Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2014
  MASA BIASA PEKAN 22
   
Jadikanlah keselamatan jiwa nilai utama yang menentukan jalan hidupmu.

NASEHAT bijak untuk semua orang yang gila kerja. Ada orang yang rela mengorbankan kesehatannya untuk memperoleh uang sebanyak mungkin, ketika masih muda dan kuat serta sanggup untuk melakukan banyak hal. Namun ketika usia semakin bertambah, ia harus berhadapan dengan fakta pahit, bahwa ia harus mengorbankan semua uang yang telah diperolehnya untuk memulihkan kembali kesehatannya. Di saat itulah orang menyadari, bahwa betapa uang itu tidak berarti apa-apa kalau orang tidak memiliki kesehatan yang baik.

Yesus mengingatkan para muridNya untuk senantiasa menjaga kesehatan jiwa mereka. Untuk itu Ia memberi mereka pedoman praktis menjadi murid yang layak, yakni setia memikul salib masing-masing di jalan yang telah ditentukan oleh Bapa surgawi. Mengapa orang perlu setia memikul salib masing-masing? Karena kesetiaan itulah yang memberi peneguhan pada masing-masing orang, sehingga ia memiliki daya-daya batin yang memadai untuk menolak segala tipu daya kegelapan. Mampu melawan kegelapan merupakan obat mujarab menyehatkan jiwa, karena jiwa memiliki keyakinan diri, bahwa di bawah perlindungan salib Tuhan ia akan sanggup meraih tempat dalam Kerajaan keselamatan.

Apa gunanya seorang meperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawa- nya? Demikian peringatan Yesus. Orang tidak dilarang menjadi kaya, tetapi orang harus mampu membebaskan diri dari kungkungan kekayaan. Inilah harapan Yesus. Banyak orang, yang karena silau oleh kekayaan, lalai memelihara jiwanya hingga sudah terlalu terlambat. Ibarat penyakit yang parah akan menggerogoti harta milik, jiwa yang terluka akan menggerogoti semua niat baik yang hendak diwujudkan dalam hidup. Di saat itu orang kehilangan arah dan semakin tipis peluang masuk ke dalam Kerajaan Tuhan. Mari berusaha meraih tempat di dalam Kerajaan Tuhan. Di sana ada banyak ruangan untuk orang-orang yang tulus, rendah hati dan percaya penuh pada penyelenggaraan Tuhan. (ap)

  1. Siapa Yesus bagi anda dalam hidup masa kini?
  2. Apa konsekuensi langsung pengakuan iman anda dan pandangan hidup seperti itu bagi perkembangan umat?

(c) 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
27 28 29 30 31 1
28 29 30
1
2
3
4 5 6
  Minggu, 31 Agustus 2014
 
 

APA GUNANYA BAGI SESEORANG JIKA IA MEMPEROLEH SELURUH DUNIA TETAPI KEHILANGAN NYAWANYA?

   
   
   
 
Yer 20:7-9 | Mzm 63:3-6.8-9 | Rm 12:1-2 | Mat 16:21-27

 

Firman Tuhan telah menjadi cela dan cemooh bagiku sepanjang hari (Yer 20:7-9)

Kata Nabi Yeremia, “Engkau telah membujuk aku, ya Tuhan, dan aku telah membiarkan diriku Kaubujuk. Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku. Aku telah menjadi tertawaan sepanjang hari, semua orang mengolok-olokkan aku. Sebab setiap kali aku berbicara, terpaksa aku berteriak, terpaksa aku berseru, ‘Kekaliman! Aniaya!’ Sebab firman Tuhan telah menjadi cela dan cemooh bagiku sepanjang hari. Tetapi apabila aku berpikir, ‘Aku tidak mau mengingat Tuhan, dan tidak mau mengucapkan firman demi namaNya’, maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyapa, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.”

Mazmur Tanggapan (Mzm 63:3-6.8-9; R: 2b)

Ref: Jiwaku haus padaMu, Tuhan, ingin memandang wajah Allah.

  1. Ya Allahku, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus akan dikau, tubuhku rindu kepadaMu, seperti tanah kering dan tandus yang tiada berair.
  2. Demikianlah aku rindu memandangMu di tempat kudus sambil melihat kekuatan dan kemuliaanMu. Sebab kasih setiaMu lebih baik daripada hidup; bibirku akan memegahkan Dikau.
  3. Aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi namaMu. Seperti dijamu lemak dan sumsum jiwaku dikenyang-kan, bibirku bersorak-sorai, mulutku memuji-muji.
  4. Sungguh, Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayapMu aku bersorak-sorai. Jiwaku melekat kepadaMu, tangan kananMu menopang aku.
 

Persembahkanlah tubuhmu sebagai persembahan yang hidup (Rm 12:1-2)

Saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasehati kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah. Itulah ibadahmu yang sejati! Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat mem-bedakan manakah kehendak Allah, mana yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

 

Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya (Mat 16:21-27)

Sekali peristiwa, Yesus menyatakan kepada murid-muridNya, bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegur Dia, katanya, “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau!” Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus, “Enyahlah Iblis! Engkau suatu batu sandungan bagiKu, sebab engkau memikirkan bukan yang dipikirkan Allah, melainkan yang dipikirkan manusia.
Lalu Yesus berkata kepada murid-muridNya, “Setiap orang yang mau mengikuti Aku harus menyangkal diri, memikul salibnya dan mengikuti Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya. Tetapi barangsiapa yang kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya bagi seseorang jika ia memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Apakah yang dapat diberikan sebagai ganti nyawanya? Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan BapaNya diiringi malaikat-malaikatNya. Pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang setimpal dengan perbuatannya.”

 



HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge