Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2014
  MASA BIASA PEKAN 18
   
Kemuliaan dianugerahkan kepada orang yang layak di mata Tuhan.

PERCATURAN politik di tanah air telah menampilkan sejumlah tokoh baru yang sangat didukung dan dihormati oleh rakyat, karena dalam masa-masa pra pemilihan umum, baik untuk anggota legislatip maupun eksekutip, telah terbuka siapa sesungguhnya yang betul-betul memiliki komitmen untuk membangun bangsa, dan siapa yang hanya mengejar kekuasaan yang potensial korup dan mementingkan golongan sendiri. Banyak orang enggan terlibat talam politik karena dinilai kotor tak bermoral, namun politik telah menjadi proses seleksi untuk menemukan yang terbaik dari semua yang buruk dan tidak sempurna tersebut. Di akhir hari, seleksi alamiah sosial telah memberikan mandat dan kehormatan pada orang-orang yang layak.

Siapa pribadi yang layak tersebut? Yesus memberi definisi, bahwa orang yang layak ialah orang yang mau melayani. "Barangsiapa yang terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu", kata Yesus (Mat 23:11). Kata-kata ini bukan sekedar sebuah ucapan tetapi diwujudkan oleh Yesus secara konsekuen melalui pelayananNya. Puncak dari pelayananNya ialah kematian di salib untuk menyelamatkan umat manusia. Atas kesetiaanNya ini, Tuhan telah mengganjariNya dengan kemuliaan, yang memang disiap- kan untuk orang-orang yang setia pada kehendakNya. Ganjaran inilah yang boleh disaksikan oleh Petrus, Yakobus dan Yohanes, ketika bersama-sama dengan Yesus mereka naik ke sebuah gunung. Pengalaman ini menjadi satu pendidikan konkrit bagi para murid, bahwa orang yang berkenan di mata Tuhan adalah orang yang bersih hatinya dan yang setia pada jalan dan kehendak Tuhan.

Pada pesta Yesus menampakkan diri dalam kemuliaanNya, kita diajak untuk berdoa bagi kesetiaan umat Kristiani pada jalan salib yang disiapkan Tuhan. Penganiayaan terhadap jemaat Tuhan tidak pernah kurang, bahkan di jaman modern ini, variasi penindasan itu semakin bertambah. Semuanya demi satu tujuan, yakni manusia tenggelam dalam genggaman kegelapan. Di sini kita dituntut untuk teguh berpegang pada Kristus dengan keyakinan, bahwa yang setia padaNya akan meraih kemuliaan. (ap)

  1. Apakah anda meyakini sungguh, bahwa kesetiaan pada salib membuahkan keselamatan dan kemuliaan abadi?
  2. Jika memungkinkan, dapatkah anda menemukan indikasi kemuliaan tersebut dalam hidup hari ini?

(c) 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
27 28 29 30 31 1
28 29 30
1
2
3
4 5 6
  Rabu, 6 Agustus 2014
 
Pesta Yesus menampakkan diri dalam kemuliaanNya
 

IA MEMBERI MAKAN RIBUAN ORANG
DARI LIMA ROTI DAN DUA IKAN,
DAN MEREKA MAKAN SAMPAI KENYANG

   
   
   
 
Dan 7:9-10.13-14 | Mzm 97:1-2.5-6.9 | 2 Ptr 1:16-19 | Mat 17:1-9

 

PakaianNya putih seperti salju (Dan 7:9-10.13-14)

Aku, Daniel, melihat takhta-takhta dipasang, lalu duduklah Yang Lanjut Usia-nya. PakaianNya putih seperti salju, dan rambutnNya bersih seperti bulu domba. TakhtaNya dari nyala api, roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar. Suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapanNya. Beribu-ribu melayani Dia, beratus-ratus ribu berdiri di hadapanNya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah kitab-kitab.
Aku terus melihat dalam penglihatan itu, tampak dari langit bersama awan gemawan seorang serupa Anak Manusia. Ia menghadap DIA Yang Lanjut Usia-nya itu, dan Ia dihantar ke hadapanNya. Kepada Dia yang serupa dengan Anak Manusia itu diserahkan kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja. Maka segala bangsa, suku dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya kekal adanya dan kerajaannya tidak akan binasa.

Mazmur Tanggapan (Mzm 97:1-2.5-6.9; R: 1a.9a)

Ref: Tuhan adalah Raja, mahatinggi di atas seluruh bumi.

  1. Tuhan adalah Raja. Biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau-pulau bersukacita! Awan dan kekelaman ada di sekelilingNya, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhtaNya.
  2. Gunung-gunung luluh laksana lilin di hadapan Tuhan, di hadapan Tuhan semesta alam. Langit memberitakan keadilanNya, dan segala bagnsa melihat kemuliaanNya.
  3. Sebab, ya Tuhan, Engkaulah yang Mahatinggi di atas seluruh bumi. Engkau sangat dimuliakan di atas segala dewata.
 

Suara itu kami dengar datang dari surga (2 Ptr 1:16-19)

Saudara-saudara, kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitakan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kamu adalah saksi mata dari kebesaranNya. Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika suara dari Yang Mahamulia datang kepadaNya dan mengatakan, "Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNya lah Aku berkenan." Suara itu kami dengar datang dari surga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus.
Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah lebih baik kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing, dan bintang-bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

 

WajahNya bercahaya seperti matahari (Mat 17:1-9)

Sekali peristiwa Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka: Wajah-Nya bercahaya seperti matahari, dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Yesus. Kata Petrus kepada Yesus, “Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.”
Sementara Petrus berkata-kata begitu, tiba-tiba turunlah awan yang terang menaungi mereka, dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata, “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.” Mendengar itu tersungkurlah murid-murid Yesus, dan mereka sangat ketakutan. Lalu Yesus datang kepada mereka. Ia menyentuh mereka sambil berkata, “Berdirilah, jangan takut!” Dan ketika mengangkat kepala, mereka tidak melihat seorang pun kecuali Yesus seorang diri.
Pada waktu mereka turun dari gunung, Yesus berpesan kepada mereka, “Jangan kamu ceritakan penglihatan itu kepada seorang pun, sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge