Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2014
  MASA BIASA PEKAN 20
   
Jadilah orang Kristiani yang mencintai tanah air INDONESIA

CITRA Indonesia di mata internasional agak ternoda oleh banyaknya kasus intoleransi dalam masyarakat. Kita prihatin dengan korupsi yang seperti benang kusut. Kelompok-kelompok radikal terus berusaha memaksakan pendiriannya. Jati diri Indonesia sebagai bangsa yang menghargai pluralitas, toleran, ramah dan berbudaya tinggi semakin perlu dipertanyakan. Situasi ini menggambarkan kemerosotan moral sosial yang parah yang menggerus nasionalisme anak bangsa atas dasar "Bhineka Tunggal Ika"..

Apakah iman Kristiani memberi ruang gerak pagi kebhinekaan ini? Dialog Yesus dan orang-orang Farisi mencerminkan prinsip tersebut. Yesus tidak menolak realitas, bahwa bangsanya mempunyai dua kewajiban, yakni membayar pajak Bait Allah (Mat 17:27) dan membayar pajak kepada kaisar. Tetapi dua kewajiban ini melayani dua tujuan berbeda, yakni iman dan kehidupan sosial. Bagi Yesus, keduanya dapat dijalankan oleh pribadi yang sama. “Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah”, kata Yesus.

Saya teringat tokoh-tokoh pejuang nasional dari kalangan umat Katolik yang sungguh mencintai Gereja dan mencintai bangsanya. Pahlawan nasional, Mgr. Soegijapranoto, mantan Uskup Agung Semarang, pernah mengatakan, “Kita perlu menjadi seratus persen orang Katolik dan seratus persen orang Indonesia.” Dalam semangat yang sama kita menemukan I.J. Kasimo, politisi Katolik yang terkenal. Sejumlah pahlawan nasional yang tertumpah darahnya seperti Agustinus Adisucipto, Ignatius Slamet Riyadi, Yosaphat Sudarso, telah berkiprah dalam perjuangan bersenjata. Lalu apa tanggapan kita masa kini? Seperti yang dianjurkan Yesus, kita pun perlu menyadari kewajiban kita, baik sebagai orang beriman maupun sebagai warga negara. Kita perlu mencintai Tuhan dengan sepenuh hati sekaligus mencintai bangsa yang menaungi kita. Kewajiban kepada negara bernilai luhur, kudus dan layak di mata Tuhan. Jadilah orang beriman sejati sekaligus warga Indonesia sejati. Doakanlah bangsa dan negara Indonesia. (ap)

  1. Sudahkah anda berdoa bagi negara Indonesia?
  2. Sanggupkah anda mendefinisikan kewajiban sebagai anggota Gereja dan warga negara?

(c) BBSS 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
27 28 29 30 31 1
28 29 30
1
2
3
4 5 6
  Minggu, 17 Agustus 2014
 
Hari Raya Kemerdekaan Indonesia
 

BERILAH KEPADA KAISAR APA YANG
MENJADI HAK KAISAR DAN KEPADA ALLAH
APA YANG MENJADI HAK ALLAH

   
   
   
 
Sir 10:1-8 | Mzm 101:1a,2ac,3a,6-7 | 1 Ptr 2:13-17 | Mat 22:15-21

 

Para penguasa bertanggung jawab atas rakyatnya (Sir 10:1-8)

Pemerintah yang bijak menjamin ketertiban dalam masyarakat, pemerintah yang arif adalah yang teratur. Seperti para penguasa, demikianlah pula para pegawainya, seperti pemerintah kota, demikian pula semua penduduknya. Raja yang tidak terdidik membinasakan rakyatnya, tetapi sebuah kota sejahtera berkat kearifan para pembesarnya. Di dalam tangan Tuhan, terletak kuasa atas bumi, dan pada waktunya Ia mengangkat orang yang serasi atasnya. Di dalam tangan Tuhanlah, terletak kemujuran seseorang, dan kepada para pejabat, Tuhan mengaruniakan martabat. janganlah pernah menaruh benci kepada sesamamu, apa pun juga kesalahannya, dan jangan berbuat apa-apa terpengaruh oleh nafsu. Kecongkakan dibenci oleh Tuhan maupun manusia, dan bagi kedua-duanya, kelaliman adalah salah. Pemerintah beralih dari bangsa yang satu kepada bangsa yang lain akibat kelaliman, kekerasan, dan uang.

Mazmur Tanggapan ( Mzm 101:1a.2ac.3a.6-7; R: Gal 5:13)

Ref: Kamu dipanggil untuk kemerdekaan; maka abdilah satu sama lain dalam cinta kasih.

  1. Ya Tuhan, aku hendak menyanyikan kasih setia dan hukumMu. Aku hendak hidup tanpa cela. Aku hendak hidup dengan suci dalam rumahku, hal-hal yang jahat takkan kuperhatikan.
  2. Mataku tertuju kepada rakyatku yang setia, supaya mereka tinggal bersama aku. Orang yang hidup dengan tidak bercela akan mendukung aku.
  3. Orang yang melakukan tipu daya, tidak akan diam dalam rumahku. Orang yang berbicara dusta tidak bertahan di bawah pandanganku.
 

Berlakulah sebagai orang yang merdeka (1 Ptr 2:13-17)

Saudara-saudaraku yang terkasih, demi Allah, tunduklah kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, maupun kepada wali-wali yang ditetapkannya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan untuk mengganjar orang-orang yang berbuat baik. Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang bodoh. Hiduplah sebagai orang-orang merdeka, bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba-hamba Allah. Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!

 

Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah! (Mat 22:15-21)

Sekali peristiwa, orang-orang Farisi berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama orang-orang Herodian bertanya kepada Yesus, “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan dengan jujur mengajarkan jalan Allah, dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. Katakanlah kepada kami pendapatMu: Bolehkah membayar pajak kepada kaisar atau tidak?” Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka. Maka, Ia lalu berkata, “Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepadaKu mata uang untuk pajak itu!” Mereka membawa satu dinar kepada Yesus. Maka, Yesus bertanya kepada mereka, “Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka, “Gambar dan tulisan kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka, “Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

 



HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge