hidup keluarga di dalam Tuhan (Kol 3:12-21)

Saudara-saudara, kalianlah orang pilihan Allah, yang dikuduskan dan dikasihi olehNya. Maka kenakanlah belaskasihan, kemurahan dan kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan hendaknya kalian saling mengampuni bila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain; sebagaimana Kristus mengampuni kalian, demikian pula kalian hendaknya. Dan di atas semuanya itu kenakanlah cinta kasih, tali pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Semoga damai sejahtera Kristus menguasai hatimu, karena untuk itulah kalian dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. Semoga Sabda Kristus degnan segala kekayaannya tinggal di antara kamu. Hendaknya kamu saling mengajar dan menasehati dengan segala hikmat. Nyanyikanlah mazmur, puji-pujian dan nyanyian rohani, untuk mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah itu demi nama Tuhan Yesus Kristus, dan dengan perantaraanNya bersyukurlah kepada Allah, Bapa kita. Hai para isteri, tunduklah kepada suamimu sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. Hai para suami, kasihilah isterimu dan jangan berlakukasar terhadapnya. Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. Hai para bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.

 

Mazmur Tanggapan (Mzm 128:1-5)

Rf: Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya.

  1. Berbahagialah orang yan takwa pada Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukanNya! Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmua!
  2. Isterimu akan menjadi laksana pohon anggur subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun di sekeliling mejamu!
  3. Sungguh, demikianlah akan diberkati Tuhan orang laki-laki yang takwa hidupnya. Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion: boleh melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu.

Ambillah Anak itu serta IbuNya, dan larilah ke Mesir (Mat 2:13-15.19-23)

Setelah orang-orang majus yang mengunjungi Bayi Yesus di Betlehem pulang, tampaklah Malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi. Malaikat itu berkata, “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibuNya! Larilah ke Mesir, tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Raja Herodes akan mencari Anak itu untuk dibunuh.”Maka Yusuf pun bangun. Malam itu juga diambil-nya Anak itu serta ibuNya lalu menyingkir ke Mesir dan tinggal di sana sampai Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan lewat nabiNya, “Dari Mesir Kupanggil anak-anakKua.”
Setelah Herodes mati, tampaklah Malaikat Tuhan kepada Yusuf di Mesir dalam mimpi. Katanya, “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibuNya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu sudah mati.” Lalu Yusuf pun bangunlah. Diambilnya anak itu beserta ibuNya dan pergilah mereka ke tanah Israel. Tetapi setelah mendengar bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, Yusuf takut ke sana. Setelah dinasihati dalam mimpi, pergilah Yusuf ke daerah Galilea. Setibanya di sana ia tinggal di sebuah kota bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah Firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge