Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Desember 2016
  MASA ADVEN PEKAN 2
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
27 28 29 30 1 2
25 26 27 28 29 30 31
   Kamis, 8 Desember 2016
   Hari Raya St. Maria Dikandung Tanpa Noda
 

 
 
 
Kej 3:9-15.20 | Mzm 98:1-4 | Ef 1:3-6.11-12 | Luk 1:26-38

Aku akan mengadakan permusuhan antara keturunanmu dan keturunan wanita ini (Kej 3:9-15.20)

Pada suatu hari, di Taman Eden, setelah Adam makan buah pohon terlarang, Tuhan Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya, "Di manakah engkau?" Ia menjawab, "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada di dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi." Lalu Tuhan berfirman, "Siapakah yang memberitahukan kepadamu bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon yang Kularang engkau makan itu?" Manusia itu menjawab, "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." Kemudian berfirmanlah Tuhan Allah kepada perempuan itu, "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu, "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan." Lalu berfirmanlah Tuhan Allah kepada ular itu, "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan! Dengan perutmu lah engkau akan menjalar, dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu! Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan itu, antara keturunanmu dan keturunannya. Keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.

 

KESALAHAN itu sudah bertahun-tahun lalu. Banyak orang sudah mulai lupa. Yang masih ingat juga sudah memaafkan. Mungkin hanya segelintir orang yang masih mempermasalahkan. Saya seharusnya merasa damai. Tetapi nurani saya selalu mengusik, masih ada rasa miris, sakit di hati kalau mengenang semua kebodohan itu. Luka di hati tidak pernah sembuh sepenuhnya. Ketika ada satu peristiwa yang mengingatkan, luka itu mudah terbuka lagi, membawa sakit dan nestapa. Itulah perang nurani akibat dosa yang dialami Adam dan Eva di taman Eden.

MALAIKAT itu datang ke gadis muda dari Nazaret. Perempuan itu masih murni. Nuraninya belum terusik. Ia mungkin tidak memahami dengan baik kabar sukacita itu. Maka tanpa ragu ia berkata, "Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu" (Luk 1:38). Ke dalam nurani yang masih murni ini, Tuhan meletakkan tanggung jawab, yakni menjadi Bunda Sang Penebus, agar manusia yang terusik nuraninya oleh dosa mendapat peluang untuk memulihkan martabatnya. Kepolosan jiwa adalah ladang subur bagi pemenuhan rencana keselamatan Allah. Dengan hati yang polos itu, ia menerima tanggung jawab tanpa kekhawatiran, karena ia yakin penuh kalau Tuhan tak meninggalkan umat-Nya.

SUKACITA orang berdosa yang dibebaskan dari dosa dan diselamatkan merupakan hak kita yang sanggup mendamaikan nurani yang kacau oleh dosa dengan Tuhan yang Mahamengasihi. Keselamatan itu sepenuhnya datang dari Tuhan melalui Yesus Kristus, namun peranan Bunda Maria untuk mewujudkannya juga penting. Peranannya itu merupakan tanda partisipasi manusia berdosa yang dimurnikan berkat pertobatan. Hati tanpa noda adalah berkat tak ternilai. Bunda Maria manusia istimewa, namun pola hidupnya dapat kita teladani, agar kita dapat menerima dan mewartakan Kristus kepada sesama kita. (ap)

Murnikanlah hati kami, segarkanlah jiwa kami, ya Tuhan, agar kami siap menyambut dan mewartakan Yesus Kristus, PuteraMu. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 98:1-4; R: 1ab)

Ref: Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib.

  1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib. Keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kananNya, oleh lenganNya yang kudus.
  2. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari padaNya. Ia telah menyatakan keadilanNya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaanNya terhadap kaum Israel.
  3. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!

Di dalam Kristus, Allah telah memilih kita (Ef 1:3-6.11-12)

Saudara-saudara, terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di surga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapanNya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula untuk menjadi anak-anakNya oleh pengataraan Yesus Kristus, sesuai dengan kerelaan kehendakNya, supaya terpujilah kasih karuniaNya yang mulia, yang dikaruniakanNya kepada kita di dalam Dia yang dikasihiNya. Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dia lah kami mendapat bagian yang dijanjikan Allah, yakni kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendakNya. Dengan demikian, kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, ditentukanNya supaya menjadi pujian bagi kemuliaanNya.

 

Salam, engkau yang dirahmati, Tuhan sertamu (Luk 1:26-38)

Pada suatu hari Gabriel, malaikat Tuhan, diutus oleh Allah ke sebuah kota di galilea, bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yosef dari keluarga Daud. Nama perawan itu Maria. Maka masuklah malaikat itu dan berkata kepadanya, “Salam, engkau yang dirahmati. Tuhan sertamu. Engkau terberkati di antara semua wanita.” Mendengar perkataan itu terkejutlah Maria dan bertanya dalam hati, apakah kiranya arti salam itu. Malaikat itu pun berkata kepadanya, “Jangan takut, Maria, Allah berkenan kepadamu. Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang putera, yang harus kaunamai Yesus. ia akan menjadi besar dan akan disebut Putera Allah yang mahatinggi. Tuhan Allah akan memberi Dia tahta Daud, bapaNya, dan Ia akan memerintah keluarga yakub sampai kekal. KerajaanNya tidak akan berkesudahan.” Maria berkata kepada malaikat itu, “Bagaimana mungkin ini terjadi, karena aku tidak bersuami?” Jawab malaikat kepadanya, “Roh Kudus akan datang kepadamu dan kekuatan Allah yang mahatinggi akan menaungi engkau. Sebab itu Putera yang kaulahirkan akan disebut Yang kudus, Putera Allah. Juga Elisabet, saudaramu, dalam masa tuanya telah mengandung seorang putera. Dia yang dikatakan mandul, kini dalam bulannya yang keenam. Sebab bagi Allah tidak ada sesuatu yang mustahil.” Maka Maria berkata, “Aku ini hamba Tuhan. Terjadilah padaku menurut perkataanmu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge