Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Desember 2016
  OKTAF NATAL
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
27 28 29 30 1 2
25 26 27 28 29 30 31
   Rabu, 28 Desember 2016
    Pesta kanak-kanak suci Betlehem, martir
 

 
 
 
1 Yoh 1:5-2:2 | Mzm 124:2-5.7b-8 | Mat 2:13-18

Darah Yesus Kristus menyucikan kita dari segala dosa (1 Yoh 1:5-2:2)

Saudara-saudara terkasih, inilah berita yang telah kami dengar dari Yesus Kristus, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang, dan di dalam dia sama sekali tidak ada kegelapan. Jika kita dikatakan bahwa kita kita beroleh persekutuan dengan Dia namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta, dan kita tidak melakukan kebenaran. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yanglain, dan darah Yesus, AnakNya itu, menyucikan kita dari segala dosa. Jika kita berkata bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri, dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Allah adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Jika kita berkata bahwa kita tidak berbuat dosa, maka kita membuat Allah menjadi pendusta, dan firmanNya tidak ada di dalam kita. Anak-anakku, hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa; namun jika seseorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus yang adil. Dialah pendamaian untuk segala dosa kita; malahan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.

 

MENURUT orang-orang biasa, anak-anak Betlehem itu makluk lemah tak berdosa, sumber kegembiraan bagi keluarga mereka. Menurut Herodes, anak-anak Betlehem itu potensi bahaya yang harus dihancurkan sedini mungkin, sehingga kekuasaannya sebagai raja tidak terancam. Agaknya ia memakai doktrin “pre-emptive strike”, sebuah doktrin militer yang dianut oleh banyak negara, untuk sedini mungkin menghancurkan potensi bahaya yang mengancam keselamatan seluruh bangsa. Bagi pemuja kekuasaan, cara-cara ini dinilai tepat karena ibarat membunuh penyakit pada tahap masih awal; namun bagi pemerhati hak azasi manusia, cara-cara ini sama sekali tidak menghargai martabat manusia yang berhak untuk hidup dan berkembang sesuai talentanya.

KISAH martir-martir cilik dari Betlehem adalah KISAH korban kerakusan akan kuasa. Mereka juga korban pertama yang secara tak sadar bersaksi tentang kekuasaan Kristus atas seluruh kuasa duniawi. Kuasa politik dunia sebetulnya tidak berdaya di hadapan kuasa iman, namun dengan segala daya yang dimiliki, kuasa ini lebih berperanan sebagai Tuhan, yang bahkan menentukan hidup matinya seseorang. Inilah tragedi yang menimpa anak-anak Betlehem, sebagai harga yang harus dibayar Herodes karena dituntut oleh kegelapan yang menaunginya.

MENYADARI ketidakadilan dunia seperti ini, sampai kapan pun Gereja harus konsisten menyuarakan perlindungan bagi kaum lemah dan terpinggirkan dari kuasa yang menindas. Sebagai anggota Gereja kita harus aktip mengambil bagian di dalam membela yang tak mampu membela diri sendiri tersebut. Mungkin kita tidak sanggup bersuara keras seperti para aktivis di berbagai lembaga swadaya masyarakat, tetapi kita dapat mewujudkannya lewat perilaku yang menghargai dan melindungi sesama manusia, teristimewa kaum lemah dan terpinggirkan. (ap)

Semoga sukacita karena kelahiranMu, ya Yesus, meneguhkan kami dalam perjuangan menegakkan kebenaran dan keadilan. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 124:2-3.4-5.7b-8; R: 7a)

Rf: Jiwa kita terluput seperti burung terlepas dari jerat penangkap.

  1. Jikalau bukan Tuhan yang memihak kepada kita, ketika manusia bangkit melawan kita, maka mereka telah menelan kita hidup-hidup, ketika amarah mereka menyala-nyala terhadap kita.
  2. Maka air telah menghanyutkan kita, dan sungai telah mengalir menumbus kita; telah mengalir melanda kita air yang meluap-luap itu.
  3. Jerat telah putus, kita pun terluput! Pertolongan kita dalam nama Tuhan yang menjadikan langit dan bumi.

Herodes menyuruh agar semua anak laki-laki di Betlehem dan sekitarnya di bunuh (Mat 2:13-18)

Setelah orang-orang majus yang mengunjungi Bayi Yesus di Betlehem itu pulang, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi. Malaikat itu berkata, “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya! Larilah ke Mesir, dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Raja Herodes akan mencari Anak itu untuk dibunuh.” Maka Yusuf pun bangunlah. Malam itu juga diambilnya Anak itu serta ibu-Nya, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana sampai Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan lewat nabi-Nya, ‘Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku.’ Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, sangat marahlah ia. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh Nabi Yeremia: Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat memilukan; Rahel menangisi anak-anaknya, dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi.

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge