Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2014
  MASA BIASA PEKAN 19
   
Empat dirham dari mulut ikan di danau Galilea

SEBAGAI wujud konkrit usaha gereja mandiri, terutama dalam hal ekonomi, banyak paroki membuat aturan berupa iuran wajib semua warga paroki, kartu sumbangan rutin, kotak sumbangan sukarela, kolekte kedua untuk proyek-proyek tertentu, dan sebagainya. Pada satu sisi, ketentuan tersebut menggugah kesadaran umat untuk turut serta menunjang kehidupan gereja setempat. Pada sisi lain, kesan berorientasi pada uang dapat muncul ketika berbagai proyek dan kebutuhan silih berganti diadakan. Apalagi kalau paroki tersebut tergolong mampu secara finansial, banjir permohonan bantuan dari berbagai paroki atau institusi lain mengalir masuk. Di saat seperti ini, niat baik umat perlu diperhatikan, tetap memelihara ketulusan dalam melihat kewajiban-kewajiban tersebut.

Nuansa seperti itu dialami oleh Yesus dalam pelayananNya dan pertemuan dengan orang-orang. Sebetulnya kewajiban membayar pajak untuk Bait Allah di Yerusalem itu bernilai luhur, karena tujuannya ialah untuk memelihara pusat kerohanian bangsa Israel. Ritual di sana memang mahal, seperti korban bakaran setiap hari, perlengkapan ibadah, biaya hidup para imam serta hidup keluarga mereka. Semua berasal dari sumbangan umat. Namun ketika Yesus melihat pelaksanaan pemungutan pajak itu menjadi beban, Ia mengingatkan para murid akan kewajiban sebagai bagian dari umat Allah. Tak ada orang yang berkewajiban membayar iman, tetapi tetap ada kewajiban untuk membiaya semua yang menunjang iman.

Sering saya menemukan penolakan dari umat atas kewajiban membiayai penyelenggaraan paroki misalnya. Semua bernostalgia ke masa lalu ketika misionaris dari Eropa membayar semuanya. Mereka tidak tahu, bahwa uang itu dikumpulkan dari umat juga. Di saat yang sama, saya juga melihat ada banyak pemborosan yang bisa dibatasi, bahkan kalau dihilangkan, akan ada cukup uang untuk hidup dan penyelenggaraan paroki. Tinggal sekarang kita mengukur diri sendiri, apakah kita tulus dalam menilai kewajiban ter- sebut dan menjalankannya dengan sepenuh hati. Berimanlah teguh kepada Tuhan dan sertailah dengan kewajiban sebagai manusia. (ap)

  1. Apa penilaian anda atas kewajiban-kewajiban umat untuk menunjang paroki dari sisi keuangan?
  2. Apa yang harus kita lakukan agar gereja dapat terhindar dari kecenderungan "membisniskan" pelayanan?

(c) 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
27 28 29 30 31 1
28 29 30
1
2
3
4 5 6
  Senin, 11 Agustus 2014
 
St. Klara, perawan
 

MULAI SEKARANG SEGALA BANGSA AKAN MENYEBUT AKU BERBAHAGIA OLEH KARENA NAMANYA YANG KUDUS

   
   
   
 
Yeh 1:2-5.24-2:1a | Mzm 148:1-2.11-14 | Mat 17:22-27

 

Penglihatan gambar kemuliaan Tuhan (Yeh 1:2-5.24-2:1a)

Pada tahun kelima sesudah Raja Yoyakhin dibuang pada tanggal lima bulan keempat, Tuhan bersabda kepada Imam Yehezkiel, anak Busi, di negeri orang Kasdim di tepi Sungai Kebar. Di sana kekuasaan Tuhan meliputi aku. Aku melihat angin badai bertiup dari utara, membawa segumpal awan yang besar dengan api yang berkilat, dan awan itu dikelilingi oleh sinar. Di dalam, di tengah api itu kelihatan seperti suasana mengkilat. Dan di tengah-tengah itu juga ada sesuatu yang menyerupai empat makhluk hidup, dan nampaknya seperti manusia. Kalau mereka berjalan kudengar suara sayapnya seperti suara air terjun yang menderu seperti suara Yang Mahakuasa, seperti keributan laskar yang besar. Kalau mereka berhenti, sayapnya dibiarkan terkulai. Maka kedengaranlah suara dari atas cakrawala di atas kepala mereka, ada sesuatu yang menyerupai takhta, yang kelihatannya seperti permata lazurit; dan di atasnya ada sesuatu yang kelihatan seperti rupa manusia. Dari bagian yang menyerupai pinggang sampai ke atas aku melihat seperti suasa mengkilat dan seperti api yang ditundungi sekelilingnya; dan dari bagian yang menyerupai pinggang itu sampai ke bawah aku melihat api yang dikelilingi sinar. Seperti busur pelangi yang terlihat pada musim hujan di awan-awan, demikianlah kelihatan sinar yang mengelilinginya itu. Demikianlah penglihatan gambar kemuliaan Tuhan. Takkala melihatnya, aku sujud menyembah. Lalu kudengar suara Dia yang bersabda. Sabda-Nya kepadaku,”Hai Anak Manusia, bangun dan berdirilah! Aku hendak berbicara dengan dikau.”

Mazmur Tanggapan (Mzm 148:1-2.11-14)

Ref: Surga dan bumi penuh kemuliaan-Mu.

  1. Pujilah Tuhan di surga, pujilah Dia di tempat tinggi! Pujilah Dia, hai segala malaikat-Nya, pujilah Dia, hai segala tentara-Nya!
  2. Pujilah Tuhan, hai raja-raja di bumi dan segala bangsa, pembesar-pembesar dan semua pemerintah dunia; Pujilah Tuhan, hai teruna dan anak-anak dara, orangtua dan orang muda!
  3. Biarlah semuanya memuji-muji Tuhan, sebab hanya nama-Nya yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit.
  4. Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya, menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya, bagi orang Israel, umat yang dekat pada-Nya.
 

Ia akan dibunuh, tetapi Ia akan bangkit. Putera-putera raja bebas dari pajak (Mat 17:22-27)

Sekali peristiwa Yesus bersama murid-murid-Nya ada di Galilea. Ia berkata kepada mereka, “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia; mereka akan membunuh Dia, tapi pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.” Maka hati para murid itu pun sedih sekali.
Ketika Yesus dan para murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah seorang pemungut pajak bait Allah kepada Petrus dan berkata, “Apakah gurumu tidak membayar pajak dua dirham?” jawab Petrus, “Memang membayar.” Ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan, “Bagaimana pendapatmu, Simon? Dari siapa raja-raja di dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?” Jawab Petrus. “Dari orang asing!” Maka kata Yesus kepadanya,”Jadi bebaslah rakyatnya! Tetapi agar kita jangan menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing di danau. Dan ikan pertama yang kau pancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge