Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Desember 2016
  HARI RAYA NATAL
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
27 28 29 30 1 2
25 26 27 28 29 30 31
   Minggu, 25 Desember 2016
    MISA SIANG
 

 
 
 
Yes 52:7-10 | Mzm 98:1-6; R.3c | Ibr 1:1-6 | Yoh 1:1-18

Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita (Yes 52:7-10)

O betapa indah kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan bentara yang mengabarkan berita damai dan memberitakan Kabar Baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion, "Allahmu meraja!" Dengarlah suara orang-orang yang megnawal engkau: mereka bersorak-sorai serempak. Sebab dengan mata kepala sendiri mereka melihat bagaimana Tuhan kembali ke Sion. Bergembiralah, bersorak-sorailah bersama-sama, hai reruntuhan Yerusalem. Sebab Tuhan telah menghibur umatNya. Ia telah menebus Yerusalem. Tuhan telah menunjukkan tanganNya yang kudus di depan mata semua bangsa; maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.

 

PERAYAAN ini diadakan setiap tahun, tetapi kesan yang ditinggalkan selalu mendalam dan membawa kegembiraan besar. Ada kesederhanaan tetapi megah dan mulia. Ada bayi kecil yang lemah, tetapi memancarkan aura raja yang penuh kuasa. Ada orang tua yang sederhana tetapi menampilkan keagungan iman orang-orang yang percaya dan setia pada kehendak Tuhan. Pendek kata, Natal selalu memberi kesan mendalam, karena di sini ada titik temu Tuhan dan manusia, ketika Allah yang agung dan penuh kuasa mengambil wujud manusia lemah, sehingga manusia dapat dibimbing kembali ke jalan keselamatan yang dipatahkan oleh dosa. Oleh dosa Adam, seorang anak Tuhan, semua bangsa manusia berada di jalan gelap; oleh kelahiran Kristus, seorang Anak Tuhan, semua bangsa manusia mendapat jalan baru.

HARI NATAL bagi kita adalah sebuah perayaan penuh makna. Banyak orang di jaman modern ini mungkin tidak lagi melihat makna terdalam Natal dan hanya membatasinya pada sebuah kekayaan warisan budaya semata-mata yang perlu dilestarikan. Yang lain mengurungnya dalam promosi komersial di pusat-pusat perbelanjaan. Di banyak instansi, perayaan Natal lebih bersifat seremoni politik penuh basa-basi. Semuanya berjalan semarak tetapi kehilangan nilai dasar, yakni hadirnya Sang Penyelamat, Tuhan yang merendahkan diri menjadi manusia. Benarlah kata-kata Santo Yohanes, “ Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan olehNya, tetapi dunia tidak mengenalNya. Ia datang kepada milik kepunyaanNya, tetapi orang-orang kepunyaanNya itu tidak menerimaNya” (Yoh 1:11-12). Orang kepunyaannya telah mengabaikanNya. Padahal, untuk mewujudkan rencana keselamatan bagi manusia, Ia menjadi serupa dengan manusia dan tinggal di antara mereka (Yoh 1:14).

MENYADARI besarnya korban diri Tuhan ini, perayaan Natal dapatlah kita sebut sebagai perayaan kerendahan hati Tuhan yang perlu diteladani oleh manusia. Kerendahan hati membuat orang memandang secara positip apa pun peristiwa hidup, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan, baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. Tak ada keuntungan yang diraih Tuhan dengan menjadi manusia, selain dari pada memenangkan jiwa-jiwa yang terancam dosa dan maut. Menjawabi karunia Tuhan ini, kita ditantang untuk membangun rantai kerendahan hati melalui peningkatan kualitas rohaniah baik secara pribadi maupun secara komunitas; baik di lingkungan umat Katolik maupun di dalam relasi ekumenis dengan jemaat-jemaat Kristiani lain; baik di kalangan umat Kristiani maupun di dalam dialogal dengan orang-orang dari berbagai agama dan keyakinan sekular. Dengan menciptakan dialog multi elemen, kita memberi pesan kepada dunia, bahwa perbedaan dan batasan sosial itu dapat dijembatani oleh kemauan baik membangun keharmonisan yang tulus. Bagi kita, keteladanan sejati ada dalam diri Kristus, yang lahir dan berkarya untuk keselamatan umat manusia. (ap)

Pada pesta kelahiran-Mu, ya Yesus, ijinkanlah kami menemukan mutiara indah karuniaMu yang membawa keharmonisan. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 98:1-6; R: 3c)

Ref: Segala langit bersukacita dan bumi bersorak-sorai di hadapan wajah Tuhan, karena Ia sudah datang.

  1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kananNya, oleh lenganNya yang kudus.
  2. Tuhah telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari padaNya, ia telah menyatakan keadilanNya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaanNya terhadap kaum Israel.
  3. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah.
  4. Bermazmurlah bagi Tuhan dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu merdu; dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-sorailah di hdapan Raja, yakni Tuhan.

Allah berbicara kepada kita dengan pengantaraan anakNya (Ibr 1:1-6)

Saudara-saudara, pada zaman dulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan pengantaraan para nabi. Tetapi, pada zaman akhir ini, Allah telah berbicara kepada kita dengan pengantaraan AnakNya. AnakNya itulah yang ditetapkanNya sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dialah Allah menjadikan alam semesta, Dialah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah. Dialah yang menopang segala yang ada dengan SabdaNya yang penuh kekuasaan. Dan setelah berhasil mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar di tempat yang tinggi. Ia jauh lebih tinggi daripada para Malaikat sebagaimana nama yang dikaruniakan kepadaNya jauh lebih indah daripada nama mereka. Karena kepada siapakah di antara para Malaikat itu Allah pernah berkata, "Anak-Ku lah Engkau! Pada hari ini Engkau telah Kuperanakkan!" Lagipula, ketika menghantar AnakNya yang sulung ke dunia, Allah berkata, "Semua Malaikat Allah harus menyembah Dia."

 

Firman telah menjadi manusia (Yoh 1:1-18)

Pada mulanya adalah Firman. Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia, dan tanpa Dia tidak ada sesuatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup, dan hidup itu adalah terang bagi manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan, tetapi kegelapan tidak menguasainya.
Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes. Ia datang sebagai saksi untuk memberikan kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia sendiri bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang sedang datang ke dalam dunia. Terang itu telah ada di dalam dunia, dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenalnya. Ia datang kepada milik kepunya-anNya tetapi orang-orang kepunyaanNya itu tidak menerimaNya. Tetapi semua orang yang menerima Dia diberiNya kuasa menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya, orang-orang yang di-peranakan bukan dari darah atau daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaanNya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih dan kebenaran. Tentang Dia Yohanes memberi kesaksian dan berseru, “Inilah Dia yang kumaksudkan ketika aku berkata: Sesudah aku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” Karena dari kepenuhannya kita semua telah menerima kaish karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus. Tidak seorang pun pernah melihat Allah, tetapi Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakannya.

 
Natal: 25 Desember   Lihat: MISA VIGILI dan MISA FAJAR  

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge