Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Desember 2016
  MASA ADVEN PEKAN 4
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
27 28 29 30 1 2
25 26 27 28 29 30 31
   Sabtu, 24 Desember 2016
   
 

 
 
 
2 Sam 7:1-5.8b-12.16 | Mzm 89:2-5.27.29 | Luk 1:67-79

Kerajaan Daud akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan Tuhan (2 Sam 7:1-5.8b-12.16)

Pada masa itu Raja Daud telah menetap di rumahnya, dan Tuhan telah mengaruniakan kepadanya keamanan terhadap semua musuh di sekeliling. Maka berkatalah Raja Daud kepada Nabi Natan, “Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal T abut Allah diam di bawah tenda.” Lalu berkatalah Natan kepada raja, “Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab Tuhan menyertai engkau.” Tetapi pada malam itu juga datanglah firman Tuhan kepada Natan, “Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud . Beginilah firman Tuhan: Masakan engkau yang mendirikan rumah untuk Kudiami? Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika engkau menggiring kambing domba! Engkau Kuambil untuk Kujadikan raja atas umat-Ku Israel. Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani, dan telah melenyapkan semua musuh dari hadapanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi. Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan ataupun ditindas oleh orang-orang lalim seperti dahulu, sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan kepadamu keamanan terhadap semua musuhmu. Juga diberitahukan Tuhan kepadamu: Tuhan akan memberikan keturunan kepadamu. Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.”

 

TUHAN PENYEMPURNA KORBAN. Zakaria, yang memperoleh sukacita besar pasca kelahiran anaknya dan sembuhnya dari kebisuan, tidak lagi menyembunyikan pengalaman imannya tersebut. “Allah mengunjungi kita laksana fajar cemerlang, untuk menyinari orang dalam kegelapan maut dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera”, Zakaria menutup mada h sukacitanya di hari kelahiran anaknya. Yohanes yang lahir bukanlah Mesias, tetapi ia telah ditakdirkan untuk menjadi cahaya fajar bagi Sang Mesias. Sebagai hamba Allah, tak ada karunia yang lebih besar daripada diperkenankan Tuhan menjadi utusanNya, pendahulu yang membawa Kabar Gembira kepada banyak orang. Iman yang diperbaharui itu disempurnakan Tuhan dengan sukacita yang akan membawa banyak buah, tidak hanya bagi keluarga Zakaria tetapi bagi banyak orang yang menantikan Sang Mesias. Sebagai fajar, Yohanes hanya mendahului Sang Matahari, yakni Yesus sendiri. Yang empunya cahaya adalah Kristus, tetapi Yohanes memperoleh kehormatan untuk memberitakan, bahwa terang itu telah terbit, dan manusia, yang lama hidup dalam kegelapan, tidak perlu lagi kawatir, karena pembebasan sudah tiba.

SUKACITA Zakaria adalah sukacita anak-anak Tuhan yang menantikan penebusan, sukacita karena kepastian, bahwa penantian itu sampai di ujungnya. Sukacita itu menjadi lebih besar, karena pelaku karya itu anaknya sendiri, dan kelahiran sang anak itu membawa pembebasan bagi dirinya dari hukuman dosa tidak percaya pada firman Tuhan di Bait Allah Yerusalem. Sukacita karena peristiwa agung itu membangun harapan bagi orang-orang yang menantikan kedatangan Sang Penebus, karena kini mereka tahu, bahwa tangan Tuhan menyertai Yohanes. Kesadaran ini membuka wawasan mereka di masa depan, ketika Yohanes memulai karya sebagai bentara Sang Mesias yang menyerukan pertobatan.

HARI TERAKHIR MASA ADVEN ini hendaknya mengingatkan kita, betapa pentingnya membangun kesadaran, bahwa Inilah sebuah model sukacita yang perlu dihayati keluarga Kristiani. Pelayanan seorang anggota adalah pelayanan semua anggota, keselamatan seorang anggota menjadi buah sukacita bersama. Keluarga-keluarga perlu disatukan dalam iman, harapan dan kasih, sehingga buah-buah cinta Tuhan yang dinikmati, digunakan untuk membawa berkat kepada sesama. Dengan demikian, berkat Tuhan itu semakin menyebar, dan semakin banyak orang mengalami kehadiran Tuhan yang penuh cinta? (ap)

Syukur kepadaMu, ya Tuhan, atas karunia bimbingan iman selama Masa Adven ini, yang menghantar kami ke sukacita Natal. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 89:2-3.4-5.27.29; R: lh. 2a)

Ref: Kasih setia-Mu, ya Tuhan, hendak kunyanyikan selama-lamanya.

  1. Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya, hendak menuturkan kesetiaan-Mu turun-temurun. Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
  2. Engkau berkata, “Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: Aku hendak menegakkan anak cucumu untuk selama-lamanya, dan membangun takhtamu turun-temurun.”
  3. Dia pun akan berseru kepada-Ku, “Bapakulah Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku.” Untuk selama-lamanya Aku akan memelihara kasih setia-Ku ba g i dia, dan perjanjian-Ku dengannya akan Kupegang teguh.

Allah mengunjungi kita laksana fajar cemerlang (Luk 1:67-79)

Zakharia, ayah Yohanes, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya, “Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia telah mengunjungi umat-Nya dan membawa kelepasan baginya; Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya, seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbaka la lewat mulut nabi-nabi-Nya yang kudus, untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita; untuk menunjukkan rahmat-Na kepada nenek moyang kita, dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus, yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya, seumur hidup kita. Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita. Dengan mana Ia akan mengunjungi kita: Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan naungan maut, untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge