Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Desember 2016
  MASA ADVEN PEKAN 2
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
27 28 29 30 1 2
25 26 27 28 29 30 31
   Senin, 5 Desember 2016
   
 

 
 
 
Yes 35:1-10 | Mzm 85:9a-14 | Luk 5:17-26

Allah sendiri datang menyelamatkan kalian (Yes 35:1-10)

Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorai dan berbunga; seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon, semarak Karmel dan Saron akan diberikan kepadanya. Orang akan melihat kemuliaan Tuhan, semarak Allah kita. Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah. Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati, “ Kuatkanlah hatimu, jangan takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan ganjaran. Ia sendiri datang menyelamatkan kalian!” Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan. Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebut Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya. Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ, dan orang-orang yang dibebaskan Tuhan akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.

 

NABI YESAYA melukiskan kerinduan orang Israel akan keselamatan dari Tuhan dengan indah. Padang gurun akan bergirang. Padang belantara akan bersorak sorai dan berbunga seperti mawar. Kemuliaan Libanon, semarak Karmel dan Saron akan diberikan kepadanya. Ada deretan ucapan puitis yang dapat ditemukan di sana. Harapan itu perlu terus digelorakan, karena di dalam perlindungan dan penyelenggaraan Tuhan, manusia tertindas akan menemukan sukacita, karena martabatnya diselamatkan, dipulihkan, diberi wajah baru dan dihormati. Teguh dalam pengharapan, demikian inti pesan Nabi Yesaya, kekuatan iman orang-orang Israel yang terus memelihara mereka di tengah pergolakan bangsa-bangsa. Walaupun eksitensi mereka terancam, iman ini tidak ditinggalkan, karena iman itu sesungguhnya sudah menjadi identitas mereka.

KETIKA saat kepenuhan itu tiba, semua gambaran indah Nabi Yesaya diwujudkan oleh Yesus Kristus. Kepada orang lumpuh itu Yesus berkata, "Aku berkata kepadamu: bangunlah dan angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumah." Dan mujizat itu terjadi (Luk 5:26). Semua orang yang mengenal Kitab Suci pasti ingat akan kata-kata Nabi Yesaya, "Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa" (Yes 35:6). Namun Yesus berbuat lebih dari gambaran Nabi Yesaya. Ia memperhatikan juga aspek pengampunan dosa, sehingga penyembuhan dan pemulihan martabat orang lumpuh itu menjadi lengkap, yakni sisi jasmaniah dan rohaniah. Karena itu, di dalam diri Yesus kita melihat penyempurnaan rencana keselamatan Tuhan, yang telah diwahyukan selama berabad-abad oleh Tuhan kepada bangsa pilihan-Nya.

MASA ADVEN menjadi masa kita membuka mata hati lebih lebar, agar kita mampu melihat kasih dan penyelenggaraan Tuhan yang begitu sering kita alami tetapi begitu sering juga kita abaikan. Hidup di jaman modern, ketika ilmu pengetahuan dan teknologi sudah berkembang begitu hebat, wujud pertolongan Tuhan itu pun melebur ke dalamnya. Ketika orang-orang sakit, terapi yang dijalankan hendaknya kita perkuat dengan doa dan korban, agar tidak hanya badan kita yang diterapi tetapi juga jiwa kita. Selain itu, ketika ada seorang umat Allah yang mengalami kesulitan, kita tidak hanya turut memberi bantuan, tetapi juga mendoakan dia. Dengan demikian, semua karunia jasmaniah kita dilengkapi dengan karunia iman, sehingga baik di dunia maupun di akherat, kita selalu layak di mata Tuhan. (ap)

Ulurkanlah tanganMu, ya Tuhan Mahapengampun, sembuhkanlah jiwa dan raga kami dari luka-luka dosa dan penderitaan. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 85:9a-14; R: Yes 35:4d)

Ref: Allah sendiri datang menyelamatkan kita.

  1. Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Allah! Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya. Sungguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang-orang takwa, dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita.
  2. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan merunduk dari langit.
  3. Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberikan hasil. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya dan damai akan menyusul di belakang-Nya.

Hari ini kita telah menyaksikan hal-hal yang sangat menakjubkan (Luk 5:17-26)

Pada suatu hari, ketika Yesus sedang mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkanNya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Yesus, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit. Maka datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur. Mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus. Tetapi karena banyaknya orang di situ, mereka tidak dapat membawa masuk. Maka mereka naik ke atas rumah dan membongkar atap itu. Kemudian mereka menurunkan si lumpuh ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia, “Saudara, dosamu sudah diampuni.” Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hati, “Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa dapat mengampuni dosa selain Allah sendiri?”
Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu Ia berkata kepada mereka, “Apa yang kalian pikirkan dalam hati? Manakah lebih mudah, mengatakan, ‘Dosamu sudah diampuni’ atau mengatakan, ‘Bangunlah dan berjalanlah?’ Tetapi supaya kalian tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa.” Lalu Yesus berkata kepada si lumpuh, “Aku berkata kepadamu: Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumah!” Seketika itu juga bangunlah orang itu di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah. Semua orang takjub, lalu memuliakan Allah. Mereka amat takut dan berkata, “Hari ini kita telah menyaksikan hal-hal yang sangat menakjubkan.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge